Tradisi Takiran di Kampung Kami

1. Takiran
Pada saat akan memasuki bulan ramadhan di desaku terdapat tradisi gotong-royong bersih-bersih masjid di mulai pagi hari seperti pengecatan masjid, mencuci alas sholat yang panjang dan berat, menyapu, mengepel, membersihkan jendela dan kaca masjid, sampai ke tempat wudhu. kegiatan ini biasanya dihadiri oleh pemuda dan bapak-bapak. Sedangkan ibu-ibu dan anak perempuan di rumah mempersiapkan masakan yang akan di bawa ke masjid. seusai sholat isha biasanya secara bersama-sama mereka berbondong-bondong pergi ke masjid sambil membawa makanan yang di sebut takiran, takir-takir tersebut di kumpulkan jadi satu di tempat yang telah di sediakan, lalu mereka melakukan doa bersama-sama agar diberi kelancaran dan kemudahan pada saat menjalani bulan suci ramadhan. kemudian takir tersebut di bagikan kembali ke para warga, dab memakannya secara bersama-sama, ada juga yang membawanya pulang. kegiaran tersebut juga dapat mempererat tali silahturahmi, serta dapat bercengkrama dan dapat menerima dan menghargai dengan iklas seperti ketika kita membuat takir dengan lauk semur ayam dan pada saat pulang yang kita dapat hanya sekedar mie goreng dan telur.

2. Takbiran
Takbiran adalah seruan atau ucapan Allahuakbar, takbiran dilakukan menjelang Idhul Fitri dan Idhul Adha, di desaku pada malam takbiran Idul Fitri ada sebuah tradisi unik. Biasanya setelah sholat isha anak-anak kecil sepantaran anak SD di desaku berbondong-bondong ke masjid lalu mereka bertakbir secara bersama-sama. Setelah itu mereka keluar dari masjid dan berjalan kali mengelilingi desa sambil bertakbir biasanya juga anak-anak sambil membawa obor, saat berkeliling desa banyak pula dari desa-desa tetangga yang ikut ke desaku para muda-mudipun biasanya ikut juga. Setelah selesai berkeliling, kita semua di arahkan di satu rumah bisa di katakan anak-anak dari si tuan rumah sudah berhasih atau sudah sukaes semua. dan hanya pada saat lebaran mereka dapat berkumpul. Lalu kita di bariskanyang rapih sambil bertakbir, kemudian satu persatu mendapat giliran dikasih uang. biasanya baris terdiri dari 10 orang yang memberukan uang dalam jumlah yang berbeda-beda ada yang memberi Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.0000, ketika sudah dapat uang merekapun pulang.

3. Akekahan
Upacara dimana setelah anak lahir atau setelah berumur 7 hari biasanya di daerahku di akekahi dengan menyembelih kambing kalau anak laki-laki bagusnya 2 ekor kambing atau jika tidak ada dombapun di perbolehkan. Sedangkan jika anaknya perempuan di perbolehkan satu kambing atau domba. Lalu di lanjutkan dengan bagi berkat pada masyarakat sekitar serta pemberian nama pada anak lalu dilanjutkan dengan acara marhabanan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *