Tradisi yang Terkait dengan Keagamaan Islam

TRADISI YANG TERKAIT DENGAN PERILAKU KEAGAMAAN ISLAM

1. KUPATAN
Tradisi pertama yang ada dilingkungan saya adalah kupatan, tradisi kupatan atau membuat kupat ini biasanya dilakukan seminggu setelah idul fitri. Masyarakat lebih sering menyebutnya lebaran kupat. Tradisi ini mungikin tidak asing lagi bagi masyarakat pedesaan tapi bagi masyarakat kota mungkin tradisi ini hampir luntur. Tetapi didesa saya tradisi ini masih berlaku dan menjadi ciri pada saat lebaran, masyarakat beranggapan jika tidak ada ketupat lebaran terasa tidak lengkap. Kupat disini merupakan makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman dari daun kelapa yang masih muda. Saat lebaran kupat ini banyak kita jumpai penjual anyaman kupat yang belum ada isinya maupun yang sudah matang dan ada isinya. Saat kupatnya sudah matang semua keluarga berkumpul dan memakannya bersama sama, biasanya dilengkapi dengan opor. Selain dimakan masyarakat juga menggantungkan kupat didepan pintu rumahnya sebagai simbol saling memaafkan karena ketupat merupakan makanan ciri khas lebaran yang masyarakat di desa saya meyakini jika membuat ketupat yang menurut mereka artinya ngaku lepat sama saja kita mengakui kesalahan untuk saling memaafkan.

2. SESAJEN ATAU SESAJIAN
Selanjutnya tradisi yang kedua yang ada dilingkungan saya adalah sesajen atau sesajian, mungkin hal tersebut terdengar mistis. Sesajen ini merupakan sejenis persembahan yang ditunjukan untuk roh nenek moyang maupun roh kerabat yang sudah meninggal, tujuannya untuk menghormati beliau. Tradisi ini biasanya dilakukan satu hari menjelang puasa dan lebaran. Akan tetapi tradisi ini sudah hampir tidak ada lagi kalaupun ada hanya sesepuh dan orang orang yang masih berpegang teguh pada tradisi saja yang masih melakukannya. Yang disajenkan disini berupa makanan diantaranya ada nasi dan dilengkapi sayur dan lauk pauk sama seperti kita makan pada umumnya seperti lauk ayam, sambel goreng tempe tahu, oseng oseng mie, ada juga rempeyek, apem, kerupuk, selain itu ada juga minumannya seperti kopi, teh, dan air putih. Jika semua itu sudah lengkap bisa disusun diatas meja yang diletakan didalam kamar, tidak lupa juga diberi lilin dan serabut kelapa yang dibakar lalu diatasnya diberi kemenyan. Orang yang sudah tua di dalam rumah itu lalu berdoa didepan sesajen, setelah selesai pintu ditutup dan dibiarkan sampai pagi. Jika sudah pagi pintu bisa dibuka dan sesajen bisa dibersihkan dari kamar tersebut.

3. MENYEBAR BUNGA DAN KOIN DIPERTIGAAN DAN PEREMPATAN JALAN
Dan tradisi selanjutnya yang ketiga yang ada dilingkungan saya adalah menyebar bunga dan koin di pertigaan dan perempatan jalan. Tradisi ini dilakukan sebelum puasa dan sebelum lebaran pada saat ziarah ke makam. Mungkin hanya sedikit desa atau tempat yang melakukan tradisi tersebut. Tradisi menyebar bunga dan koin di pertigaan dan perempatan jalan dimaksudkan agar masyarakat selamat pada saat berkendara terutama melewati jalan jalan yang dianggap mistis dan rawan terjadi kecelakaan tersebut. Bunga yang disebarkan sama seperti bunga pada saat ziarah bedanya ditambah uang koin lima ratus rupiah sejumlah 4 keping. Akan tetapi tradisi ini sudah jarang dilakukan kalaupun dilakukan masyarakat jarang menaruh uang koin, hanya bunga bungaan saja yang diletakan dipertigaan dan perempatan jalan utama.

Nama: Cahya Kris Mawar Ningsih
Kelas: B
Prodi: S1 Perbankan Syariah

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *