SLAMETAN DI PEREMPATAN JALAN SETIAP SYURA’

Slametan merupakan kebudayaan yang masih ada di daerah-daerah tertentu khususnya masyarakat Jawa dan sudah hal yag biasa untuk masyarakat Sukadana Ilir dan sekitarnya. Hal itu hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT ataupun hanya utnuk agar tidak ada kecemasan masyarakat. Maksud kecemasan itu adalah untuk menghilangkan bala (musibah) penyakit. Dari nenek moyang terdahulu sudah ada ritual seperti ini dan hingga saat ini masih diyakini oleh sebagian masyarat Sukadana Ilir.

Slametan di perempatan dikembangkan secara turun-temurun. asal nama Slametan berasal dari kata Selamat. Selamat adalah untuk terciptanya keadaan aman dan menghilangkan gangguan-gangguan dari makhluk gaib.

Slametan di perempatan ini dilakukan hanya pada malam syura’, karena menurut masyarakat sekitar hari ini adalah hari yang paling sakral atau mujarab untuk mengusir penyakit atau gangguan hal-hal gaib.

Masyarakat datang ke perempatan dengan membawa makanan yang sudah mereka masak dan sudah dipersiapkan seperti nasi urap, nasi telur dadar dan lain-lain. Kemudian makanan dikumpulkan diperempatan di letakkan di atas daun pisang yang sudah di siapkan oleh salah seorang dari mereka. Setelah semuanya berkumpul slametan ini pun di mulai.

Slametan ini dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat untuk memimpin doa, seperti doa tolak bala dan disertai doa-doa keselamatan dan keberkahan hidup.

Setelah selesai berdoa, lalu masyarakat mengambil makanan dan makan bersama-sama di perempatan. kalaupun makanannya tidak habis, makanan itu akan dibawa pulang untuk keesokan harinya diberi ke hewan ternak mereka. Menurut sebagian orang apabila hewan ternak mereka memakan sisa dari slametan maka hewan ternaknya tidak mudah terserang penyakit.

Pada dasarnya, Slametan di perempatan ini merupakan ritual yang sangat sakral dan bertujuan mulia. Karena di dalam ritual tersebut terdapat permohonan atau doa kepada Allah SWT dan juga masyarakat bershalawat sebelum membacakan doa, sebagai wujud penghormatan kepada Rasulullah Muhammad S.A.W. dan hanya kepada Allah lah dapat mengadu.

Lutfi Khoiriah

semester 1 kelas B  Prodi S1

Perbankan Syariah IAIN Metro

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *