Metik atau Mayoran

Metik atau mayoran merupakan tradisi masyarakat sunda yang ada di desa Wangun reja kelurahan Pajar Bulan kecamatan Way tenong, Lampung barat. Tradisi ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang didapatkan di tahun sebelumnya. Tradisi ini sudah ada sejak dahulu dan dikembangkan secara turun temurun. hingga saat ini masih diyakini oleh masyarakat sunda di desa ini.

Metik dalam bahasa sunda artinya memetik. Maksudnya memetik buah kopi yang akan dipanen. Tradisi metik atau mayoran ini dilakukan setahun sekali dan biasanya dilakukan sebelum panen. dan tradisi ini pun berkaitan dengan agama. Itulah kenapa tradisi metik atau mayoran ini dilakukan dengan cara syukuran, memanjatkan doa-doa. Maksud doa-doa ini agar kelak hasil panen berikutnya dapat lebih baik dari tahun sebelumnya dan panen yang didapatkan melimpah dan jauh dari segala bahaya.

tradisi ini tidak hanya dilakukan dengan cara membaca doa-doa saja, biasanya acara ini ditutup dengan memakan nasi tumpeng bersama. Nasi tumpeng yang merupakan sumber kekayaan dari alam pertiwi tersebut dibawa ke kebun oleh si pemilik kebun untuk dimakan bersama-sama dengan sanak keluarganya atau juga dibagikan ke tetangga- tetangga terdekat.

Kesimpulan nya, tradisi metik atau mayoran ini adalah tradisi yang bertujuan untuk meminta atau berdoa kepada Allah SWT dan bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah serta dapat juga mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *