Wahyu/Ayat Qouliyah di dalam Islam

 

* $tBur tb%x. AŽ|³u;Ï9 br& çmyJÏk=s3ムª!$# žwÎ) $·‹ômur ÷rr& `ÏB Ǜ!#u‘ur A>$pgÉo ÷rr& Ÿ@řöãƒ Zwqߙu‘ zÓÇrqã‹sù ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ $tB âä!$t±o„ 4 ¼çm¯RÎ) ;’Í?tã ÒOŠÅ6ym ÇÎÊÈ

  1. dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan Dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir[1347] atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.(Yusuf : 2012, 23).

 

[1347] Di belakang tabir artinya ialah seorang dapat mendengar kalam Ilahi akan tetapi Dia tidak dapat melihat-Nya seperti yang terjadi kepada Nabi Musa a.s.

Sehubungan dengan perkataan seorang yahudi kepada nabi. Yahudi itu berkata : “ apakah anda dapat berbicara dengann Allah dan melihatnya ? sesungguhnya kami tidak beriman kepadamu sehingga kamu melakukan hal demikian “ maka nabi Muhammad menjawab : Musa tidak melihat Allah

Ÿwöqs9ur ã@ôÒsù «!$# y7ø‹n=tã ¼çmçGuH÷qu‘ur M£Jolm; ×pxÿͬ!$©Û óOßg÷YÏiB cr& x8q=ÅÒム$tBur šcq=ÅÒムHwÎ) öNåk|¦àÿRr& ( $tBur štRr•ŽÛØo„ `ÏB &äóÓx« 4 tAt“Rr&ur ª!$# šø‹n=tã |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur šyJ©=tãur $tB öNs9 `ä3s? ãNn=÷ès? 4 šc%x.ur ã@ôÒsù «!$# y7ø‹n=tã $VJŠÏàtã ÇÊÊÌÈ

  1. Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab dan Hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.(24) .(Yusuf : 2012, 24).

#sŒÎ)ur |MZä. öNÍkŽÏù |MôJs%r’sù ãNßgs9 no4qn=¢Á9$# öNà)tFù=sù ×pxÿͬ!$sÛ Nåk÷]ÏiB y7tè¨B (#ÿrä‹äzù’u‹ø9ur öNåktJysÎ=ó™r& #sŒÎ*sù (#r߉yÚy™ (#qçRqä3uŠù=sù `ÏB öNà6ͬ!#u‘ur ÏNù’tGø9ur îpxÿͬ!$sÛ 2”t÷zé& óOs9 (#q=|Áム(#q=|Áã‹ù=sù y7yètB (#rä‹è{ù’uŠø9ur öNèdu‘õ‹Ïn öNåktJysÎ=ó™r&ur 3 ¨Šur z`ƒÏ%©!$# (#rãxÿx. öqs9 šcqè=àÿøós? ô`tã öNä3ÏFysÎ=ó™r& ö/ä3ÏGyèÏGøBr&ur tbqè=‹ÏJuŠsù Nà6ø‹n=tæ \’s#ø‹¨B Zoy‰Ïnºur 4 Ÿwur yy$oYã_ öNà6ø‹n=tã bÎ) tb%x. öNä3Î/ “]Œr& `ÏiB @sܨB ÷rr& NçFZä. #ÓyÌö¨B br& (#þqãèŸÒs? öNä3tGysÎ=ó™r& ( (#rä‹è{ur öNä.u‘õ‹Ïn 3 ¨bÎ) ©!$# £‰tãr& tûï̍Ïÿ»s3ù=Ï9 $\/#x‹tã $YY‹Îg•B ÇÊÉËÈ

  1. dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, Maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat)[344], Maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu[345]], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu[346]. .(Yusuf : 2012, 26)

 

[344] Menurut jumhur mufassirin bila telah selesai serakaat, Maka diselesaikan satu rakaat lagi sendiri, dan Nabi duduk menunggu golongan yang kedua.

[345] Yaitu rakaat yang pertama, sedang rakaat yang kedua mereka selesaikan sendiri pula dan mereka mengakhiri sembahyang mereka bersama-sama Nabi.

[346] Cara sembahyang khauf seperti tersebut pada ayat 102 ini dilakukan dalam Keadaan yang masih mungkin mengerjakannya, bila Keadaan tidak memungkinkan untuk mengerjakannya, Maka sembahyang itu dikerjakan sedapat-dapatnya, walaupun dengan mengucapkan tasbih saja.

 

Yusuf:2012,

Bintang sebagai penunjuk jalan termasuk kedalam ayat ayat kauniyah seperti yang tercantum kedalam Surah Al-An’am ayat 97

u uqèdur “Ï%©!$# Ÿ@yèy_ ãNä3s9 tPqàf‘Z9$# (#r߉tGöktJÏ9 $pkÍ5 ’Îû ÏM»yJè=àß ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur 3 ô‰s% $uZù=¢Ásù ÏM»tƒFy$# 5Qöqs)Ï9 šcqßJn=ôètƒ ÇÒÐÈ

  1. dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Azra, Azyumardi. 2009. Studi kawasan dunia islam. Jakarta: Rajawali Pers

Yusuf, M Kadar.2012.studi alquran.Jakarta:Amzah

Al-Balady,bin Athiq.1993.Bahasa Arab:Semarang:CV.Toha Putra Semarang

 

Catatan

  1. Hanya copas dari ayat al-Quran. Itu pun belum diperbaiki salah tulisnya.
  2. Plagiasi 76%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *