Tradisi Padusan

Annisa Bella Widiyanti Kelas B S1 Perbankan Syariah

Tradisi Padusan ini ada desa saya tepatnya di daerah Boyolali, Jawa Tengah. Kata Padusan diambil dari bahasa Jawa yaitu ‘adus’ yang berarti mandi. Mandi dalam hal ini yaitu mandi bersama di sebuah kolam pemandian mata air asli yang biasa disebut ‘umbul atau umbulan’. Tempat pemandian ‘umbul’ yang digunakan untuk acara padusan di Boyolali ada tiga tempat, salah satunya ada di umbul Pengging di kecamatan Banyudono, Boyolali Jawa Tengah. Dalam tradisi ini padusan dimaksudkan untuk menyucikan diri atau membersihkan jiwa dari segala kotoran yang melekat agar pada saat datangnya bulan Ramadhan jiwa kita sudah bersih dan siap untuk menjalani puasa dan diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa sampai selesai nya bulan Ramadhan. Tradisi ini diadakan pada H-1 atau H-2 sebelum datangnya bulan Ramadhan.

Sebelum acara padusan ini dimulai biasanya diadakan kirab budaya oleh pemerintah setempat dan di tampilkan tarian-tarian dan nyanyian tradisional Jawa. Acara padusan diawali dengan menggiring Mas dan Mba Boyolali mengelilingi kolam pemandian ‘umbul’ yang di ikuti oleh para penari tradisional dan diiringi lantunan musik dan nyanyian tradisional Jawa. Setelah itu Mas dan Mba memasuki kolam pemandian dan menyelam kedalam kolam pemandian, lalu diikuti oleh warga yang datang dalam acara tradisi padusan tersebut. acara ini semakin unik dengan adanya kepokan yaitu plastik berisi air yang dilemparkan kepada warga yang datang tetapi tidak masuk kedalam air kolam pemandian, kepokan ini bertujuan agar semua warga yang datang terkena basahan air. Tradisi ini hanya berlangsung sekali dalam setahun yang sudah ada sejak zaman dahulu.

 

Yang Tak Kalah Menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *