Yasinan dan Menanam Padi Unik di Kampung Kami

Pada setiap masyarakat pasti ada tradisi agama yang berbeda-beda serta unik jika di pandang, disini terjadi pada kampung saya yaitu bukit kemuning sidodadi pada acara bulan safar karena pada keyakinan dahulu bulan safar adalah bulan yang penyakit jadi setiap datangnya bulan safar para masayarkat yang laki-laki membaca yasin di sebuah musholla dengan membawa kupat atau lepat yang dibuat dari ketan atau beras jadi di musholla membaca yasin setelah itu  makanan itu dimakan bersama  dan yang wanita membaca yasin di dalam rumah tidak ikut dalam pengajian dimusholla itu.

Tujuan mengadakan itu supaya tidak ada namanya bulan sial atau bulan penyakit, itu juga kebiasaan yang sering diadakan di desa saya. Yang kedua tradisi saat ke empat bulanan biasanya orang-orang mengadakan hanya tujuh bulanan namun ini mengadakan empat bulanan uniknya saat melakukan empat bulanan isi dari makanan itu hanya ditambahkan ubi, cendol, uwi dan singkong. Dan membaca yasin lalu dibagikan makanan yang telah disiapkan saat pulangnya.

Acara yang ke tiga yaitu pada saat menanam padi orang-orang meminta kelimpahan saat memanen padi dengan cara memebri sesajen di pinggir sawah itu yang isinya ada bubur putih dan coklat, kaca, sisir, air biasa diberi dengan daun jati dan diberi bunga di kelilingnya, tujuan melakukan itu supaya tuhan memberikan rezeki yang nagus dan itu dilakukan turun temurun. Saat sudah kering makanan itu sisir dan kacanya dibawa pulang atau diberikan ke orang lain atau bahkan disimpan. Tapi sekarang tradisi memberi sajen itu tidak dilakukan lagi karena tau itu perbuatan musyrik.

 

nama: imroatul hasanah

kelas B semester 1 prodi perbankan syariah iain metro lampung

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *