Tradisi Suroan di Jembatan

Suroan

Ritual pada 1 suro didesa buanasakti.

Tahun baru jawa, atau malam satu suro berbeda dengan tahun baru pada umumnya.  Setiap tahun baru biasanya ditandai dengan kemeriahan penyambutan tahun baru, seperti pesta kembang api, arak-arakan (pawai). Namun berbeda dengan tahun baru jawa yang justru diperingati dengan berbagai ritual sebagai bentuk intropeksi diri. Salah satu ritual yang dilakukan oleh masyarakat desa Buanasakti, kecamatan Batanghari, Lampung Timur yaitu suroan dijembatan gantung jurusan way sekampung.

Suroan dijembatan maksudnya yaitu menggelar, memperingati, atau menyambut datangnya bulan suro yang dilaksanakan dijembatan. pelaksanaan kegiatan ini yaitu penduduk desa berkumpul disekitar jembatan Buanasakti, dan masing-masing penduduk membawa nasi bungkus yang nantinya akan dibagikan dan dimakan bersama-sama dipenghujung acara suroan. Acara suroan ini diawali dengan berdoa bersama-sama yang dipimpin oleh imam, kemudian dipertengahan acara perwakilan seseorang meletakkan sesaji diatas tambir dan kemudian sesaji tersebut dihanyutkan kesungai dengan cara dijatuhkan dari atas jembatan dengan bimbingan atau dengan panduan orang yang cukup umur (sepuh) didesa.Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan menabur bunga ditengah jembatan. Setelah acara tersebut selesai kemudian diakhir acara digelar makan bersama ditempat tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa perduli terhadap sesama masyarakat, dan meningkatkan rasa kebersamaan antar masyarakat, selain itu dipercaya oleh penduduk sekitar bahwa acara yang juga diselipkan doa ini bertujuan untuk menghormati para arwah leluhur yang terdahulu, sekaligus untuk mendoakannya.

Nama : Lia Damayanti

Npm : 1602100145

kelas B, prodi s1 perbankaan syariah, IAIN Jurai Siwo Metro

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *