Pengembangan Studi Islam di Indonesia

Islam datang dan berkembang di Indonesia lebih dari lima abad, pemahaman dan penghayatan masih cenderung sinkretik, tarik-menarik antara nilai-nilai luhur islam dengan budaya local. 1 Menurut sumber-sumber islam, islam untuk pertama kalinya telah masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah dan langsung dari arab. Daerah yang pertama didatangi oleh islam adalah pesisir sumatera, penyiaran islam di Indonesia dilakukan dengan cara damai. Kedatangan islam ke Indonesia membawa kecerdasan dan peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia.2

Pada awal berkembangnya agama islam di Indonesia, pendidikan islam dilaksanakan secara informal sistem pendidikan islam informal ini terutama yang berjalan dalam lingkungan keluarga sudah diakui keampuhannya dalam menanamkan sendi-sendi agama dalam jiwa anak-anak. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa agama islam datang ke Indonesia dibawa oleh para pedagang muslim. Sambil berdagang mereka menyiarkan agama islam dan memberikan pendidikan kepada orang-orang yang mengelilinginya. Didikan dan ajaran islam mereka berikan dengan perbuatan, dengan contoh dan tiru teladan. Begitu pun dengan keluarga. Keluarga mengajarkan agama islam kepada anak-anaknya sejak dini yaitu dengan membiasakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan dengan didahului membaca bismillah.

Sistem pendidikan islam informal mengutamakan di dalam keluarga. Usaha-usaha pendidikan agama dimasyarakat, yag kelak dikenal dengan pendidikan non-formal, ternyta mampu menyediakan kondisi yang sangta baik dalam menunjang keberhasilan pendidikan islam. Memang pada mulanya pendidikan agama islam di surau atau langgar atau masjid yang masih sangat sederhana. Modal pokok hanya dengan menyiarkan agama islam bagi anak-anak. Cepatnya islam tersebar di seluruh Indonesia dan karena mudahnya orang masuk islam yaitu hanya dengan menyucapkan dua kalimat syahadat, maka banyak sekali orang tua yang tidak memiliki ilmu agama islam yang cukup. Pada mulanya pendidikan agama islam di masjid masih sangat sederhana, tempat-tempat pendidikan islam seperti di surau, langgar, masjid atau serambi rumah sang guru inilah yang menjadi embrio terbentuknya sistem pendidikan pondok pesantren dan pendidikan agama islam yang formal.

Sistem pendidikan agama islam mengalami perubahan sejalan dengan perubahan zaman dan pergeseran kekuasaan di Indonesia. Dengan membawa pikiran-pikiran baru islam ke Indonesia dan dalam usaha untuk mengejar ketinggalan dibidang pendidikan dan pengajaran, maka orientasi pendidikan dan pengajaran agama islam di Indonesia mengalami perubahan. Realisasi dari keinginan-keinginan diperkuat adanya kenyataan bahwa penyelenggaraan menurut sistem sekolah. Demikianlah sistem pendidikan formal, sekolah dan madrasah mulai tersebar di mana-mana. Setelah agama islam semakin luas dan sudah banyak keluarga yang memeluk agama islam, mereka mulai merasakan perlunya pendidikan agama islam pada anak mereka. Mula-mulanya anak dididik dalam lingkungan keluarga, kemudian pendidikan agama islam dari para guru agama. Pada tingkat permulaan ini mempelajari al-qur’an hanya dimaksudkan agar dapat membaca al-qur’an dan mengulang-ulangnya. Pada tingkat yang lebih tinggi diajarkan pula bahasa arab. Menyadari akan pentingnya pembaharuan sistem pendidikan agama islam di Indonesia dan sekaligus menanggulanginya menjauhnya umat islam dari agamanya akibat sistem pendidikan barat, maka mulailah umat islam sedikit bersikap terbuka dalam menerima kenyataan social dalam menerima kenyataan social dalam masyarakat. Sistem pendidikan mulai dibenahi dan kurikulumnya tidak lagi mengkhususkan pada pendidikan agama, tetapi telah dimasukkan ilmu pengetahuan umum yang lebih luas.

Sejalan dengan makin meningkatnya akan kebutuhan penddikan dan pengajaran agama islam , maka muncul pula lembaga-lembaga pendidikan formal yang didasarkan keagamaan. Demikian pula setelah berhasil merebut kemerdekaan, pemerintah Indonesia sangat memperhatikan tumbuhnya pendidikan agama islam. Dalam hal ini pendidikan agama islam dijadikan salah satu bidang studi yang diintegrasikan dalam kurikulum sekolah.3

DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Atang ABD dan Jaih Mubarok, Metodoligi Studi Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.
Amin, Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam.
Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Angkasa, 2004.

Nama Penulis : Diana Nur Sena Wati
NPM: 1602100107
Mahasiswa Semester 1 kelas B Prodi S1 Perbankan Syariah IAIN Metro

 

Catatan

  1. Plagiasi 9%
  2. Studi Islam tidak sama dengan pendidikan Islam.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *