Tahun Baru Islam (Pertunjukan Wayang)

Nama : Annisa Putri
Prodi : S1 PBS / A
NPM : 1602100008

Tahun Baru Islam (Pertunjukan Wayang)

Tahun Baru Islam atau yang biasa disebut bulan suro oleh mereka (orang-orang kelurahan saya). Kegiatan yang berlangsung di desa Tanjung Harapan kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Kecamatan Marga Tiga. Biasanya kelurahan desa saya menyambutnya dengan menampilkan pertunjukan wayang. Acara ini diadakan rutin setiap tahunnya dalam menyambut tahun baru Islam, selain pertunjukan wayang di kelurahan tempat saya tinggal juga ada acara pengajian dengan mengumpulkan semua warga kelurahan dan mengihadirkan penceramah dari luar daerah. Kegitan rutin ini dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut yang mana hari pertama dibuka dengan acara pengajian akbar dan di hari keduanya ditutup dengan menampilkan pertunjukan wayang, kenapa di kelurahan saya menampilkan pertujukan wayang yang mana pertunjukan sendiri adalah budaya dari Jawa bukan dari Lampung? Atau kenapa tidak menampilkan budaya Lampung saja? Karena, hampir 80% orang dikelurahan saya itu mayoritas orang-orang bersuku Jawa. Maka dari itu setiap setahun sekali pada hari raya Islam di kelurahan saya menampilkan pertunjukan wayang.
Wayang bukan hanya bernilai budaya semata, namun juga berfungsi sebagai alat komunikasi religius dan sarana dakwah Islam. Wayang juga bukan tontonan dan hiburan semata, namun juga merupakan tuntunan yang harus diajarkan kepada penonton dalam pengarahan. Pertunjukan wayang kulit juga dapat dijadikan sarana yang efektif untuk memasukkan doktrin dan ajaran-ajaran agama Islam. Maka dari itu, sudah menjadi tanggungan kita semualah yang bisa meluruskan hal tersebut.
Kegitan ini selalu disambut meriah oleh warga Kecamatan Desa saya, karenaanya mereka senang jika selalu ada acara-acara seperti ini akan membuat desa terlihat meriah dan secara tidak langsung dengan adanya acara ini kebersamaan dan persaudaraan menjadi semakin erat lagi, perbedaan budaya seakan-akan tidak ada perbedaan, semua seolah-olah menjadi sama, setara, dan sama rata. Dan tidak ada perbedaan di antara semua manusia yang hadir dan seolah-olah mereka semua adalah makhluk Allah SWT. Yang paling mulia di antara makhluk yang lainnya.
Kegiatan tersebut adalah sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dan memperkenalkannya kepada anak-anak atau remaja zama sekarang yang mana kebanyakan remaja zama sekarang lebih banyak mengenal budaya barat dibandingkan budaya negerinya sendiri yaitu budaya Indonesia.
Dan diupayakan budaya semacam ini terus dilestariakan dan dapat diketahui oleh semua orang di seluruh dunia bahwa pertunjukan wayang adalah budaya milik bangsa indonesia.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *