Perkembangan Studi Islam di Wilayah Asia Tenggara

 

 

Mengenai tempat asal datangnya Islam ke Asia Tenggara saja sedikitnya ada 3 teori besar :

  • Teori yang menyatakan bahwa Islam datang langsung dari Arab (Hadramaut).
  • Teori bahwa islam datang ke India, yakni Gujarat dan Malabar, juga ada yang menyatakan bahwa Islam datang dari Benggali (kini Bangladesh).
  • Islam datang dari Persia, hal ini terbukti dengan banyaknya ditemukan tradisi dan budaya Persia dan Syi’ah yang masuk ke Nusantara, seperti halnya dalam model upacara keagamaan seperti tabut di Minangkabau, metode pembelajaran pembacaan Al-Qur’an seperti metode Baghdadiyah.
  • Islam datang ke Kurdistan, dimana banyak ditemukan berbagai nama-nama orang Melayu yang menggunakan bahasa-bahasa Kurdistan.

 

Menggambarkan tentang ciri-ciri perkembangan dan pola kehidupan sosial,agama, serta budaya kaum muslimin Melayu di Asia Tenggara, khususnya mengenai dinamika budaya setiap komunitas wilayah, haruslah menggunakan pola-pola yang kompleks dan longgar. Karena satu sisi secara etnolinguistik masing-masing ngeara-negara di kawasan ini menunjukkan pada posisi yang homogen, namun pada sisi yang lain terutama pola dan dinamika politik wilayah ragionalnya secara logis menuntut pada perkembangan yang sangat berbeda. Apalagi dilihat dari sudut geografis dimana kawasan Melayu sangat berbeda dengan kawasan-kawasan budaya lainnya, yakni dalam bentuknya sebagai negara-negara kepulauan .

Bangsa-bangsa Melayu di Asia Tenggara menghadapi persoalan globalisasi ekonomi, di mana masing-masing negara telah menggambil sikap dan pola kebijakan tersendiri dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangan politik dan posisi demografis mereka masing-masing. (Thohir,2009:333)

A. MALAYSIA

Sekitar 45% Penduduk Malaysia adalah Melayu dana China,sisanya adalah orang-orang India, Pakistan, Seilon, Orang-orang Eropa, Eurasia, Dayak dan suku asli Kalimantan.

Orang-orang Melayu adalah muslim dan islam adalah agama Negara, namun komunitas lain menikmati kebebasan beragama di kawasan ini. Orang-orang Cina umumnya penganut Budha, Konfusionis atau Tao, sementara mayoritas orang India adalah penganut Hindu. Kebanyakan orang Indo Eropa adalah penganut Katholik Roma atau Protestan. Orang-orang Dayak di Serawak umumnya mengikuti Animisme, walaupun sebagiannya pindah ke kepercayaan yang lain.

Melayu adalah bahasa Nasional mereka walaupun Bahasa Inggris lebih banyak di gunakan. Mayoritas orang China dan India belum sepenuhnya menggunakan Bahasa Melayu. (Thohir,2009:345)

Upaya membangun Wilayah Melayuisme.

Bahasa Melayu adalah Bahasa Islam. Yakni lahir dari dalam peadaban muslim di Asia Tenggara. Dalam khazanah kesusastraan Melayu, para ulama telah membangun dan menggunakan Bahasa Melayu-Islam. Watak kedua Bahasa ini telah berpengaruh pada pusaran kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat muslim di Malaysia. Umat Islam telah kehilangan bahasa dan aktivitas tulisan Melayu yang dekat dengan Islam (Qur’an). Ini bisa jadi merupakan indikasi kemerosotan budaya islam akibat tulisan Arab Melayu tidak digunakan lagi.

Di Semenanjung Malaya, pada abad X daerah kekuasaan kerajaan Malaka telah menerima Islam. Sampai saat ini Islam menjadi agama yang resmi negara federasi Malaysia. Undang-undang Malaka denga jelas berisi hukum Islam yang menetapkan bahwa pemerintahan Malaka harus dijalankan sesuai dengan hukum Qur’ani.

Di Malaysia, penduduk muslim tidak lebih dari 55% dari seluruh jumlah penduduk. Meskipun tidak semua orang muslim adalah Melayu, secara konstitusional, orang Melayu mesti Muslim.

Peranan Islam dalam politik lebih kentara di Malaysia terutama pada tahaun 1980-an. Saat ini merupakan faktor krusial baik di tingkat nasional maupun lokal.

Di antara organisasi Islam lain, Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) berada dibarisan terdepan dalam mempromosikan citra positif tentang Islam kepada kaum muslimin dan juga masyarakat non-muslim. Orang-orang Melayu disengaja ataupun tidak, tetap memiliki hubungan yang baik dengan sesama warga yang non-muslim.(tohir,2009:347-351)

 

B.BRUNEI DARUSSALAM

Sebagai agama resmi, Islam mendapat perlindungan dari negara. Dominasi keluarga kerajaan di bidang pemerintahan dan tidak adanya demokrasi politik memungkinkan pemerintahan memberlakukan kebijaksanaan di bidang agama dan umum lainnya tanpa bnayk kesuliatan. Bruneu sangat berhati-hati terhadap pengaruh dari luar tampaknya masyarakat feodal tradisional ini akan tetap bertahan entah sampai kapan.

Kerajaan Brunei Darussalam, negara yang manyatakan proklamasi kemerdekaanya pada tahun 1984 ini, konstitusinya secara tegas menyatakan bahwa negara tersebut adalah negara Islam yang beraliran Ahlus sunnah wal jamaah.

Perubahan politik dan dinamika agama yang dilancarkan pemerintah juga berimbas pada reformasi umat beragama. Reformasi dalam bidang pendidikan agama yang semula dilakukan secara pribadi oleh para ulama melalui lembaga yang dimilikinya. Namun di periode modern, pendidikan agama yang lebih sistematik mulai diperkenalkan. Guru-guru agama harus ditatar di sekolah agama yang dikenal. Agama juga menjadi salah satu mata pelajaran yang diterapkan di seluruh sekolahan.(Thohir,2009:353-355)

 C. MUANGTAHAI

Di muangtahi,kedatanag islam sebenarnya telah tersa pada masa pemerintahan kerajaan sukhatai di abad XIII. Perdagangan merupakan fakto-faktor dominan yang mendekatkan islam dengan kerajaaan ayudhthaya.

Kaum muslim tidak hanya mapu mengontrol jalur perdagang an yang melintasi semenanjung,namun juga mampu mengamankan perjanjian administratif di seluruh kerajan ayuthaya.rapuhnya melayu pattani di tahi selatan,hancurnya kekuatan politik dan hilangnya peran elite trdisional mereka menimbulkan efek melemahkan umat.Bahasa melayu yang menjadi perekat identitas mereka dan media dalam sistem pengajaran di hapuskan,karena mendapat pengawasan dari penguasa thai

Komunitas muslim muangthai yang berjumlah dua juta jiwa mengalami dilema yang komplek.di perburuk oleh keadaan kelompok muslim yang terpusat di provinsi bagian selatan yang menginginkan kemerdekaan dan keikut sertaan mereka dalam benegara tidak mendapat tempat,akhirnya meraka menjadi bangsa yang di buru dan di taklukan

Di muangthai akum minoritas muslim di pandang dengan sikap negatif sebagai orang Khaek.secara harfiah,dalam bahasa thai,kata ini berarti ‘tamu’ istilah ini jugadi gunakan untuk menyambut tamu tamu asing atau imigran kulit berwarna dan dalam konotasi ini di kenakan kepada orang-orang muslim dari muangthai selatan,sebagai orang melayu.

Secara resmi,mereka disebut’orang-orang muslim thai’ tetapi sebutan inipun menyinggung perasaanbelkangan ini,karena thai berarti orang siam.Dari jumlah pemeluknya,islam adalah agama kedua yang cukup penting di mauangthai.menurut gambaran resmi,masyarakat muslim merupakan 4% dari seluruh penduduk muangthai yang kini mencapai 50 juat jiwa.

Di bidang politik,persoalan masyarakat muslim melayu yang ingin memisahkan diri sangat meresahkan kerajaaan thailnd gerakan pemberontakan kaum separatis melayu muslim melahirkan sejumah oganisasi seperti PULO (Pattani United Liberation Organization)

Pemerintah menyiapkan dana untuk kegiatan ke agamaan.kaum muslim di perbolehkan melaksanakan dakwah,membentuk organisasi dan mengelola penerbitan literatur keagamaan,yang sekarag sedang tumbuh.meskipun demikian,kaum muslim sendiri tidak bebas dari perpecahan. (Thohir,2009:356-361)

D. FILIPINA

Sejarah hubungan kaum muslim di filipina mempunyai sejarah yang panjang. sejak zama pra-kolonial. dilihat dari aktivitas kerja orang islam Moro ada yang bekerja di sektor pemerintahan sebagai guru,administratur,personil angkatan bersenjata. kaum muslim yang mendapat pendidikan sekunder cenderung mudah menyatu dengan negara Filipina.

Diantara nya adalah dengan di bentuknya Philipine Pilgrimage Authority, agen pembangunan dan kesejahteraan muslim dan pelaksanaan hukum keluarga bagi kaum muslim.sikap positif terhadap penduduk muslim Filipina akan membantu meringankan beban tugas Presiden Fidel Ramos.Dalam kebijakan publik, keduanya berhasil membuat draf kitab undang undang bagi kaum muslim Filipina yang sekarang di sahkan sebagai PD No.1083.(Thohir,2009:362-368)

Kendati adanya konflik di tengah masyarakat yang mayoritas penduduknya beragama muslim,biasanya mereka berupaya untuk mempertahankan diri dari sikap pervensi yang berlebihan. hal ini dapat dilihat pada saat terjadinya konflik di Filipina bagian selatan. mayoritas daerah beragama muslim, namun pemimpin mereka beragama non islam yang memahami ajaran agama islam sehingga kebijakan penguasa ini sering berbenturan dengan anggota masyarakat yang mayoritas muslim.(Jamal,2008:159)

E. KAMBOJA

Kampuchea pernah mengalami fase yang memainkan sejarah islam di kamboja.peran dan pengaruh kaum muslim lebih besar disana.penduduk muslim kampuchea sebagaiman kaum muslim lain mereka juga bersifat kosmopolitan

Mayoritas muslim disana berasal dari ethnis cham.islam masuk kedalam masyarakat cham dierkirakan pada periode dinasti Zoong di China (960-1280)

Karena ada konspirasi di kalangan istana negara mengakhiri kekuasaan islam yang singkat di kampuchea.salah satu dengan adanya peristiwa pembantaian atau pembunuhan masal yyang sitematis terhadap kaum muslim di kampucheatimbul dari rasa kebencian terhadap agama .

Dewasa ini mereka sedang berusaha memulai kembali kehidupan merekameski merupakan kaum minoritas agama dan ethinis orang cham tidak berselisih dengan tetangga sekitar yang mayoritas beragama budha.(Thohir,2009:368-375)

F. SINGAPURA

Berdasarkan perkiraan islam masuk ke singapura pada abad ke-8melalui jalur perdagangan Perilaku kehidupan sehari-hari keluarga muslim melayu di singapura adalah pencerminan yang sangat kuat dari pengaruh guru-guru agama,imam-imam masjid.mereka terbiasa dalam kegiatan –kegiatan ritual keagamaan secara kolektif.

Di Singapura tarekat yang paling tua dalah tarekat ‘A lawiyah yang berpusat di masjid Ba’alami.ada juga beberapa jenis tarekat yangg dianut oleh masyarakat muslim di singapura contohnya tarekat Syadzillah dan Idrisiyah. (Thohir,2009:379-381)

G. INDONESIA

Islam masuk ke wilayah indonesia dikarenakan ada beberapa faktor salah satunya adalah geografis ,negara indonesia berada dan berdomisili di lingkungan wilayah yang memiliki garis-garis pantai dan hutan hutan tropis yang tersebar di kawasan seluas hampir 3.000 mil.

Dari faktor wilayah,Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau yang tersebar di sepanjang garis katulistiwa .sehingga kedua faktor tersebut,secara tidak langsung telah membentuk kemajemukan bangsa ini dalam berbagai hal.

Islam di dakwahkan di Asia Tenggara melalui tiga cara :

  1. Melalui dakwah para pedagang muslim dalam jalur perdagangan
  2. Melalui dakwah para da’i dan orang –orang suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir
  3. Melalui kekuasaan atau peperangan dengan negara-negara penyembah berhala (Atang,2011:169)

Islam pertama kali datang ke bumi Nusantara melalui masyarakat yang hidup di sekitar daerah pesisir.sebab,pola perdagangan yang terdapat di jalur-jalur pantai itu ,telah berkembang menjadi pola hubungan timbal balik dan pertukaran budaya antara masyarakat pesisir dengan pedagang asing.pola penyebaranini menyebabkan Islam berkembang dengan mudah. sebabdengan proses penyebaran kultural ini,islam mampu berkembang dengan pesatdan bahkan,bagi masyarakat pesisir ,islam adalah bagian dari kehidupan mereka yang tak bisa terpisahkan.islam datang ke Nusantaratidak dengan membawa simbpl-simbol budaya Islam Timur Tengah, bahkan dalam proses penyebarannya, islam cenderung melakukan akomodasi dan penyerapan terhadap kultur penduduk setempat.

Dalam penyebaran ini islam tidak langsung di terima masyarakat pada umumnya .karena hal itu,di Jawa,mislanya,sebagian penduduk tetap menganut kepercayaan nenek moyang mereka,hampir sama juga di Minangkabau.selain itu,kepercayaan lain yang sudah di pengaruhi oleh Hindu-Budha tidak tampil sebagai pemersatu.

Dalam buku Dynamic of Indonesia Historyi di sebutkan bahwa orang-orang indonesia kuno percaya akan kekuatan spiritual yang kadang-kadang dibagi ke dalam kekuatan –kekuatan lain.sisa sisa ritual kono itu sampai sekarang dapat kita saksikan dalam bentuk batu-batuan dan tempat peribadatan di beberapa daerah di wilayah Nusantara

Proses islamisasi di Jawa dilanjutka oleh Wali Songo. Para Wali Songo itu masing masing memiliki tugas untuk menyebarkan agama Islam ke seluruh pelosok Jawa melalui tiga wilayah penting.

Wilayah pertama : Surabaya,Gresik dan Lamongan di Jawa Timur

Wilayak kedua : Demak,Kudus dan Muria di Jawa Tengah

Wilayah ketiga : Cirebon di Jawa Barat

Dalam berdakwah para Wali Songo itu menggunakan jalur-jalur tradisi yang sudah di kenal oleh orang-orang Indonesia kuno.yakni dengan meletakan nilai-nilai islam pada praktik dan kebiasaan tradisi setempat.selain berdakwah dengan tradisi,para Wali Songo juga mendirikan pesantern pesantren yang di gunakan sebagai tempat untuk mempelajari islam. Meskipun islam adalahagama mayoritas penduduk bangsa ini,akan tetapi tampak praktik-praktik yang di lakukan oleh mereka sangatlah bervariasi. (Thohir,2009:384-403)

KESIMPULAN

Kebanyakan penyebaran islam di kawasan Asia Tenggara dilakukan melalui jalur perdagangan antar negara dan juga peperangan.dalam hal ini metode yang di gunakan bermacam-macam setiap negara berbeda beda.karena sikap toleransi lebih menonjol diantara penganut agama islam di Asia Tenggara berkembang dengan aman dan sekarang agama Islam menjadi agama mayoritas di Asia Tenggara.

Islam sebagai agama universal berkembang sesuai konteks zaman dan tempat dimana ia berkembang serta islam dapat menjadi inspirator dalam setiap perubahan sosial sebuah masyarakat.

 

Daftar Pustaka

Hakim Atang Abd.2011.Metodologi Studi Islam.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Thohir Ajid.2009.Studi Kawasan Dunia Islam.Jakarta: Rajawali Pers.

Sahrodi Jamal.2008. Metodologi Studi Islam.Bandung: Pustaka Setia.

 

Diah Ayu Pitaloka Semester I Kelas B Prodi S1 Perbankan Syari’ah

 

Catatan

  1. Sudah menjawab pertanyaan
  2. Plagiasi 24%

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *