TRADISI KEAGAMAAN YANG TERKAIT DENGAN PERILAKU KEAGAMAAN

Marhabanan

Di desa saya hal seperti ini sudah menjadi tradisi turun-temurun. Marhabanan juga sudah menjadi tradisi kebudayaan bagi masyarakat disekitar desa ku. Marhabanan adalah tradisi mencukur rambut bayi yang biasanya masih berumur 35hari ada juga yang berumur 6hari. Tradisi ini diyakini bahwa untuk membersihkan dan mensucikan rambut bayi, diyakini pula sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugrah yang telah diberikan.

Tradisi ini dilakukan pada saat malam hari setelah shalat isya. Bayi digendong oleh Ayahnya dan berjalan mengelilingi orang-orang . Secara bergantian pun orang-orang mencukur sedikit rambut si bayi itu sambil membaca pujian atau berjanji. Rambut yang dipotong itu lalu ditaruh kedalam wadah yang didalamnya berisi air dan bunga seperti bunga mawar, melati, kenanga, dan kantil. Lalu yang sudah memotong rambut memakai parfum yang telah disediakan. Parfum yang digunakan itu tidak menagandung alcohol. Lalu air yang berisi bunga dan potongan rambut tadi disiramkan ditempat yang untuk menguburkan ari-ari.

 

Qosidah

Qasidah di desa saya yang bertepatan di Sumbersari Bantul ini sangat sering dilakukan. Qasidah biasanya berisi syair-syair, puji-pujian yang banyak mengandung unsure-unsur dakwah islamiah dan nasihat-nasihat yang baik sesuai dengan ajaran agama islam. Di desa ku qasidah biasanya untuk mengisi acara-acara hajatan, pengajian, dan perlombaan saat bulan Ramadhan. Qasidah dimaikan oleh beberapa orang karna musiknya juga sederhana yaitu rebana yang terbuat dari kulit sapi. Musiknya pun sangat berirama. Qasidah sangat menarik di desa ku karna music yang dimainkannya pu sangar berirama.

 

Nama                     : Rosiana Dwi Lestari

Kelas/prodi          :  B/SI PBS

Npm                       :1602100065

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *