Punggahan dan Nyorog di Kampung Purworejo

NAMA :BERLIANA OKTAVIA
KELAS :S1 PERBANKAN SYARIAH (A)
NPM :1602100095
MATA KULIAH :METODOLOGI STUDI ISLAM
DOSEN :M. NASRUDIN, M.H.

 

Tradisi yang masih membudaya dilingkungan tempat tinggal saya adalah PUNGGAHAN. Punggahan merupakan tradisi yang dilakukan sebelum datangnya bulan puasa ramadhan, pada masyarakat didesa saya setiap acara punggahan per keluarga membuat nasi berkat untuk dibawa kemasjid, kami dimasjid makan bersama-sama, kami tidak hanya membawa nasi berkat saja tetapi kami juga membawa kue-kue, acara makan bersama ini dilakukan sesudah solat magrib, acara ini tidak hanya makan bersama tetapi ada doa-doa, tausiyah dan tahlil yang dilakukan. Acara ini dilakukan guna untuk mengungkapkan rasa senang karena datangnya bulan suci ramadhan, bulan yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim. Acara punggahan ini biasanya ada yang melakukannya satu minggu sebelum masuknya bulan ramadhan, bahkan ada masyarakat didesa saya yang melakukan acara ini sebulan sebelum datangnya bulan ramadhan.

Tradisi yang dilakukan didesa saya juga seperti ZIARAH KUBUR. Ziarah kubur ini sudah menjadi tradisi bagi kalangan kami sebelum datangnya bulan ramdhan dan sebelum lebaran, kami pergi berziarah kemakam saudara-saudara kami yang sudah meninggal. Pada dasarnya yang namanya ziarah itu tidak ditentukan kapan waktunya, bahkan bukan bulan puasa pun semua orang diperbolehkan untuk berziarah, tetapi bagusnya ziarah dilakukan pada bulan yang penuh dengan rahmat dan penuh ampunan maka banyak sekali masyarakat didesa saya yang berziarah pada bulan menjelang bulan ramadhan dan sebelum lebaran. Tidak ada larang untuk berziarah, maka dari itu ziarah merupakan tradisi didesa saya yang telah menjadi kebudayaan yang turun-temurun dari waktu kewaktu. Bahkan kami dikuburan tidak hanya nyekar tetapi kami juga membersihkan pinggir-pinggir makam saudara kami yang telah meninggal, bahkan kami mendoakan mereka supaya mereka tenang dialam sana.

Tetapi berbeda halnya dikeluarga saya, karena saya endiri merupakan suku adat betawi maka sebelum datangnya buulan ramdhan keluarga saya mengadakan tradisi NYOROG. Nyorog merupakan tradisi membagi-bagikan bingkisan makanan kepada semua anggota keluarga, bingkisan itu berupa makanan mentah seperti sirup, gula, susu, kopi dan lainnya. Pada dasarnya tradisi nyorog ini kami lakukan guna untuk saling mengingatkan bahwa bulan suci ramadhan bulan yang penuh berkah akan segera datang, dan tradisi nyorog ini dikeluarga saya sebagai pengikat tali silaturahmi antar sesam anggota keluarga, tradisi nyorog ini biasa kamii lakukan dua hari sebelum datangnya bulan ramdhan.

TAHLILAN ATAU YASINAN merupakan tradisi yang masih ada didesa tempat tinggal saya, tahlilaln atau yasinan ini dilakukan seminggu sekali pada hari kamis malam jumat, sesuai ajaran dari para leluhur, para wali, para tokoh agama dari nenek moyang zaman dahulu yang menyebarkan agama islam diwilayah pulau jawa sampai kepenjuru nusantara. Subhanallah salah satu hikmah kegiatan yasinan diadakan yaitu menjadi tempat silaturahmi dan wadah informasi, para warga yang memiliki hajat atau niatan bias diumumkan diacara yasinan malam jumat tersebut. Setiap seminggu sekali (malam jumat) yasinan dilaksanakan bergilir disetiap rumah dan berpindah dari rumah kerumah dimalam jumat berikutnya. Biasanya pemilik rumah atau pemilik hajat mengadakan acara yasinan menyediakan berupa makanan ringan, air minum, rokok dan lainnya. Tahlilan atau yasinan ini didalamnya membaca serangkaian ayat-ayat al-qur’an, kalimat-kalimat tahmid, takbir, shalawat yang diawali dengan membaca al-fatihah dengan meniatkan pahalanya untuk arwah yang dimaksutkan oleh pembaca ataupun yang punya hajat, dan ditutup dengan doa-doa. Inti dari bacaan tersebut ditunjukkan pada para arwah untuk dimohonkan ampun kepada allah atas dosa-dosa arwah tersebut. Tahlilan ini juga guna untuk mengikat tali persaudaraan ataupun solidaritas antar sesama muslim. Tetapi untuk kalangan perempuan atau ibu-ibu didesa saya mengadakan yasinan seminggu sekali pada hari sabtu malam minggu.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *