Tradisi Nasi Tumpeng

     Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk pauknya dalam bentuk kerucut. Itulah sebebnya kemudian disebut nasi tumpeng. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga masih menggunakan nasi putih biasa. Cara penyajian nasi tumpeng ini berasal dari Jawa atau pula orang Betawi yang masih berketurunan Jawa. Nasi tumpeng biasanya dilakukan ketika ada yang melahirkan, ada yang mendapat rezeki, dan hal yang lain yang bersifat bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rezeki kepadanya.

Nasi tumpeng atau juga bisa disebut juga dengan tumpengan kini tidak hanya sebatas tradisi yang ada di daerah Jawa saja. Di rumah dan lingkungan saya pun kini sudah mengenal tradisi tersebut dan sudah menjadi hal yang bisa ditolerir oleh masyarakat lainnya.

Nasi tumpeng bisa dikatakan sebagai rasa syukur manusia kepada Allah atas rahmat dan rezeki nya yang diberikan kepada manusia. Manusia yang diberikan rezeki nya itu lalu mengadakan acara atau tradisi nasi tumpeng yang di maksudkan untuk ucapan terimakasih dengan membagikan sedikit rezekinya kepada orang lain yang ada disekitarnya atau yang membutuhkan. Hal ini sebernya dibolehkan , karna dengan alasan yang baik , alasanya karna ingin berbagi kenikmatan atas apa yang diberikan kepadanya dari Allah. Bukan untuk maksud lain yang sifat nya menduakan atau membuat tradisi yang jika tidak dilakukan akan menjadi dosa. Allah tentunya bisa menilai apa yang di maksudkan di dalam hati dan apa yang dilakukan manusia untuk berbuat baik.

     Pesan moralnya adalah jika kita ingin melakukan apapun , maka hendaknya kita mempunyai niat yang baik dan berdoa kepada Allah agar apa yang ia kerjakan termasuk dalam amalan yang diridhoi dan bukan amalan yang menyesatkan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *