Aspek Pembaharuan dalam Islam

ASPEK PEMBAHARUAN DALAM ISLAM

Kata yang lebih di kenal untuk pembaharuan ialah modernisasi. Dalam masyarakat Barat kata modernisasi mengandung arti pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk mengubah paham-paham, adat-istiadat, institusi-institusi lama dan sebagainya agar semua itu dapat di sesuaikan dengan pendapat-pendapat dan keadaan-keadaan baru yang di timbulkan ilmu pengetahuan modern.
Paham ini mempunyai pengaruh besar dalam masyarakat Barat dan segera memasuki lapangan agama yang di Barat dipandang sebagai penghalang bagi kemajuan. Pembaharuan dalam islam mempunyai tujuan yang sama. Tetapi dalam pada itu perlu diingat bahwa dalam islam ada ajaran-ajaran yang bersifat mutlak yang tak dapat di ubah-ubah.
Pemikiran pembaharuan dalam islam terdapat di periode modern. Pemikiran itu timbul dari hasil kontak yang terjadi di dunia Islam dan Barat. Dengan adanya kontak itu, umat Islam abad XIX sadar bahwa mereka telah mengalami kemunduran diperbandingan dengan Barat. Sebelum periode modern, kontak sebenarnya sudah ada, pada zaman kerajaan Usmani namun pada saat itu kerajaan mamasuki kemunduran.
Hal ini membuat Usmani menyelediki rahasia kekuatan Eropa yang baru muncul itu. Menurut penelitian, rahasia di balik majunya kekuatan Eropa terletak pada kekuatan militer yang modern.
Keiginan untuk mengadakan perubahan di masa sebelum modern, keinginan itu lahir bukan sebagai pengaruh kemajuan Barat,tetapi sebagai reaksi terhadap paham tauhid yang di anut kaum awam di waktu itu. Kemurnian paham tauhid mereka telah dirusak oleh kebiasaan-kebiasaan yang timbul di bawah pengaruh tarekat-tarekat seperti pujaan dan kepatuhan yang berlebihan-lebihan pada syekh-syekh tarekat. Kesadaraan umat Islam zaman itu terutama di mesir, akan kelemahan mereka timbulkan oleh ekspedisi Prancis.
Usaha di mulai oleh muhammad ali pasya (1765-1848 M), seorang perwira turki yang dapat merebut kekuasaan di daerah ini setelah tentara prancis kembali ke eropa di tahun 1801 M. Para pembesarnya dan penasehatnya terdiri antara lain atas orang-orang yang mengalami ekspedisi napoleon dan yang menyaksikan kemajuan barat yang baru itu.
Pembaruan dalam lapangan militer dan ekonomi kemudian ternyata memerlukan ahli-ahli. Untuk itu, selain dari mendatangkan ahli-ahli dari eropa, ia mendirikan sekolah-sekolah.
Islam tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern. Umat islam di zaman klasik maju karna mereka mementingkan ilmu pengetahuan. Keadaan Al- azhar dan madrasah-madrasah perlu di masukan mata pelajaran-mata pelajaran ilmu pengetahuan modern.
Kalau pemberahuan-pemberahuan lain berpendapat bahwah kemajuan umat islam dapat dicapai kembali dengan kerja sama dengan barat, jamalludin menganggap barat, terutama inggris bukanlah teman, tetapi musuh.

Harun Nasution jilid ll
Bab 11 ; aspek pembaruhan dalam islam

Di dalam buku harun nasution jidil ll khusunya pada bab 11 tentang aspek pembaruhan islam, di dalamnya terdapat kalimat-kalimat yang sedikit sulit di mengerti.
Sedikit contoh: pada paragraf ke dua ( lapangan agama). lapangan agama seperti apa yang di maksud. karena tidak ada penjelasan dalam buku tersebut.

Nama : andro yudi ardiansyah
NPM : 1602100006
Kelas : B
Sebagai pengganti UTS

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *