Makna Sumber Ajaran Islam

MAKNA SUMBER AJARAN ISLAM

Islam adalah agama universal,ia telah melalui proses panjang secara estafet di bawa oleh para nabi sejak Nabi Adam sampai akhirnya ke pangkuan Nabi terakhir,Muhammad SAW. Kesempurnaan ajaran islam bersumber pada Al Quran dan As Sunnah yang sekaligus merupakan standar atau patokan bagi kaum muslimin untuk menentukan suatu nilai benar dan salah, baik da buruk,indah terpuji atau keji tercela.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya telah saya tinggalkan untukmu dua perkara yang,kamu sekali-kali tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya,yaitu: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR Malik). (Kaelany HD,2000:63)

  1. Al Qur’an

Secara etimologis kata Al Qur’an berasal dari bahasa Arab Al Qur’an yang berarti bacaan dan merupakan bahasa pergaulan da sastra. Sedangkan menurut istilah Al Qur’an adalah firman Allah SWT yang disampaikan kepada hamba-Nya yang suci ( Muhammad SAW) dengan perantara Jibril dengan menggunakan bahasa arab sebagai Hijjah (bukti) atas kerasulan Nabi Muhammad SAW dan sebagai pedoman hidup bagi manusia serta sebagai media dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan membacanya. Dari segi isi Al Qur’an selain menunjukkan hal-hal yang gaib secara meyakinkan juga mengandung kebenaran-kebenaran nyata,sehingga ilmu pengetahuan secara berangsur-angsur,semakin maju,semakin pasti mejadi saksi akan kebenaran Al Qur’an.

“kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami I segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri,sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar dan apakah tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu. (Kaelany HD,2000;63-67)

 

  1. As Sunnah

Sunnah dikenal juga dengan hadis. Menurut arti harfiah kata sunnah berarti jalan,tabiat,perikehidupan,adat istiadat , dan sebagainya. Menurut definisi Sunnah ialah perkataan, perbuatan Rasulullah SAW.

Kebanyakkan para ulama hadis (Muhaddintain) baik yang termasuk aliran modern maupun yang termasuk aliran kuno(safaf),berpendapat bahwa istilah Al Hadis,Al khabar,At-atsar dan As Sunnah adalah sinonim (muradi). (Kaelany HD,2000:71)

Macam-macam Sunnah :

  1. Ditinjau dari segi bentuknya
  2. Ditinjau dari segi jumlah orang-orang yang menyampaikannya
  3. Ditinjau dari kualitasnya. (Kaelany HD,2000:75-76)

 

Perbedaan antara Al Qur’an dan As Sunnah

  1. Al Qur’an semuanya adalah “qath’I tsubut”,karena ia ditransformasikan secara mutawatir yang akurat(recurrent), dari satu generasi ke generasi lainnya. Adapun As-Sunnah maka minoritasnya terbukti dengan mutawatir sedangkan mayoritasnya dengan jalan periwayatan yang ahad (bukan mutawatir).
  2. Al Qur’an semuanya adalah ditetepkan dengan cara wahyu yang terang-terangan dengan melalui turunnya perantara wahyu yang terpercaya yaitu Jibril Alaihi-Salam kepada Nabi SAW,sebagaimana yang di ucapkan dalam Al Qur’an:

“Dia dibawa turun oleh Ar Ruh Al Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (Asy-Syu’ara: 193-194). (Al-Qaradhawi,1996:338)

 

  1. Ijtihad

Kata Ijtihad berasal dari kata ijtahada/yajtahidu/ijtihadan yang berarti mengerahkan segala kemampuan untuk menanggug beban. Menurut bahasa,ijtihad artinya bersungguh-sungguh dalam mencurahkan pikiran. Adapun menurut istilah,ijtihad adalah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran secara bersungguh-sungguh untuk menetapkan suatu hukum. Secara terminologis berarti mencurahkan segenap kemampuan untuk mencari syariat melalui metode tertentu. Kedudukan Ijtihad sebagai sumber ajaran islam,ijtihad dilakukan jika suatu permasalahan sudah di cari dalam Al Qur’an dan As-Sunnah (Hadis) tetapi tidak ditemukan hukumnya dan hasil Ijtihad tidak boleh bertentangan dengan Al Qur’an dan As-Sunnah (Hadis). Orang-orang yang berijtihad harus memiliki syarat sebagai berikut :

  1. Memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam
  2. Memiliki pemahaman mendalam tentang bahasa arab,ilmu tafsir,usul fiqih, dan tarikh(sejarah)
  3. Harus mengenal cara perumusan hukum dan melakukan qiyas
  4. Memiliki akhlaqul qarimah

Bentuk Ijtihad dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu sebagai berikut :

  1. Ijma’
  2. Qiyas
  3. Maslahah mursalah.(grafindo media pratama,2008;63-65)

 

DAFTAR PUSTAKA

Drs.Kaelany HD.M.A,Islam dan Aspek- Aspek kemasyarakatan,Jakarta:PT Rineka Cipta,2001

Dr. Yusuf Al-Qaradhawi,Pengantar Kajian Islam,Jakarta Timur:Pustaka Al-Kautsar,2000

Grafindo Media pratama,pendidikan agama islam,PT Multi Pritindo Persada,2008

 

 

NAMA : SINDHY APRI YANI

PRODI : S1 PERBANKAN SYARIAH SEMESTER 1

KELAS : B

 

Catatan

  1. Tema sudah oke. 
  2. Buku ini penulisnya siapa?
  3. Grafindo Media pratama,pendidikan agama islam,PT Multi Pritindo Persada,2008.
  4. (Al-Qaradhawi,1996:338) tahunnya berbeda dengan yang tercantum di Daftar Pustaka.
  5. Plagiasi 27%, ditolerir.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *