Tradisi Keagamaan di Desa Kibang, Lampung

Ada beberapa tradisi di Desa Kibang yaitu sebagai berikut.

1.Punggahan atau megengan
Di Desa Kibang pada bulan ruwah mengadakan punggahan tepatnya pada akan menjelang lebaran kurang dari 1 minggu . Tujuannya untuk mengirim do’a kepada keluarga kita yang sudah tidak ada. Dan biasannya dilaksanakan di rumah sendiri, di mushala atau di masjid.

2.Syuraan
Di Desa Kibang pada bulan syura mengadakan syuraan. Dan biasannya dilaksanakan di perempatan jalan. Masing-masing orang membawa takir dan di makan bersama-sama. Pada bulan syura biasannya orang bermalam sampai pagi. Dan biasannya yang bermalam itu bapak-bapak. Lalu cerita singkatnya bahwa zaman dahulu ada seorang yang berguru dan ia mempunyai keris. Kemudian dia mencuci keris tersebut pada setiap bulan syura.

3.Maleman
Di Desa Kibang pada akan menjelang lebaran biasannya mengadakan maleman tepatnya pada akan menjelang lebaran kurang dari beberapa hari. Dan biasannya dilaksanakan di rumah sendiri. Tujuannya untuk mengirim do’a kepada keluarga kita yang masih ada.

4. Rejeban (Peristiwa Isra’ Mi’raj)
Di Desa Kibang pada bulan rejeb mengadakan rejeban. Dan dilaksanakan di masjid. Tujuannya agar untuk mengingatkan kita semua pada bulan rejeb. Cerita singkatnya bahwa dahulu Nabi Muhammad SAW yang sedang dalam keadaan duka. Beliau telah ditinggal mati oleh dua orang yang dia cintai yaitu Khadijah sang istri serta Abu Thalib sang paman. Saat itu beliau mengalami duka yang sangat dalam sehingga untuk menghibur Nabi Muhammad SAW, Allah SWT mengajak Nabi Muhammad SAW ke suatu perjalanan hingga sampai ke langit untuk bertemu dengan-Nya.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *