Tradisi Begawi di Sukadana, Lampung Timur

Budaya yang ada disekitar rumah saya khususnya di wilayah Sukadana Lampung Timur itu sangatlah kental dari zaman dahulu hingga sekarang, Salah satunya yaitu seperti ketika adanya orang khitanan ataupun menikah pasti selalu ada acara adat lampung yaitu Begawi. Begawi sendiri adalah salah satu acara adat lampung yang diturunkan secara turun menurun oleh nenek moyang dan masih dilaksanakan hingga sekarang . Cara cara melakukannya itu tidaklah sembarangan seperti ketika mengadakan pernikahan ada 2 macam tipe dalam melakukan pernikahan.

Yang pertama, sebelum melakukan pernikahan si mempelai pria menculik si mempelai wanita terlebih dahulu yang di bawa kerumah si mempelai pria, tanpa diketahui oleh orang tua si mempelai wanita. Tetapi pada saat penculikan akan dilakukan si mempelai wanita dan pria sudah membuat surat yang menyatakan bahwa mereka tidak ada paksaan untuk menikah itu murni dari keinginan keduanya. Isi dari surat mempelai pria sendiri berisi biodata diri mempelai pria seperti, ia berasal dari mana, dari anak siapa, tempat tinggal dan dari kebuaian mana (kebuaian sendiri adalah nama wilayah atau nama desa dalam istilah adat lampung seperti kebuaian margo nuban itu berada di daerah saya sendiri yaitu Desa Bumi Jawa, dan kebuaian minak itu berada di daerah negara nabung ).

Serta berisikan jumlah uang yang akan di beri si mempelai pria kepada si mempelai wanita. Tidak jauh berbeda dengan isi surat si mempelai pria, si mempelai wanitapun isi suratnya yaitu berisi bahwa ia ingin menikah dengan si mempelai pria dengan sejumlah uang yang di minta kepada si mempelai pria untuk di beri kepada orang tua si mempelai wanita. Setelah si mempelai wanita telah keluar dari rumah dengan meninggalkan kedua surat dari mempelai wanita dan mempelai pria, sesampainya mempelai wanita di rumah mempelai pria, orang tua dari si mempelai pria pun khususnya ibu menyambut si mempelai wanita dan dipakaikan sinjang( sarung ) untuk mengganti semua pakaian yang dipakai si mempelai wanita dari rumahnya tadi. Lalu si mempelai wanita di bawa ke sumur atau kamar mandi untuk dimandikan oleh  ibu dari si mempelai pria.

Yang kedua,dengan cara baik-baik sebelum melakukan pernikahan si kedua orang tua mempelai pria datang bertemu dengan kedua orang tua mempelai wanita untuk melamar si mempelai wanita atau istilah dari adat lampung yaitu( Bumbang Ajei). Dan ketika si mempelai wanita beserta kedua orang tuanya menyetujui lamaran dari si mempelai pria. Maka mereka segera menentukan tanggal bulan berapa acara atau resepsi yang akan dilaksanakan.

Ketika salah satu cara tersebut telah dipilih untuk melaksanakan akad nikah. maka keesokan harinya sebelum melaksanakan akad nikah mempelai pria datang ke rumah si mempelai wanita yang didampingi 2 orang laki-laki yamg masih bujangan yang disebut (Pengapit Meghian )merekapun membawa sedikit seserahan seperti dodol,sabun,sisir ataupun bedak, tujuan merekapun datang kerumah si mempelai wanita agar warga di desa simempelai wanita tahu akan calon suami dari simempelai wanita tersebut sekaligus untuk bersilaturahmi,hal tersebut sering disebut dengan istilah (Ngayew Meghian).

Ketika akad nikah akan dilaksanakan maka keuarga dari si mempelai wanita datang ke rumah si mempelai pria yang biasa di sebut Manjau . maka si mempelai pria berangkat dari rumah saudaranya yang dekat dari rumah si mempelai pria untuk di arak lalu mereka melakakukan akad nikah . Setelah akad nikah telah selesai di lakukan lalu di teruskan dengan acara adat yaitu begawi yang di lakuka selama 2 hari 2 malam. Hari pertama disebut cangget pepadun dan yang kedua disebut cangget tunrun mandei . Dari masing-masing suttan menurunkan 1 mulei kuto maro (satu wanita yang masih gadis ) untuk menari dan 1 pria yang masih bujangan .

 

Yang Tak Kalah Menarik

One thought on “Tradisi Begawi di Sukadana, Lampung Timur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *