Sejarah Pemikiran Agama (1): Animisme

Kata animisme berasal dari bahasa Latin, yaitu anima yang berarti roh. Kepercayaan animise merupakan kepercayaan kepada makhluk halus dan roh. Keyakinan ini banyak dianut oleh bangsa-bangsa yang belum mengenal agama. Paham animisme mempercayai bahwa setiap benda dibumi (sepeti laut, gunung, hutan, gua, atau tempat-tempat tertentu) mempunyai jiwa yang mesti di hormati agar jiwa tersebut tidak mengganggu manusia, bahkan membantu manusia dalam kehidupan.

Menurut pandangan masyarakat primitif roh mempunyai kekuatan dan kehendak. Roh memiliki sifat yaitu mempunyai bentuk, umur, mampu makan. Roh ini mesti diberi makan sama halnya manusia. Jika marah roh dipercayai dapat membahayakan nyawa manusia oleh karna itu kebaikannya harus dicari dan diusahakan agar tidak marah. Cara untuk merayu roh agar tidak marah dengan memberikan sesembahan atau pun sajian makanan berupa hewan kurban. (Dedi Supriyadi, M.Ag. dan Drs. Mustofa Hasan, M. Ag.:2012,75-76)

Menurut masyarakat primitif segala benda/hal yang ada didunia ini mempunyai roh seperti manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda lainnya. Bahkan gunung, laut, sungai, pohon, kayu dan batu pun mempunyai roh. Dan menurutnya roh-roh yang menimbulkan perasaan dahsyat seperti danau, sungai, laut dan pohon berkayu besar dapat menarik perhatian dalam diri manusia. Dan ada juga yang tidak menimbulkan perasaan dahsyat seperti rumput, batu tidak menarik perhatian. (Prof.Dr. Harun Nasution: 2003,27)

Menurut agama animisme roh dari benda-benda dipandang berkuasa dan harus dihormati, dijunjung tinggi dan disembah agar roh itu menolong manusia dan tidak membahayakan bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menghormati, menjunjung tinggi dan menyembah roh masyarakat primitif berusaha mengikat persahabatan dengan roh tersebut, Dengan memenuhi apa yang diinginkan roh tersebut seperti memberi makan berupa sesajen, pemberian kurban, mengadakan pesta-pesta khusus untuk dia, dan menyembahnya. (Prof.Dr. Harun Nasution: 2003,28-29)

Di dalam kepercayaan animisme roh itu ada di setiap penjuru tanpa mempunyai tujuan. Orang-orang Arab Kuno yakin bahwa roh manusia yang mati di tempat tidur rohnya keluar lewat lubang hidung. Sedangkan manusia yang mati dimedan tempur rohnya keluar lewat tombak yang menancap tubuhnya. Menurut anggapan orang-orang Yahudi Kuno bahwa roh itu terbuat dari zat yang halus dan dapat keluar sewaktu-waktu dari jasadnya. Oleh karena itu, tukang sihir berusaha memburu roh-roh yang berkeliaran untuk dikuasai. Mereka membungkus roh itu dengan sapu tangan kemudian menjualnya kepada keluarga yang membutuhkan, seperti seseorang yang lagi sakit. Orang yahudi beranggapan orang yang sakit dapat disembuhkan dengan memasukan roh orang lain ke tubuh orang sakit tersebut. Namun tidak semua tukang sihir memperdagangkan roh tersebut. Ada yang hanya mengumpulkan roh-roh untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan secara gratis. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A.:2012,62-63)

Rujukan

Supriyadi, Dedi dan Mustofa Hasan. 2012. Filsafat Agama. Bandung: Cv Pustaka Setia

Nasution, Harun. 2003. Filsafat Agama. Jakarta: PT Bulan Bintang

Bakhtiar, Amsal: 2012. Filsafat Agama Wisata Pemikiran dan Kepercayaan Manusia. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

 

NADIA PERMATASARI

1602100048

Mahasiswi Semester 1 Kelas B

Prodi S1 Perbankan Syariah IAIN Metro

 

Catatan

  1. Plagiasi 0%.
  2. Sudah menjawab pertanyaan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *