TRADISI SUROAN DILAPANGAN

Masyarakat jawa masih memegang teguh ajaran yang diwarisi oleh para leluhurnya. Salah satu ajaran yang masih dilakukan adalah menjalankan tradisi malam satu suro.

Tahun baru umumnya disambut dengan kemeriyahan ataupun pesta kembang api,namun didesa Mulya Asri,Kecamatan Tulang Bawang Tengah tidak dilakukan pesta kembang api. Dalam  merayakan atau menyambut tahun baru suroan mereka menyambutnya dengan bekumpul dilapangan dan mencuci benda sacral seperti  keris atau sejenisnya. Ada beberapa tradisi yang ada di daerah mulya asri dan sekitarnya :

Pertama, berkumpul dilapangan atau tempat terbuka kemudian sampai dilapangan 1 ekor kambing dikorbankan untuk disembelih. Setelah disembelih kemudian kepala kambing tersebut diambil dan dikubur ditengah-tengah lapangan,kegiatan ini dipercaya oleh masyarakat sekitar guna untuk menghormati arwah leluhurnya. Kemudian daging dari kambing yang kepalanya di ambil tersebut dimasak bersama – sama dilapangan setelah matang kemudian daging tersebut dibagikan dan di makan bersama-sama. Dan sebelum dimakan bersama – sama, disajikan bersama dengan nasi kuning n ingkung ,dan beserta  pelengkap lainnya dan kemudian didoakan bersama,seperti keduri dilapangan. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan interaksi social antar masyarakat,dipercayai mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kedua, mencuci atau membersihkan benda sakeral seperti keris atau sejenisnya,masyarakat mempercayai bahwa di malam suro waktu yang terbaik agar makhluk gaib yang mereka percayai akan bertambah sakti dan makhluk gaib tersebut dapat menolongnya dalam segala hal.

 

nama: sindhy apriyani

kelas: B

Prodi: S1 Perbankan Syariah

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *