Wahyu atau Ayat Kauniyah dalam Islam

Al-Quran Al-Karim, yang gterdiri atas 6.236 ayat itu, menjabarkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan, antara lain menyangkut alam raya dan fenomenanya. Ayat ayat ini mengandung segala sesuatu, tetapi dalam Al-Quran terdapat segala pokok petunjuk menyangkut kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Al-Ghazali di nilai sangat berlebihan ketika berpendapat bahwa “segala macam ilmu pengetahuan baik yang telah, sedang dan yang akan ada, semuanya terdapat didalam Al-Quran”.

Dasar pendapatnya ini diambil dari ayat yang berbunyi, pengetahuan tuhan kami mencakup segala sesuatu (QS 7:89). Dan bila aku sakit dialah yang menyembuhkan aku (QS 26:80). Tuhan tidak mungkin mengobati kalau tidak tahu penyakit dan obatnya. Jadi dari ayat ini disimpulkan bahwa Al-Quran merupakan kalam atau firman allah, juga mengandung kedisiplinan ilmu kedokteran. Al-quran berbicara tentang alam dan fenomenanya. Ada 3 hal yang dapat dikemukakan mengenai hal tersebut :

  • 1 Al-Quran memerintahkan atau menganjurkan kepada manusia untuk memperhatikan dan mempelajari alam raya dalam rangka memperoleh manfaat dan kemudahan bagi kehidupannya. Serta menghantarkan nya kepada kesadaran dari keesaan dan kemahakuasaan Allah SWT.
  • 2 Alam dan segala isinya beserta hukum hukum yang mengaturnya, diciptakan, dimiliki dan di bawah kekuasaan Allah SWT serta diatur dengan sangat teliti. Alam raya tidak dapat melepaskan diri dari ketetapan-ketetapan tersebut, kecuali jika dikehendaki oleh Tuhan.
  • 3 Berita ayat-ayat kauniyah bersifat ringkas, teliti, padat, sampai pemahaman atau penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut dapat menjadi sangat berfariasi, sesuai dengan tingkat kecerdasan dan pengetahuan masing masing penafsiran.  (Shihab : 2009, 203).

Bintang sebagai penunjuk jalan termasuk kedalam ayat ayat kauniyah seperti yang tercantum kedalam Surah Al-An’am ayat 97

uqèdur “Ï%©!$# Ÿ@yèy_ ãNä3s9 tPqàf‘Z9$# (#r߉tGöktJÏ9 $pkÍ5 ’Îû ÏM»yJè=àß ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur 3 ô‰s% $uZù=¢Ásù ÏM»tƒFy$# 5Qöqs)Ï9 šcqßJn=ôètƒ ÇÒÐÈ

Artinya: dan dialah yang menjadikan bintang bintang bagimu, agar kamu menjadikan nya penunjuk jalan dalam kegelapan di darat dan di laut. (El-Fandy :2004, 80)

Ayat ini menunjukan dengan cara yang menakjubkan, dan dengan gaya ilmiah yang asli, tentang bagaimana bintang bintang dan bukan planet planet lain yang digunakan untuk menentukan arah didarat. Ayat ini menjelaskan dengan kecermatan yang tepat dan dengan kesamaan nama kata tentang badai yang sudah tentu tidak diketahui oleh Rasulullah saw. (El-Fandy :2004, 82)

Manfaat dan nikmat dari ayat kauniyah yang menunjukan keluasan rahmat Allah, kemahamurahan,dan kebaikannya.

  1. Merasakan keagungan Allah dan kelemahan diri. Pengagungan akan melahirkan kecintaan, rasa takut untuk mendurhakai nya, juga berharap hanya kepada Allah. Dan menyadari kelemahan diri akan membuat manusia inabah dan mengembalikan urusan kepada Allah dan menjauhkan diri dari sifat congkak dan sombong.
  2. Setiap mahluk yang berada di muka bumi ini menjadi sumber inspirasi bagi manusia untuk mendapatkan kemudahan duniawi dan akhirat.
  3. Mendorong manusia untuk bersyukur. Karena tidak satupun mahluk yang diciptakan oleh Allah melainkan faedah bagi manusia. (Azra:2009,18)

 

DAFTAR PUSTAKA

Shihab, M. Quraish. 2009. Membumikan Al-Quran. Bandung: Mizan.

Azra, Azyumardi. 2009. Studi kawasan dunia islam. Jakarta: Rajawali Pers

El-Fandy, Muhammad Jamaluddin. 2004. Al-Quran tentang alam semesta: Amzah

 

Catatan

  1. Sudah berupaya menjawab pertanyaan, meskipun belum tuntas dan kurang fokus
  2. Ada teks Arab yang belum diperbaiki.
  3. Plagiasi 22%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *