Pendekatan Studi Sosial dalam Memahami Islam

Pendekatan sangat erat hubungannya dengan teori. Teori adalah prinsip-prinsip dasar yang terwujud dalam bentuk rumus atas aturan yang berlaku umum. Pentingnya teori berfungsi untuk menjelaskan fenomena yang diteliti atau mungkin juga untuk mencoba menemukan teori baru yang mungkin ditemukan dari suatu penelitian. (Khoiruddin Nasution : 2009, 192)
Saya ambil contoh misalnya seorang yang sedang melakukan penelitian tenteng pola hubungan suami dan isteri dengan menggunakan teori Scanzoni (1981), yang menjelaskan bahwa hubungan suami isteri itu dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

(1) Owner property, dalam pola perkawinan ini, isteri adalah milik suami. Dalam pola ini pula berlaku norma-norma sebagai berikut. Tugas isteri adalah untuk membahagiakan suami, memenuhi keinginan, dan kebutuhan rumah tangganya, Isteri harus menurut pada suami dalam segala hal, Isteri harus melahirkan anak-anak yang akan membawa nama suami, dan Isteri harus mendidik anak-anaknya untuk membawa nama baik suami. Maka dalam hal keempat ini dapat disimpulkan bahwa isteri merupakan kepentingan, kebutuhan, dan cita-cita dari suami.

(2) Head complement, sementara dalam pola perkawinan ini isteri dilihat sebagai pelengkap suami. Dalam pola ini ada beberapa perbedaan dari pola sebelumnya sebagai berikut. Suami dan isteri bisa merencanakan kegiatan bersama untuk mengisi waktu luang mereka. Dan dalam hal ketaatan, pada pola ini ketika suami memerintah isterinya, maka isteri bisa mempertanyakan atau memberi tanggapan kepada suaminya. Maka di sini terlihat bahwa suami tidak memaksakan keinginannya, tetapi keputusan terakhir tetap barada pada di tangan suaminya, dengan mempertimbangkan keinginan isteri sebagai pelengkapnya, Secara sosial, bagi suaminya isteri menjadi pelengkap sosial, Adanya dukungan dari isteri untuk mendorong suksesnya suami.

(3) Senior junior partner, dalam pola ini posisi isteri tidak lebih sebagai pelengkap suami, tetapi juga sudah dianggap menjadi teman, dan suami memiliki kekuasaan yang lebih besar dari isterinya, karena posisi suaminya sebagai pencari nafkah utama bagi keluarganya. Artinya penghasilan ataupun status isteri tidak boleh lebih tinggi dari suaminya.

(4) Equal partner, adapun ciri-ciri dari pola perkawinan ini adalah sebagai berikut. Tidak ada posisi yang lebih tinggi atau rendah antara suami dan isteri. Dimana isteri mendapat hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan diri sepenuhnya dan melakukan tugas-tugas rumah tangga, Norma yang dianut baik isteri ataupun suaminya mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang, Keputusan yan diambil berdasarkan kesepakatan bersama dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kepuasan masing-masing.

Sedangkan ada juga yang mengatakan bahwa dalam perkawinan terdapat beberapa unsur yaitu sebagai berikut. (1) Di dalam perkawinan terdapat prosedur yang mengikat, seperti syarat, rukun, dan larangan yang berada pada skala hukum. (2) Aktivitas perkawinan dalam hukum melibatkan beberapa pihak yang bersangkutan seperti calon suami-isteri,wali nikah, dan saksi. (3) Terdapat tradisi perkawinan yang dituntut oleh aturan hukum. (4) Adanya khutbah nikah bukan saja antara pihak yang bersangkutan, tetapi meluas. (Abdul Gani Abdullah : 1994, 39)

 

Catatan dosen

  1. Tulisan tidak sesuai dengan tema yang ditunjuk.
  2. Plagiasi hanya 9%
  3. Tidak ada daftar pustaka.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *