Pembagian Ilmu-Ilmu Keislaman (4) Fiqh Ibadah

Fiqh adalah dugaan kuat yang dicapai seseorang mutjahid dalam usahanya menemukan hukum Allah SWT. Fiqih secara garis besar memuat dua hal pokok. Pertama tentang apa yang harus dilakukaan oleh seseorang hamba Allah dalam hubungannya dengan Allah SWT. Kedua tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang hamba dalam hubungannya dengan sesama manusia dan lingkungannya. Karena keduanya merupakan ibadah kepada Allah, maka untuk membedakan diantara keduanya, yang pertama disebut ibadah secara langsung atau dengan istilah ibadah mahdhah atau ibadah secara murni karena semata ditunjukan kepada Allah SWT. Fiqih yang memuat aturan tentang bentuk pertama ini disebut fiqih ibadah. Adapun yang kedua disebut ibadah tidak langsung atau dengan istilah ibadah ijtima’iyah atau ibadah sosial (Amir Syarifudin:2010,12).

Kata “ibadah” yang berasal dari bahasa Arab telah menjadi bahasa Melayu yang terpakai dan dipahami secara baik oleh orang-orang yang menggunakan bahasa Melayu atau Indonesia. Ibadah dalam istilah bahasa Arab diartikan dengan berbakti, berkhidmat, tunduk, patuh, mengesankan dan merendahkan diri. Dalam istilah bahasa Indonesia diartikan: perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah SWT yang didasari ketaatan untuk mengerjakan perintahn-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Secara garis besar ibadah itu dibagi menjadi dua yaitu ibadah pokok yaitu ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah adalah ibadah yang murni antara hamba dengan Allah SWT secara langsung. Jenis-jenis ibadah mahdhah antara lain, wudhu, tayammum, mandi hadats, adzan, iqamat, shalat, membaca al-quran, i’tikaf, puasa, haji, umrah, dan tajhiz al-janazah. Sedangkan ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah untuk kedunian yang dilakukan sesama manusia akan tetapi yang dilakukan tidak melanggar aturan dari Allah SWT. Contoh ibadah ghiru mahdhah yaitu zakat, belajar, dzikir, dakwah, tolong menolong dan lain-lain. Keuntungan dari ibadah itu adalah semata untuk manusia yang melakukannya dan bukan untuk Allah itu sendiri, karena Allah itu Maha Kaya dan tidak mengharapkan apa-apa dari manusia. Dari segi hubungan yang ditimbulkan dalam ibadah itu ada yang murni untuk Allah dan tidak dirasakan secara langsung oleh orang lain, seperti shalat dan puasa. Adapun ibadah lain seperti zakat disamping manfaatnya dirasakan secara langsung oleh yang berzakat, hasil dari perbuatan ibadah itu sendiri lebih banyak untuk kepentingan orang lain.(Amir Syarifudin:2010,17)

Berikut penjelasan jenis-jenis ibadah mahdhah:

  1. Thaharah
  2. Wudhu

Wudhu merupakan aktivitas bersuci dengan media air yang berhubungan dengan empat anggota tubuh; muka, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki.Wudhu merupakan keistimewaan yang diberikan kepada umat Islam yang kelak dihari kiamat akan membekaskan binar cahaya diwajah, tangan, dan kaki. Hakikat wudhu yaitu niat, membasuh wajah, membasuh waajah, membasuh kedua telapak tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh keua kaki beserta mata kaki, tertib, dan kesinambungan (al-muwalah). (Abdul Aziz Muhammad Azzam: 2009,33)

  1. Mandi

Mandi berati mengguyur air ke seluruh tubuh. Perkara-perkara yang mewajibkan mandi antara lain keluarnya sperma, persetubuhan, berhentinya pendarahan haid dan nifas, persalinan tanpa pendarahan, meninggal dunia, dan masuk Islam. Sedangkan kategori mandi sunnah antara lain mandi hari jum’at, mandi di hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), mandi setelah memandikan mayat,mandi ihram, mandi ketika massuk mekah, dan mandi ketika hendak wukuf di Arafah(Abdul Aziz Muhammad Azzam: 2009,79).

  1. Tayammum

Tayammum yaitu meyengajakan diri menyentuh debu yang suci untuk mengusap wajah dan kedua tangan dengan sekali atau dua kali sentuhan, dengan niat agar memperoleh kebolehan melakukan suatu yang sebelumnya terhalang oleh adanya hadats, bagi orang yang tidak menemukan air atau takut adanya bahaya apabila menggunakannya. (Abdul Aziz Muhammad Azzam: 2009,99)

  1. Najis

Najis adalah kotoran yang harus dibersihkan oleh orang muslim dan mengharuskannya untuk mencuci segala sesuatu yang dikenainya. Najis dibagi menjadi 2 macam; najis yang berlaku umum pada laki-laki dan perempuan dan najis yang berlaku khusus bagi perempuan.(Abdul Aziz Muhammad Azzam: 2009,111)

 

  1. Shalat, Adzan dan Iqamah

Shalat merupakan sekumpulan ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Adzan dan Iqamah merupakan pemberitahuan khusus yang bertujuan untuk melakukan shalat, baik pada waktunya telah lewat, dengan kalimat-kalimat tertentu dan dengan cara tertentu, dan dilakukan ditempat yang tinggi dengan suara keras untuk memberitahukan waktu shalat(Abdul Aziz Muhammad Azzam: 2009,145)

  1. Puasa

Puasa adalah ibadah pokok yang ditetapkan sebagai salah satu rukun Islam. Puasa itu menahann diri dari makan, minum, dan berhubungan seksual mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan syarat-syarat yang ditentukan.Tujuan puasa yaitu dalam rangka memenuhi kehendak Allah, semata untuk menguji ketaatanya kepada Allah(Amir Syarifudin:2010,52)

  1. Ibadah Haji dan Umrah

Ibadah haji termasuk ibadah pokok yang menjadi salah satu rukun Islam yang kelima. Hukum haji itu adalah wajib. Dasara wajibnya yaitu beberapa firman Allah yang menuntut untuk melaksanakan ibadah haji itu( surah Al-Baqarah ayat 196 dan surah Ali Imran ayat 97). Tujuan diwajibkannya haji yaitu memenuhi panggilan Allah untuk memperingati serangkaian kegiatan yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim.Syarat umum kewajiban haji antara lain, Islam, baligh, dan berakal sehat., khusus untuk kewajiban haji harus terpenuhi syarat kesanggupan atau istita’ah. Umrah adalah mengunjungi ka’bah dengan serangkaian ibadah khusus di sekitarnya dan tidak terikat atau bisa kapan saja. Perbedaannya dengan haji ialah bahwa padanya tidak ada wuquf di Arafah, berhenti di Muzdalifah, melempar jumrah dan menginap di Mina (Amir Syarifudin:2010,58)

Berikut merupakan jenis-jenis Ibadah Ghairu Mahdhah:

  1. Khotbah

Berdiri dalam khotbah dan duduk di antara kedua khotbah itu hukumnya wajib, berdasarkan perbuatan dari Rasullah SAW dan para sahabat. Hanya saja perlu diketahui bahwa perbuatan Rasullah SAW semata (tanpa adanya perintah) tidak selalu berimplikasi kepada (perintah) wajib. Biasanya di dalam khotbah disampaikan pokok-pokok keimanan, diserukannya agar menuju keridhaan Allah serta mengingat dan mensyukuri nikmat yang akan membangkitkan rasa cinta kepada-Nya. Diserukan pula agar selalu memperhantikan dan merenungkan kebesaran Allah serta keagungan sifat dan asama-Nya yang suci dan menganjurkan agar selalu berbakti dan taat kepada-Nya. Dengan demikian, para pendengar pun akan pulang dengan hati yang dipenuhi rasa cinta kepada-Nya sehingga Allah pun akan mencintai dan mengassihi mereka. Biasanya khotbah ada pada saat solat jumat, shalat idul fitri dan shalt idul adha.(Sayid Sabiq:2013,1)

  1. Zakat

Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Zakat adalah hak Allah berupa harta yang diberikan oleh seseorang (yang kaya) kepada orang-orang fakir. Harta tersebut disebut zakat karena didalamnya terdapat kebaikan dan harapan untuk mendapat berkah. Golongan penerima zakat antara lain fakir miskin, amil zakat, mualaf, budak, orang yang berhutang, orang yang berjihad fisabilillah, dan ibnu sabil. (Sayid Sabiq:2013,41)

  1. Zikir dan Doa

Zikir yaitu lisan dan hari yang menyucikan Allah, memuji-Nya, dan menyifati-Nya dengan segala kesempurnaan, kebesaran, dan keindahan. Sesungguhnya disunnahkan duduk di dalam kelompok-kelompok zikir(Sayid Sabiq:2013,441)

Allah swt. Memerintahkan kepada manusia agar berdoa kepada-Nya dan merendahkan diri kepada-Nya. Niscaya Dia akan mengabulkan doa mereka dan mewujudkan permintaan mereka apabila mereka saling mendoakan satu sama lain(Sayid Sabiq:2013,459)

 

Rujukan

Amir,Syarifudin.2010.Garis-garis Besar Fiqh. Bandung: CV Pustaka Setia

Abdul Aziz Muhammad Azzam. 2009. Fiqh Ibadah. Bandung: CV Pustaka Setia

Sayid,Sabiq. 2013. Fiqh Sunah-Sunah. Yogyakarta: Graha Ilmu

 

LINDA SRI MULYANI

1602100041 Mahasiswi Semester 1 Kelas B Prodi S1 Perbankan Syari’ah IAIN Metro

 

Catatan

  1. Plagiasai hanya 10%.
  2. Sudah cukup menjawab.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *