Makna Islam sebagai Agama Wahyu

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW, untuk disampaikan kepada ummat-Nya. Islam merupakan agama yang sederhana dan mudah untuk diikuti, karena siapapun bisa masuk islam, hanya dengan keyakinan diri kepada Allah SWT, dan membaca 2 kalimat syahadat. “Islam secara harfiah ialah : tunduk, patuh, taat, sejahtera, selamat dan sentosa.” (Kaelany:2000, 21). Setiap manusia pasti menginginkan hidup yang sejahtera, selamat dunia akhirat dan islam adalah jalan yang terbaik. Islam disebut sebagai agama wahyu, karena islam bersumber dari Allah SWT lewat malaikat-malaikat kepada Rasul-Nya. “Wahyu merupakan suatu isyarat, bisikan, atau petunjuk yang disampaikan Allah lepada para nabi. Dengan demikian, dalam kata wahyu, terkandung arti penyampaian sabda Allah kepada orang pilihan-Nya. Agar diteruskan kepada umat manusia untuk dijadikan pegangan hidup.” (Ali:2011, 386).

Ciri-ciri dari agama wahyu adalah: (Kaelany:2000, 19).

  1. “Disampaikan oleh manusia yang dipilih Allah sebagai utusan-Nya. “ Maksudnya, hanya orang tertentu yang diberikan kelebihan oleh Allah berupa pemahaman tentang islam yang benar. Biasanya, mareka sering disebut dengan ustad, ustadzah, kiyai, dan ahli agama lainnya.
  2. “Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia.” Maksudnya, Al-Quran adalah kitab suci umat islam yang bersumber dari Allah SWT, telah dipastikan kemurniannya karena mengandung petunjuk-petunjuk serta kebenaran didalamnya.
  3. “Ajarannya serba tetap ,walaupun tafsirnya berubah sesuai dengan situasi dan kondisi atau sesuai dengan kemajuan rasio, kecerdasan dan kepekaan manusia, namun ajaran dalam islam tetap sama.”
  4. “Konsep ketuhananya adalah mutlak (tauhid), yang mengandung kebenaran yang mutlak juga (absolut).”
  5. “Kebenarannya bersifat universal, yaitu berlaku untuk setiap manusia, masa dan keadaan. Tidak ada batasan dalam menganut agama wahyu.” Dalam hal kebenaran, ajaran agama wahyu bersifat universal, ada kaitan erat dengan konsep ketuhanan yang mutlak (tauhid). “Ajaran tauhid memang merupakan pokok daru segala nabi atau bukan nabi. Seseorang pembawa agama, tapi tidak jelas apa nama agama yang dibawa, tapi mengajarkan doktrin tauhid, ada kemungkinan ia adalah nabi. Namun perlu diketahui bahwa setiap nabi datang sebelum Nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah penutup para nabi, dan tidak ada lagi nabi sesudahnya.” (QS. Al-Ahzab:40).

Al-Quran adalah firman Allah, sedangkan Nabi Muhammad SAW adalah penerima pesan dari Allah SWT. Perlu ditegaskan disini, Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Quran benar-benar murni Illahi. Kata-kata suci tersebut tidak dapat disamakan seperti halnya catatan. Karena Al-Quran mengandung berbagai petunjuk dari Allah SWT. “Khusus untuk Nabi Muhammad SAW sendiri, Allah SWT menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, melaikan apa yang dikatakan adalah dibimbing dengan wahyu.” (QS. Al-Najm (53):2-4). “Jadi, Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah wahyu Allah. Bagi Al-Quran sendiri juga konsekuensinya juga bagi kaum muslimin.” (Makbuloh :2012, 162).

Muhammad Abduh, seorang pakar ilmu tauhid mengatakan “bahwa wahyu adalah suatu pengetahuan yang didapat oleh seseorang didalam dirinya. Serta diyakini olehnya bahwa yang demikian itu datang dari Allah SWT.” (Abduh :2000, 108). Dalam pendapat ini wahyu tidak hanya untuk Nabi saja, tetapi juga untuk manusia, termasuk kita.

Namun, wahyu Allah yang sebenarnya diturunkan kepada para Nabi-Nya ialah suatu pengetahuan atau ilmu khusus yang diperolehnya tanpa melalui usaha atau tanpa dipelajari terlebih dahulu. Dan pengetahuan ini merupakan pengetahuan yang timbul dengan sendirinya, wahyu yang diberikan kepada Nabi-Nabi Allah, berbeda dengan wahyu yang diterima oleh umat manusia. Wahyu yang diberikan oleh Allah kepada Nabi, baik dalam bentuk kitab atau seruan hati pasti mengandung ajaran-ajaran berupa larangan dan susunan. Seperti larangan bezina, membunuh orang tanpa hak, syirik, mencuri, menipu, durhaka kepada orang tua, dan lainnya merupakan ajaran universal yang disampaikan oleh para nabi.

Begitupun suruhan untuk menyembah Allah, beribadah kepada Allah, dan melakukan sesuatu hal semata-mata hanya karna Allah. Ajaran-ajaran itu bersifat permanen dan tidak berubah. Tergantung bagaimana cara pelaksanaannya saja. Islam adalah agama satu-satunya yang bersumber dari wahyu. Sedangkan agama selain agama islam bukan merupakan agama wahyu. Firman Allah dalam (QS. Al-Imran:19), ysng berbunyi: “Sesungguhnya agama (yang diridai) disisi Allah hanyalah Islam…” karena itu “seluruh Rasul Allah yang pernah diutus sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yakni agama yang bersumber dari wahyu Allah SWT (Kaelany:2000, 20).

“Dalam sistem ajaran Islam, wahyulah yang pertama dan utama, sedangkan akal adalah yang kedua.” (Ali:2011, 387). Wahyu yang paling baik dapat kita jadikan pedoman dan dapat kita temui didalam kitab suci Al-Quran, maupun sunnah Rasullullah yang dapat kita jadikan tuntunan, arahan, dan bimbingan pada akal manusia, serta dapat kita ambil manfaatnya, dan kemudian dikembangkan secara benar dalam memahami wahyu yang telah ditetapkan Allah SWT.

 

DAFTAR PUSTAKA

Kaelany,2000.”islam dan aspek-aspek kemasyarakatan”.jakarta:bumi aksara

Makbuloh,deden,2012.”metodologi islam”.bandung:depag RI

Ali,muhammad daud,2011.”metodolgi studi islam”.jakarta:depag RI

 

Catatan

  1. Sudah menjawab pertanyaan
  2. Organisir gagasan sudah lumayan.
  3. Plagiasi hanya 7%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

2 thoughts on “Makna Islam sebagai Agama Wahyu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *