Tradisi Keagamaan Islam

Saya tinggal di desa srisawahan, di lingkungan saya terdapat tradisi keagamaan yang masih berjalan hingga saat ini yaitu pengajian. Pengajian di desa saya ini di bagi menjadi tiga yaitu: pengajian bapak-bapak, pengajian ibu-ibu, dan pengajian pemuda. Pengajian ibu-ibu di laksanakan setiap dua minggu sekali. Sistem yang di gunakan seperti arisan yaitu ibu-ibu membawa uang lima ribu rupiah untuk membantu pihak yang berketempatan untuk membeli hidangan dan minuman. Sistem ini juga berlaku untuk ngaji bapak-bapak dan pemuda. Tujuan dari pengajian bapak-bapak dan pengajian ibu-ibu sama yaitu untuk beribadah ke pada allah dan silaturahmi. Yang bertausiah pada pengajian bapak-bapak dan pengajian ibu-ibu adalah ustad yang ada di desa saya . Pengajian pemuda sedikit berbeda dengan pengajian bapak-bapak dan pengajian ibu-ibu . Pengajian pemuda selain untuk beribadah kepada allah dan bersilaturahmi tapi tiap-tiap pemuda di tuntut untuk bisa menjadi pembawa acara dan sekali kali menyampaikan tausiah. Tak jarang para pemuda yang belom siap mentalnya ketika mendapat tugas ia malah tidak berangkat atau bolos tanpa ada alasan yang jelas ,walaupun demikian pengajian pemuda tetap berjalan sebagaimana mustinya, jamaahnya pun malah bertambah banyak. Pengajian ini akan berhenti atau libur pada bulan ramadhan dikarenakan pengajian ini dilaksanakan pada malam hari. Ketiga pengajian ini sengaja di bentuk oleh tokoh-tokoh desa supaya warganya bisa berkumpul dan melakukan kebaikan secara bersama.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *