Tradisi Mendoakan Orang Meninggal

Nama : Farah Fa’adillah
Kelas : B
Jurusan/Prodi : Syariah/S1-Perbankan Syariah
Semester : Satu (1)

Tradisi Mendoakan Orang Meninggal

Di daerah rumah saya, ada suatu kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat, dimana setiap ada tetangga yang meninggal dunia akan diadakan pengajian, yang bertujuan untuk mendoakan orang yang meninggal tersebut. acara pengajian dilaksanakan 3 hari setelah meninggal dunia, pengajian tersebut diadakan waktu ba’da isya. Sebelum nya keluarga yang ditinggalkan mengundang masyarakat sekitar untuk menghadiri pengajian di kediamannya. Tuan rumah yang mengadakan acara tersebut menyiapkan makanan (berkat) untuk dibawa pulang oleh masyarakat yang menghadiri pengajian. Biasanya makanan nya terdiri dari nasi putih, telur rebus, tempe bacem, urap, mie kuning dan ada sedikit nasi uduk diatasnya dan diberi potongan ayam. Selain dibagikan dalam bentuk berkat tuan rumah juga menyediakan makanan kecil seperti kue, gorengan dan air minum.
Pada waktu ba’da isya orang-orang yang solat berjamaah di masjid langsung menuju ke rumah orang yang sudah meninggal tersebut dan langsung mengadakan pengajian. Sebelum acara pengajian dimulai tuan rumah sudah meletakan makanan kecil di antara tempat duduk orang yang menghadiri pengajian dan pada saat acara dimulai ada ustad yang memimpin untuk pembacaan surat yasin dan dilanjutkan dengan pembacaan doa khusus untuk orang yang meninggal. Setelah acara selesai berkat yang sudah disiapkan tadi dibagikan kepada masyarakat yang sudah datang ke acara pengajian. Biasanya setelah selesainya acara, ada sebagian orang yang langsung pulang tetapi ada juga yang masih menetap di rumah yang mengadakan pengajian untuk sekedar berkumpul dan berbincang bincang dan lebih mendokan orang yang sudah meninggal bersama anggota keluarga .

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *