Pembagian Ilmu Keislaman (3): Fikih Kecil/Asghar/Furu’

Fiqih, menurut epistemology fikih adalah paham. Fikih menurut istilah sebagaimana dikemukakan oleh abdul wahab khallafa dalah sebagai berikut : “fikih adalah ilmu tentang hukum-hukum syara’ yang bersifat amaliyah yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci. Atau fikih adalah himpunan hukum-hukum syara’ yang bersifat amaliyah yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci. (nizaruddin:2013, 3)

Ilmu fikih yaitu cabang ilmu yang memahami syariat atau larangan atas dasar al-qur’an dan hadis (sunnah) yang merupakan sumber hukum dalam islam. Yang menguraikan hukum ibadah, hukum muamalah, (hukum perdata), hukum jinayat (hukum perdana). Hukum rumah tangga, wajib, hara, makhruh mubah yang semua itu amalan lahir. (Harjoni:2012, 334)

Ilmu tentang hukum-hukum yang bertalian dengan perbuatan manusia disebut juga syari’at dalam arti khusus, yang umumnya para fuqoha menyebutnya dengan fiqh islam, atau ilmu fiqh saja.

Adapun pembahasan ilmu fiqh kecilm eliputi:

A. Fikih ibadah

Ibadah atau ibadat dari segibaha saberarti taat, menurut, dan sebagainya. Menurut istilah ahli tauhid, ibadah itu berarti meng-esakan allah.

Macam-macamibadahdidasarkanpadaumumdankhususnya :

  1. Ibadah khashah.

Ibadah khashah adalah ibadah yang ketentuan nya telah ditetapkan oleh nash, seperti :sholat, zakat, puasa, dan haji.

  1. Ibadah ‘aamah.

Ibadah ‘aamah ialah semua pernyataan baik, yang dilakukan dengan niat yang baik dan semata-mata karena allah, seperti makan dan minum, bekerja dan lain sebagainya.

  • Pembagian ibadah dari segi hal-hal yang bertalian dengan pelaksanaanya :
  1. Ibadah jasmaniyah ruhaniyah, seperti shalat dan puasa
  2. Ibadah ruhiyah dan maliyah, seperti zakat
  3. Ibadah jasmaniyah, ruhiyahdan maliyah, seperti mengerjakan haji.
  • Pembagian ibadahdari segi kepentingan seseorang, atau masyarakat :
  1. Ibadah fardi, seperti shalatdan puasa
  2. Ibadah ijtima’i, seperti zakat dan haji.
  • Pembagian ibadah dari segi bentuk dan sifatnya :
  1. Ibadah yang berupa perkataan. Seperti, doa, membaca al-qur’an dan lainnya.
  2. Ibadah yang berupa pekerjaan, dan bentuknya meliputi perkataan dan perbuatan. Seperti, shalat, zakat, puasa, haji.
  3. Ibadah berupa perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya. Seperti, menolong, berjihat.
  4. Ibadah yang pelaksanaanya menahan diri. Seperti, puasa.
  5. Ibadah yang sifatnya menganggurkan hak. Seperti, membebaskan hutang. (zakiyah daradjat:1982, 2-5)

B. Fikih mu’amalah

Menurut A. Warson munawir, kata mu’amalah adalah masdar dari kata ‘amala – yu’amilu – mu’amalatan yang berarti saling bertindak, saling berbuat dan saling mengenal.

Mu’amalah secara epistemology yaitu perlakuan hubungan kepentingan seperti jual beli.

Mu’amalah ialah segala aturan agama yang mengatur hubungan antara sesama manusia, dan antara manusia dengan alam sekitarnya, tanpa mamandang agama atau asal usul kehidupannya.

Fikih muamalah dalam arti luas :

  1. Menurut ad-dimyati, fikih mu’amalah adalah aktifitas untuk menghasilkan duniawi menyebabkan keberhasilan masalah ukhrawi.
  2. Menurut pendapat muhammad yusuf musa yaitu ketentuan-ketentuan hokum mengenai kegiatan perekonomian, amanah dalam bentuk titipan dan pinjaman, ikatan keluarga, proses penyelesaian perkara melalui pengadilan.
  3. Menurut pendapat mahmud syaltout yaitu ketentuan-ketentuan hokum mengenai hubungan perekonomian yang dilakukan anggota masyarakat.

 

Dapat disimpulkan bahwa fikih mu’amalah adalah pengetahuan tentang kegiatan atautran saksi yang berdasarkan hukum-hukumsyariat, mengenai perilaku manusia dalam kehidupannya yang diperoleh dari dalil-dalil islam secara rinci.

 

Fikih muamalah dalam arti sempit :

  1. Menurut hudlari byk, mu’amalah adalah semua akad yang memboleh kan manusia saling menukar manfaatnya.
  2. Menurut idris ahmad adalah aturan-aturan allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, dalam usahanya mendapatkan alat-alat keperluan jasmaninya dengan cara paling baik.
  3. Menurut rasyid ridha, mu’amalah adalah tukar menukar barang atau sesuatu yang bermanfaat dengan cara-cara yang telah ditentukan.

 

Jadi pengertian fikih mu’amalah dalam artisempit adalah lebih menekan kanpada keharusan untuk menaati aturan-aturan allah yang telah ditetapkan untuk mengatur hubungan antara manusia dengan cara memperoleh, mengatur, mengelola, dan mengembangkan mal (harta benda).

Ruang lingkup fikih muamalah :

  1. Al-mua’malah al-adabiyah.

Al-mua’malah al-adabiyah yaitu tinjauan dari subjeknya atau pelakunya. Seperti, ijab qobul, saling meridhai, hak dan kewajiban, kejujuran pedagang.

  1. Al-mua’malah al-madiyah

Al-mua’malah al-madiyah adalah yang mencangkup segala aspek kegiatan ekonomi manusia. Seperti :

  1. Harta, hakmilik, fungsiuang, danuqud (akad-akad)
  2. Jual beli (buyu’)
  3. Gadai (rahn)
  4. Jaminan/tanggungan (kafalah)
  5. Pemindahan hutang (hiwalah)
  6. Jatuh bangkit (taflis)
  7. Batas bertindak (al-hajru)
  8. Perseroan atau perkongsian (asy-syirkah)
  9. Perseroan harta dan tenaga (al-mudharabah)
  10. Sewa menyewa tanah (al-mushaqah al-mukhabarah)
  11. Upah (ujral al-amah)
  12. Gugatan (asy-syuf’ah). (nizaruddin:2013,2-8).

LIA DAMAYANTI

NPM : 1602100145

Kelas B, Semester 1, prodi s1 perbankan syariah Semester 1, IAIN Metro

 

Catatan

  1. Sudah menjawab pertanyaan
  2. Plagiasi 8%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *