Pembagian Ilmu-ilmu Keislaman (2): Fiqih Besar/Ushuludin

Nama : khusnul khotimah
Npm : 1602100230
Kelas : S1-PBS (B)
Pembagian ilmu-ilmu keislaman (2)

 

Fiqih besar/ushuludin
Fiqih al-akbar merupakan istilah bagi abu hanifah (80-150 H) dalam memberikan nama pada ilmu kalam. Menurut persepsinya, hukum islam yang di kenal dengan istilah fiqih terbagi atas dua bagian. Pertama fiqih al-ashghar, di dalamnya di bahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah mu’amalah,bukan pokok-pokok agama , tetapi hanya cabangnya.Dan yang ke dua adalah Fiqih al-akbar, di dalamnya di bahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan istilah keyakinaan atau pokok-pokok agama atau ilmu tauhid.(abdul rozak dan rosihon anwar, 2016, hlm 20)

Ilmu kalam menurut Mushthafa abdul roziq “ilmu kalam adalah ilmu yang berkaitan dengan akidah imani sesungguhnya di bangun di atas argumentasi-argumentasi rasional atau ilmu yang berkaitan dengan akidah islami ini bertolak atas bantuan nalar.

”Ilmu kalam menurut AL-Farabi “Ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang membahas tentang dzat dan sifat-sifat allah serta eksistensi semua yang mukmin, mulai dari yang berkenaan denngan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berdasarkan doktrin islam.”

Ilmu kalam menurut ibnu kaldun “ilmu kalam adalah ilmu yang mengandung argumentasi-argumentasi tentang akidah imani yang di perkuat dengan dalil-dalil rasional.”

Memperlihatkan definsi ilmu kalam di atas, yaitu ilmu yang membahas masalah-masalah ketuhanan dengan menggunakan argumentasi logika atau filsafat.

Ilmu kalam biasanya disebut dengan beberapa nama antara lain ilmu ushuluddin, ilmu tauhid, fiqih al-akbar. (abdul rozak dan rosihon anwar, 2016, hlm 20)

A. Di sebut ilmu ushuludin karena ilmu kalam membahas tentang pokok-pokok agama. Ilmu Ushuludin adalah di sebut juga ilmu Theologi (ketuhanan), karena membahas tentang ke tauhid-an (ke-Esa an) Allah, sifat dan asma’ (nama) Allah, akidah, tauhid dan I’tikad (keyakinan) tentang rukun Iman yang enam :
1. beriman kepada Allah,
2. Al-Qur’an dan kitab-kitab suci samawi,
3. Nabi Muhammad dan para Rasul,
4. para Malaikat,
5. perkara ghaib (alam kubur, alam akhirat, mashar, mizan, sirot, surga-neraka),
6. Takdir baik dan buruk. .(abdul rozak dan rosihon anwar, 2016, hlm 20)

B. Di sebut tauhid karena ilmu ini membahas tentang keesaan allah,di dalamnya dikji pula tentang asma’ (nama-nama) dan af’al (perbuatan-perbuatan) allah yang wajib, mustahil, ja’iz, bagi rosulnya.ilmu tauhid sebenarnya adalah ilmu yang membahas tentang keesaan ALLAH SWT .Dan hal-hal yang berkaitan dengannya.secara objektif, ilmu kalam sama dengan ilmu tauhid, tetapi argumentasinya lebih di konsentrasikan pada penguasaan logika.
ilmu tauhid berasal dari bahasa arab yang artinya keesaan, sedangkan, menurut istilah, ilmu tauhid adalah ilmu yang mempelajari tentang iman dan tawakal kepada allah, seperti kaesaan allah, tentang asma’ (nama-nama) dan af’al (perbuatan-perbuatan) allah yang wajib, mustahil allah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah kepada allah. (abdul rozak dan rosihon anwar, 2016, hlm 20)

C. Ilmu akhlak juga termasuk ilmu fiqih al-akbar atau ilmu kalam karena ilmu ini mempelajari tentang tingkah laku manusia dan cara berperilaku yang baik dan benar sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, membahas segala aspek kehidupan untuk adab dan sopan santun seperti yang diajarkan Rosulullah seperti adab makan minum, adab tidur, adab berperilaku terhadap orang tua dan tetangga serta kaum muslim yang lainnya.

Kata akhlak berasal dari bahasa arab yang artinya budi pekerti, perangai, tingkah laku.
Ilmu akhlak adalah sifat yang tertanam di diri manusia yang bernilai baik atau buruk tanpa adanya suatu pemikiran ataupun paksaan. (abdul rozak dan rosihon anwar, 2016, hlm 20)

 

Catatan

  1. Tema sudah masuk.
  2. Banyak salah ketik dan ejaan.
  3. Daftar pustaka belum ada.
  4. Plagiasi 29%.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *