Lembaga Sosial Kemasyarakatan Islam

Islam dalam sejarah, seperti telah dilihat mengambil bentuk Negara, sebagai Negara, islam tentu mempunyai lembaga lembaga kemasyarakatan, seperti pemerintahan, hukum, pengadilan, polisi, pertahanan dan pendidikan. Di arab ada nama suku yang disebut mawali, yaitu orang orang bukan arab yang masuk islam dengan menggabungkan diri dengan sendirinya. Dalam waktu itu kaum mawali mempunyai kedudukan lebih rendah dari bangsa arab, karrna mempunyai kedudukan lebih tinggi, agama dan kebudayaan aab islam dipandang lebih tinggi. Tidak mengherankan kalau bangsa bangsa yang berada di bawah kekuasaan islam di waktu itu banyak berusaha untuk meniru orang arab dari segi bahasa,pakaian dan adat istiadat. Bahkan banyak pula yang meninggalkan agama aslinya demi masuk islam.
Kedudukan mawali yang lebih rendah akhirnya membuat suatu gerakan yaitu gerakan Syu’ubiah, suatu gerakan yang dekat menyerupai gerakan nasionalisme dalam arti modern. Dengan gerakan Syu’ubiah itu, orang orang Persia ingin menonjolkan kebudayaan lama mereka kembali dan membuat nya mempunyai kedudukan yang sederajat dengan kebudayaan Arab dalam masyarakat islam yang ada di waktu itu. Sebagai di lihat dalam sejarah, bangsa Persia menjadi bahasa dan kebudayaan yang di akui dalam islam.
Di samping orang orang islam, baik arab maupun bukan arab, terdapat pula orang orang bukan Islam yang memeluk agama –agama lain,terutama agama Kristen dan Yahudi.Adapun daerahnya karena begitu luas di bagi ke dalam beberapa provinsi.Di zaman Bani Umayyah dan Bani Abbas umpamanya , terdapat provinsi –provinsi berikut Hejaz ,suriaI ,rak,Persia,Mesir,Afrika,Arabia Selatan,Armenia dan India. Di zaman kejayaan bani usman [Kerajaan Ottoman} jumlah provinsi bertambah banyak dengan meluasnya daerah kekuasaan Islam ke Benua Eropa , anrata lain Rumelia [daerah yang terletak diselatan Sungai danub ], Hongaria Barat,Hongaria Timur dan sekitarnya, Anatolia , Trebizon[ daerah di selatan laut hitam ], Van{ Armenia dan crusditan }, Suria,palestina,mesir, Hejaz , Yaman serta aden , Al-jazair , Irak dan lain – lain. Sebagai telah di lihat dalam Bab 5,Negara islam di kepalai oleh seorang khafilah ,baik dalam bentuk kepala Negara yang di pilih maupun dalam bentuk raja yang jabatan nya mempunyai sifat turun temurun.Dalam menjalankan tugas pemerintahan,khafilah di bantu oleh seorang wasir yang menjadi pembantu utama,penasihat dan tangan kanannya.
Adakalanya wasir mempunyai kekuasaan penuh yaitu ketika seorang khalifah kurang mementingkan soal soal pemerintahan. Dalam keadan demikian wasir dapat berbuat sekehendaknya dan dapat menjatuhkan dan mengangkat gubernur-gubernur daerah yang berkedudukan tinggi dan penting itu menurut kemauannya.Dalam sejarah terdapat Wasir-wasir penting dan kuat,seperti Wasir –wasir keturunan,keluarga Baramikah di zaman kejayaan Bani Abbas.Di samping wasir terkadang terdapat pula hajib {kepala rumah tangga Istana}.Hajib yang kuat dapat mempunyai ke kuasaan yang lebih tinggi dari ke kuasaan wasir.
Di ketika khalifah di zaman Bani Abbas ,pembenar yang berkuasa di pemerintahan pusat bukan lagi wasir atau Hajib,tetapi Amir AL-Umara {kepala panglima} atau sultan.khalifah Al-mu’tasim mendirikan tentara pengawal yang terdiri dari orang orang turki.Pada akhirnya tentara pengawal ini begitu berkuasa di Bagdad sehingga mereka dapat menjatuh kan dan mengangkat khalifah sekehendak mereka.
Setelah bagdad jatuh ke tangan kekuasaan dinasti buwaihi dan tentara pengawal turki lari di tahun 945 M. kekuasaan Amir Al Umara dipegang oleh raja raja buwaihi. Seratus tahun kemudian kekuasaan itu dirampas oleh kaum saljuk. Mereka mengubah gelar tersebut menjadi sultan dan yang berkuasa penuh di pemerintah pusat.
Hukum yang dibuat oleh rapat mentri dengan persetujuan khalifah atau sultan dan ini disebut Qonun. Dizaman nabi Muhammad kekuasaan legislatif eksekutif dan yudikatif terkumpul ditangan beliau. Beliaulah yang menentukan hukum, beliaulah yang menjalankan pemerintah dan melaksanakan hukum . pada mulanya khalifah sendiri yang memutuskan perkara perkara yang timbul dalam masyarakat .

KRITIKAN
Islam sudah ada pada jaman dahulu , yaitu pada zaman rosullah saw. Menurut saya islam pada zaman dahulu sangatlah bagus, karna pada zaman tersebut banyak seseorang khalifah yang baik dan bijaksana, seperti di masa bani umayah yang memerintah dari 661 sampai 750 di jazirah arab dan sekitarnya. Bani umayah memiliki organisasi tata usaha dan keuangan Negara, organisasi tersebut sangat mengalami kemajuan. Masa ke-Khilafahan Bani Umayyah hanya berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah b, yaitu setelah terbunuhnya Ali bin Abi Thalib dan kemudian orang-orang Madinah membaiat Hasan bin Ali namun Hasan bin Ali menyerahkan jabatan kekhalifahan ini kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan dalam rangka mendamaikan kaum muslimin yang pada masa itu sedang dilanda bermacam fitnah yang dimulai sejak terbunuhnya Utsman bin Affan pertempuran Shiffin, perang Jamal terbunuhnya Ali bin Abi Thalib, serta penghianatan dari orang-orang Khawarij dan Syi’ah.
1. Muawiyah (661-680 M)
Muawiyah adalah salah satu khalifah besar pada masa bani umayah. Silsilah Muawiyah bin Abu Sufyan sebagai pendiri Daulah Amawiyah yang berkuasa atas pemerintahan kaum muslimin selama delapan puluh tahun (40-132 H) bersambung kepada Umayah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay
2. Yazid (60-64 H)
Yazid adalah anak dari ibnu Muawiyah, dan ibunya Maisun al Kalbiyah yaitu seorang wanita padang pasir yang dikawini Muawiyah sebelum ia menjadi khalifah
3. Muawiyah II
Muawiyah II saat diangkat menjadi khalifah masih anak-anak dan dianggap lemah. Dia tidak meninggalkan sesuatu yang pantas untuk dicatat mengingat masa pemerintahannya empat puluh hari saja.
4. Marwan Ibnul Hakam
Marwan adalah keturunan bani Umayah yang dkenal bersikap memusuhi Rasulullah dan dakwahnya. Setelah Muawiyah II
5. Abdul Malik Bin Marwan
Abdul Malik bin Marwan lahir di Madinah pada tahun 26 H, pada masa pemerintahan Utsman bin Affan. Tercatat, bahwa ia tumbuh dengan cepat dan terkenal senagai pemberani serta suka menolong.
6. Walid bin Abdul Malik
Setelah kematian ayahnya Abdul Malik, Walid naik tahta di Damaskus pada tahun 705 M.
7. Sulaiman bin Abdul Malik
Walid bin Abdul Malik digantikan oleh saudaranya Sulaiman yang ternyata seorang putra yang tidak pantas dan seorang adik yang tidak bernilai.
8. Umar bin Abdul Aziz
Sulaiman digantikan oleh Umar bin Abdul Aziz, seorang penguasa yang menonjol karena sangat berbeda dengan para pendahulunya
9. Hisyam
Setelah kematian saudaranya Yazid II saudaranya, Hisyam naik tahta. Pada saat naik tahta dia harus mengahadapi kesulitan-kesulitan yang serius. Dalam masa 20 tahun pemerintahan Hisyam terjadi kekacauan-kekacauan yang serius di Khurasan.
10. Walid II
Hisyam digantikan oleh Walid II anak Yazid II. Dia dilukiskan orang yang tidak bermoral, pemabuk, dan pelanggar perintah Illahi.
11. Yazid III
Setelah kematian Walid II, Yazid diangkat untuk menduduki tahta. Dia adalah penguaa yang adil dan takwa.
12. Marwan II
Marwan naik tahta ketika bani umayah sedang mengalami maa yang penuh pergolakan dan perselisihan. Pusat kerusuhan yang utama ialah Khurasan tempat bani Abbas memusatkan kegiatannya.

Dari khalifah khalifah tersebut yang menjadikan islam memiliki banyak golongan.

NAMA : FAISAL PRAYOGI
NPM : 1602100118
PRODI : PERBANKAN SYARIAH S1

 

Catatan

  1. Kritik ditujukan pada penulis, bukan ke yang lain.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *