Kupatan

Seperti masyarakat lainnya pada saat lebaran ke 7 (H+7 setelah tanggal 1 Muharram), kami warga desa Rigis Jaya, Kec. Air Hitam, Kabupatem Lampung Barat juga melakukan tradisi lebaran ketupat yang biasa kami sebut “KUPATAN”. kupatan ialah tradisi membuat ketupat dari daun kelapa yang masih muda. Biasanya selain membuat ketupat kami juga membuat “Lepet”. lepet adalah makanan yang terbuat dari beras ketan yang dibungkus menggunakan janur juga.
Tradisi kupatan ditempat kami sedikit berbeda dengan warga lainnya, yang membedakan adalah jika di daerah lain, biasanya mereka membuat ketupat untuk dikonsumsi sendiri dan dibagi-bagikan kepada tetangga atau sekedar menggantungkannya di pintu rumah. Namun, di daerah kami membuat ketupat dan juga lepet selain untuk dikonsumsi sendiri dan juga keluarga atau untuk siapapun yang silaturrahmi ke rumah juga pada pagi hari lebaran ke 7 tersebut sekitar kurang lebih pukul 06.30 waktu sekitar, semua warga di desa Rigis Jaya berbondong-bondong datang ke Masjid dengan membawa baskom yang didalamnya terdapat ketupat, lepet dan juga sayur lodeh (sayur lodeh yang biasanya dimakan bersama ketupat). Sebelum berangkat ke masjid kami tidak boleh terlebih dulu sarapan dirumah, tujuannya yaitu agar kami makan bersama dimasjid supaya lebih kenal & akrab dengan tetangga sekitar, kemudian sesampai di masjid, warga melakukan tradisi Tahlilan dengan mengirim do’a kepada Allah SWT untuk arwah yang telah meninggal mendahului kita, dan setelah itu makan bersama.
Sebenarnya tradisi ini peralihan dari tradisi zaman dahulu yang setiap lebaran ketupat biasanya warga menaruhkan ketupat tersebut di atas pintu rumah. Namun dilakukan musyawarah oleh seluruh warga desa kami dan menurut kami itu kurang bermanfaat, maka diganti dengan membawa ketupat tersebut ke masjid untuk dimakan bersama disertai dengan mengirim do’a untuk sanak saudara kita yang sudah meninggal melalui Tahlilan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *