TRADISI MALAM SATU SURO (1 MUHARRAM) dan TRADISI MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

NAMA : ALIF WULAN TRISNA
KELAS : B
TUGAS : MSI

TRADISI MALAM SATU SURO (1 MUHARRAM)

Di masa sekarang ini, banyak warga yang masih mengedepankan adat dan istiadat nenek moyang. Tapi sayangnya ternyata nilai rasa keagamaan remaja sekarang sudah kurang menghargai artinya tradisi tersebut. Itu dikarenakan karena kurangnya semangat para remaja sekarang ini dan nilai motivasi mereka sudah habis. Mungkin itu semua karena pengaruh dari berkembangnya teknologi dan budaya asing yang telah merusak mental dan nilai norma agama yang ada. Maka dari itu kami mengupayakan agar tradisi yang telah ada sejak dulu, tidak terhapus dengan tradisi baru yang ada. Diantaranya seperti mengupayakan agar peringatan malam satu suro bisa berjalan setiap tahunnya. Dan peringatan malam 1 MUHARRAM atau sering kita kenal dengan nama MALAM SATU SURO. Setiap tahun sekali di kampung saya yaitu kampung banjarsari 29 Metro Utara dalam memperingati MALAM SATU SURO diadakan YASINAN dan do’a bersama.

TRADISI MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

Di sini saya akan menceritakan tentang tradisi peringatan hari besar maulid nabi muhammad saw. Dalam memperingati MAULID NABI MUHAMMAD SAW tersebut kami warga desa banjarsari kecamatan metro utara sebelumnya mengadakan do’a bersama di musholla dengan masing-masing keluarga membawakan sedikit rezeki dan kemudian setelah selesai, kami semua membagikan sedikit rezeki tersebut ke sekitaran warga Banjarsari Kecamatan Metro Utara. Dan keesokan harinya kami merayakan hari besar nabi muhammad tersebut dengan sholat bersama di masjid.
Demikianlah penjelasan mengenai tradisi keagamaan yang terjadi di desa tempat saya tinggal. Semoga dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca.
Terimakasih. Wassalam’alaikum Wr. Wb.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *