Peran Muhammad dan Wahyu

Nabi Muhammad sebagai pemimpin Agama dan Negara Biografi Nabi Muhammad Saw sebagai wahyu pertamaNabi Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Rabi’ul awal bertepatan pada tanggal 20 April 571 disuatu tempat yang tidak begitu jauh dari ka’bah. Semenjak lahir, beliau tidak pernah melihat ayahnya dan oleh karena itu kakeknya Abdul Muthalib yang mengasuh dan membesarkannya. Muhammad kecil disusukan oleh Halimat Al-sa’diah dan masa remajanya dipergunakan sehari-hari untuk mengembara kambing. Ketika kakeknya meninggal maka Nabi Muhammad diasuh oleh Abu Thalib dan ketika itu Nabi Muhammad berusia 8 tahun. Abu Thalib memberikan pendidikan kepadanya dan mengarahkannya terjun kedunia bisnis sehingga Nabi Muhammad bepergian bersama Abu Thalib berniaga ke negri Syam. Kepergian Nabi Muhammad kenegri Syam adalah membawa barang-barang dagangan Siti Khadijah dan berkat kelihaian cara berdagang beliau mendapat untung yang sangat besar yang belum pernah diterima Khadijah sebelumnya, dan ini menambah eratnya hubungan antara Siti Khadijah dan Nabi Muhammad.(Abi Muhammad Abu Malik bin Hasyim,1992:171)

Hubungan erat ini berakhir ketika Nabi Muhammad mengawini Khadijah yang kala itu berusia 25 tahun dan Siti Khadijah berusia 40 tahun dan ia sudah menikah dua kali sebelumnya. Setelah mengawini Khadijah Nabi Muhammad sering sekali menjauhkan diri dari pergaulan masyarakatnya yang dikenal dengan kerendahan moral mereka. Tempat yang beliau pilih untuk menyendiri itu adalah Gua Hira. Kepergiannya ketempat ini untuk mengikis keraguan yang ada dalam dirinya dan juga lantaran kerindun untuk mencari kebenaran. Pada saat inilah Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama sebagai legitimasi diangkatnya beliau menjadi Rasul.Muhammad menerima saran dan dukungan dari seorang Hanif-pengikut Monotheisme Arabian yang percaya pada Tuhan yng Esa namun bukan sebagai pengikut Yahudi dan bukan juga Kristen yang mengajarkan kepada Muhammad mengenai kesia-siaan penyembahan berhala. Jadi sebelum turun Al-Qur’an, Muhammad telah berusaha mencari keyakinan agama yang lurus.

Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah, Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama ketika beliau berusia 40tahun bertepatan pada tanggal 17 ramadhan, pada malam itu beliau melihat suatu bayangan dilangit, bayangan ini kelihatan turun kebawah dan mendekati beliau hingga akhirnya jarak antara bayangan dengan beliau sekitar kurang lebih satu meter. Dalam keadaan seperti itu Nabi Muhammad Saw tidak mampu menguasai diri karena merasa takut yang sangat mencekam.

Tidak lama kemudian mendengar perintah kepada Nabi Muhammad Saw sebagaimana tertera dalam firman Allah Surat Al-alaq ayat 1 s.d 5 yang artinya: Bacalah dan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”. Kemudian bayangan itu melepaskan Nabi Muhammad. Untuk selanjutnya ayat al-qur’an ayatnya diturunkan secara beragsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw selama 2 tahun 2 bulan 22 hari. Masa turunnya Al-qur’an ketika Nabi Muhammad berada dikota Makah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, sedangkan pada masa beliau di madinah selama 9 tahun 9 bulan 9 hari.

Nabi Muhammad sebagai pemimpin negara Agama Islam adalah Agama yang mengajarkan manusia untuk hidup damai dan selamat. Sebab kedamian adalah tangga untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, aman dan makmur. Dalam mewujudkan masyarakat yang aman dan damai usaha yang dikerjakan Nabi Muhammad sebagai pemimpin negara yaitu

a. Mendirikan masjid.
b. Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Anshar.
c. Perjanjian perdamaian dengan kaum Yahudi.
d. Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam.

Nabi Muhammad sebagai manusia biasa menerima bisikan dari Allah Swt yang disebut dengan wahyu. Bisikan itu berisi misi atau risalah ilahiah yang disampaikan kepadanya melalui malaikat Jibril. Artinya, pewahyuan Al-qur’an kepada Nabi meggambarkan terjadinya perumpamaan antara makhluk material (jasmaniah). Yaitu Nabi Muhammad dengan makhluk immaterial (ruhani), yaitu Jibril dan diterimanya interaksi antara makhluk jasadi dengan khaliq yang maha tinggi. (M.Yusuf,2009:23) Diutusnya Muhammad saw pada sisinya yang lain yaitu sebagai penyempurna akhlak manusia. Dalam hal ini bahwa berarti Allah sebelumnya telah membekali Nabi dengan akhlak sehingga nantinya menjadi teladan bagi umatnya dalam mendidik generasi-generasi berikutnya.

Nabi Muhammad Saw mengajarkan akhlak dalam kaitannya dengan pendidikan akhlak merupakan pendidikan Nabi yang menjadi jiwa pendidik muslim pada tahap berikutnya. Dalam rangka menciptakan manusia dengan standar akhlak al-kharimah yang tinggi Muhammad mengajar manusia yaitu para sahabat dengan menggunakan keteladanan sebagai metode kemprehensifnya. (Muhammad al-syaibani,1979:266)

Hal ini dapat dipahami dari sebuah perilaku Rosul Saw. Ynag mereflesikan citra etika-edukatif. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kepada manusia unuk berusaha mentaati segala apa yang diperintahkan olehnya dan menjauh segala apa yang dilarangnya.

DAFTAR PUSTAKA
Ajid Thohir,2004 kehidupan umat Islam pada masa Rosulullah Saw, Bandung pustaka setia.
Barnaby Rogerson,2007 Biografi Muhammad sebagai wahyu, Jogjakarta diglossia
Haekal Muhammad Bustain,2007. Sejarah hidup Muhammad.Jakarta: Litera antar nusa

Peran Muhammad Sebagai Wahyu
Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Ulangan Tengah Semester
Mata Kuliah
METODOLOGI STUDI ISLAM
Dosen Pengampu: M. Nasrudin, M.H.

Disusun Oleh:
LUVITA NADIA PUTRI 1602100146

Program Studi S1 Perbankan Syariah

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI
(STAIN) JURAI SIWO METRO
TAHUN 2016/2017

 

Catatan

  1. Belum menjelaskan secara rinci apa peran Nabi terhadap wahyu yang diterimanya.
  2. Plagiasi 20%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *