Analisis Filosofis atas Wayangan di Desa Pekalongan, Lampung Timur

Setiap masyarakat baik itu yang berada di daerah terpencil maupun di daerah perkotaan memiliki warisa kebudayaan yang bervariatif dan memiliki cirri berbeda antar wilayah satu dengan yang lain.warisan budaya tersebut ada yang kelihatan jelas sampai sekarang ada juga yang hanya berupa peinggalan-peninggalan benda atau artefak.namun warisan tersebut ada yang masih terawat dengan baik sampai sekarang.definisi kebudayaan bukanlah hal yang baru,perbedaan itu bukan sekedar masalah rumusan tetapi sudah sampai pada tataran konseptuaL. (Hartatik,2002,1)

Bulan 1 muharram atau biyasa di sebut bulan suro sebagai awal tahun bagi masyarakat jawa di anggap bulan yang sakral karena di anggap bulan suci. Bulan untuk melakukan perenungan,berintropeksi diri kepada sang khalik cara yang di lakukan biasanya di sebut dengan laku yaittu mengendalikan hawa nafsu dengan hati yang ikhlas.namun kalau di cermati tradisi di bulan suro yang di lakukan masyarakat jawa adalah sebagai upaya untuk menemukan jati dirinya agar selalu mengingat dan selalu berwaspada kepada ALLAH,keyakinan semacam itu biyasanya masih di percaya kebanyakan masyarakat jawa di sekitar,tapi biasanya masyarakat yang lebih modern hanya memandang negative hal seperti itu,suro masih di kaitkan dengan hal-hal yang mistik sehingga orang jawa modern menganggapnya itu adalah hal yang syirik,biasanya anggapan yang seperti itu muncul karena sama-sama kurangnya pemahaman.dalam kesadaran mereka mengimani bahwa tuhan menciptakan kehidupan di 2 alam mencakup dunia nyata dan dunia ghaib yang saling berkaitan,kedua alam tersebut saling berinteraksi satu sama lain,berinteraksi maksudnya ialah saling mengisi mewujudkan keselarasan dan keharmonisan alam semesta.

Nilai filosofis yang terkandung di dalamnya adalah ritual-ritual yang di buat di bulan suro merupakan symbol kesadaran yang bersifat horizontal yakni penghargaan manusian terhadap alam,mereka sadar bahwa alam semesta merupakan sumber kehidupan.banyak sekali masyarakat itu memperingati 1 muharram.seperti di desa saya masyarakat jawa selalu sibuk ketika bulan suro itu dating, mereka banyak melakukan kegiatan untuk menyambut bulan itu, biasanya malam 1 muharramnya di desa saya selalu melakukan kegiatan yakni seluruh masyarakat harus keluar rumah dan menyaksikan satu hiburan yang wajib ketika malam suro itu datanng yakni wayang kulit.mereka percaya bahwa setiap ada kegiatan itu bisa mengurangi beban hidup dalam masyarakat.dan mereka menjadikan itu tradisi setiap tahunnya.mereka menjadikan tradisi karena pada malam suro itu datang pernah tidak melakukan kegiatan ayang kulit tersebut dan salah satu masyarakat itu ada yang meninggal tidak secara wajar ,maksudnya adalah dia meninggal karena makhluk ghaib yang marah dan membunuhnya,seperti itu konon ceritanya dari para sesepuh seperti apa kebenarannya saya sendiripun tidak memahaminya (MBH SUGIONO,sesepuh,16 Desember 2016)

Seni kaligrafi menduduki tempat terhormat,wayangpun di jadikan sarana oleh para wali dan raja untuk menyebarkan islam.seni yang di kembangkan oleh para raja dan wali mengembangkan rupa wayang yang sesuai dengan pandangan islam,sekaligus memberikan makna islam dalam mengubah cerita (lakon) dari pertunjukan wayang,di lihat dari segi bentuknya wayang berkembang setelah di kembangkan oleh para wali dengan adanya wayang beber,wayang purwa,wayang klitik,dan wayang golek(wiyosoYudosuputradalam yudistiono.(ATANG ABDULLAH HAKIM,2000,50)

Para ulama salaf dan khalaf serta para ilmuan muslim,terutama yang menaruh minat terhadap pendidikan islam telah banyak menginterpretasikan dan menganalisis sisstem nilai yang terkandung dalam al-quran dan hadis menjadi ajaran dan pedoman yang mendasari proses kependidikan islam.filosofis adalah lahirnya sikap dan pandangan dasar yang meyakini bahwa islam sebagai agama wahyu mengandung konsep,wawasan dan ide dasar yang member inspirasi terhadap pemikiran umat manusia dalam rangka menyelesaikan permasalahan kehidupannya.(Arifin,2003,86)

Daftar Pustaka
Hakim atang abdul.2012.metedologi islam.bandung:pt.remaja rodaskarya.
Arifin.2003.ilmu pendidikan islam.pt.bumi aksara.
Hartatik.2002.hl1

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *