Pendekatan Kebudayaan dalam Studi Islam

PENDEKATAN KEBUDAYAAN DALAM STUDI ISLAM
Tugas Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester
Mata Kuliah Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu :
M. Nasrudin, M. H.

Disusun Oleh :

Zerly Tivi Arnisa (1602100209)

Kelas/Semester : A/1

J U R U S A N SYARIAH
PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARI’AH (PBS)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) JURAI SIWO METRO
T.A 2016/2017

PENDEKATAN KEBUDAYAAN DALAM STUDI ISLAM
Kebudayaan = cultuur (bahasa Belanda) = culture (bahasa Inggris) = tsaqafah (bahasa Arab), berasal dari perkataan Latin: “Colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah dan bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam” (Prasetya: 1982, 28). Kebudayaan atau yang dapat disebut juga ‘Peradaban’ mengandung pengertian yang sangat luas dan mengandung pemahaman perasaan suatu bangsa yang sangat kompleks meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, kebiasaan dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat. (Taylor: 1897, 2). Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kebudayaan diartikan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, adat istiadat; dan berarti pula kegiatan (usaha) batin (akal dan sebagainya) untuk menciptakan sesuatu yang termasuk hasil kebudayaan. Sementara itu, Sutan Takdir Alisjahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang terjadi dari unsur-unsur yang berbeda seperti pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat istiadat, dan segala kecakapan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. (Alisjahbana: 1986, 207).

Mempelajari pengertian kebudayaan bukanlah suatu kegiatan yang mudah dan sederhana, karena banyak sekali batasan konsep dari berbagai bahasa, sejarah sumber bacaan atau literatur baik yang berwujud ataupun yang abstrak dari sekelompok orang atau masyarakat. Dalam hal pendekatan metode juga telah banyak disiplin ilmu lain yang juga mengkaji berbagai macam permasalahan terkait kebudayaan seperti, Sosiologi, Psikoanalisis, Psikologi (Perilaku) dan sebagainya yang masing-masing tergantung pada konsep dan penekanan masing-masing.

Dengan demikian, kebudayaan adalah hasil daya cipta manusia dengan menggunakan dan mengerahkan segenap potensi batin yang dimilikinya. Di dalam kebudayaan tersebut terdapat pengetahuan, keyakinan, seni, moral, adat istiadat, dan sebagainya. Kesemuanya itu selanjutnya digunakan sebagai kerangka acuan atau blue print oleh seseorang dalam menjaawab berbagai masalah yang dihadapinya. Dengan demikian, budaya tampil sebagai pranata yang secara terus menerus dipelihara oleh para pembentuknya dan generasi selanjutnya yang diwarisi kebudayaan tersebut. (Nata: 1998, 49)

Kebudayaan yang demikian selanjutnya dapat pula digunakan untuk memahami agama yang terdapat pada tataran empiris atau agama yang tampil dalam bentuk formal yang menggejala dimasyarakat. Pengamalan agama yang terdapat dimasyarakat tersebut diproses oleh penganutnya dari sumber agama, yaitu wahyu melalui penalaran. Kita misalnya membaca kitab fiqih, maka fiqih yang merupakan pelaksanaan dari nasb Alquran maupun hadis sudah melibatkan unsur penalaran dan kemampuan manusia. Dengan demikian, agama menjadi membudaya atau membumi ditengah-tengah masyarakat. Agama yang tampil dalam bentuknya yang demikian itu berkaitan dengan kebudayaan yang berkembang dimasyarakat tempat agama itu berkembang. Dengan melalui pemahaman terhadap kebudayaan tersebut seseorang dapat mengamalkan ajaran agama. (Nata: 1998,49-50)

Kita misalnya menjumpai kebudayaan berpakaian, bergaul, bermasyarakat, dan sebagainya. Dalam produk kebudayaan terebut, unsur agama ikut berintegrasi. Pakaian model jilbab, kebaya atau lainnya dapat dijumpai dalam pengamalan agama. Sebaliknya, tanpa adanya unsur budaya, maka agama akan sulit dilihat sosoknya secara jelas. Di DKI Jakarta misalnya, kita jumpai kaum prianya ketika menikah mengenakan baju ala Arab. Sedangkan kaum wanitanya mengenakan baju ala Cina. Di situ terlihat produk budaya yang berbeda yang dipengaruhi oleh pemahaman keagamaannya.

Bila agama sudah menjadi bagian dari kebudayaan maka agama juga menjadi bagian dari nilai-nilai kebudayaan tersebut. Dengan demikian masyarakat dalam berperilaku sehari-hari harus sesuai atau berlandaskan aturan agama yang diyakininya. Manfaat dari pengunaan pendekatan kebudayaan ini adalah sebagai toleransi atau memahami berbagai macam corak keagamaan yang dimiliki oleh masyarakatnya. Yang selanjutnya juga dapat menambahkan keyakinan dalam agamanya sendiri sesuai dengan ajaran yang benar menurut agama tersebut, tanpa harus menimbulkan pertentangan dengan masyarakat lainnya.

DAFAR PUSTAKA
Prof. Dr. H. Abudduin Nata, MA., Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004
Setiadi, Elly M., Hakam, KA., Effendi, R. (2007). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group
Drs. Joko Tri Prasetya, dkk. 1928. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta

 

Catatan

  1. Sudah menjelaskan dan menjawab pertanyaan
  2. Sayangnya, plagiasi 57%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

2 thoughts on “Pendekatan Kebudayaan dalam Studi Islam”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *