Makna Agama: A-gama, Din, dan Religi

A. Pengertian Agama
1. Pengertian A-gama
Secara etimologis kata agama berasal dari dua kata yaitu ‘a’ dan ‘gama’. A berarti tidak, dan gama berarti kacau. Agama berarti tidak kacau. (Aminuddin, Aliaras Wahid dan Moh. Rofiq: 2006. Hlm 35). Kata agama berasal dari bahasa Sankskrit, a yang berarti tidak dan gam berarti pergi. Maksudnya agama diwariskan secara turun temurun dalam kehidupan manusia, dan tidak pergi keturunan lain. Ada yang berpendapat bahwa agama teks atau kitab suci. Selanjutnya dikatakan bahwa gam berarti tuntunan. Agama juga mempunyai tuntunan, yaitu Kitab Suci. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A : 2012. Hlm 10)
2. Pengertian Din
Dalam islam agama disebut ‘ad din’, berarti kepatuhan, ketaatan. Dalam Al-Quran terdapat kata din yang menunjukkan kata agama. Kata din dalam bahasa Arab terdiri atas huruf dal, ya, dan nun. Kata din diungkapkan dalam dua bentuk, yaitu din dan dain. Al-Quran menyebut kata din mengantung arti agama, ada juga yang berarti hari kiamat, sedangkan dain diartikan dengan utang. (Dedi Supriyadi dan Mustofa Hasan: 2012. Hlm 11)
Dalam tiga makna tersebut terdapat dua sisi yang berlainan dalam tingkatan, martabat atau kedudukan. Yang pertama mempunyai kedudukan lebih tinggi, ditakuti dan disegani oleh yang kedua. Dalam agama, Tuhan adalah pihak pertama yang mempunyai kekuasaan, kekuatan yang lebih tinggi, ditakuti, juga diharapkan memberikan bantuan bagi manusia. Kata din dalam arti hari kiamat juga milik Tuhan, dan manusia tunduk pada ketentuan Tuhan. Kata dain yang berarti utang terhadap pihak pertama sebagai yang berpiutang yang jelas lebih kaya dan yang kedua sebagai yang berutang, bertaraf rendah, dan merasa segan terhadap yang berpiutang. (Dedi Supriyadi dan Mustofa Hasan: 2012. Hlm 11)
3. Pengertian Religi
Kata religi berasal dari bahasa Latin, rele-gere yang berarti mengumpulkan, membaca. Agama berarti kumpulan cara untuk mengabdi kepada Tuhan dan semua cara itu terkumpul dalam kitab suci yang harus dibaca. Ada pendapat lain berkata, kata religi berasal dari relegare yang berarti mengikat. Ajaran-ajaran agama mempunyai sifat yang mengikat bagi manusia, yakni mengikat manusia dengan Tuhan. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A : 2012. Hlm 10)
Menurut Sidi Gazalba bahwa yang dimaksud dengan relegere asal kata religi mengandung makna berhati-hati. Sikap berhati-hati ini disebabkan dalam religi terdapat norma dan aturan yang tepat. Dalam religi ini, bangsa Roma mempunyai anggapan bahwa manusia harus berhati-hati terhadap Yang Kudus dan Yang Suci, tetapi juga sekalian tabu. (Dedi Supriyadi dan Mustofa Hasan: 2012. Hlm 10)
Manusia mengakui adanya ketergantungan kepada Yang Mutlak atau Yang Kudus, yang dihayati sebagai pengontrol bagi manusia. Untuk mendapatkan pertolongan dari Yang Mutlak, manusia secara bersama-sama menjalankan ajaran tertentu. Jadi, religi adalah hubungan antara manusia dengan Yang Kudus. Yang Kudus terdiri atas berbagai kemungkinan, yaitu bisa berbentuk benda, tenaga, dan bisa pula berbentuk pribadi manusia. (Dedi Supriyadi dan Mustofa Hasan: 2012. Hlm 11)

B. Definisi Pengertian Agama
Dari akar kata diatas, baik a-gama, din maupun religi didefinisikan dalam berbagai ungkapan, antara lain pengakuan adanya hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang harus dipatuhi. Berikut ini beberapa definisi dari para ahli tentang pengertian agama antara lain:
1. E.B. Tylor, agama adalah kepercayaan kepada wujud yang spiritual {the believe in spiritual beings}. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A : 2012. Hlm 11)
2. J.G. Frazer, agama adalah penyembahan kepada kekuatan yang lebih agung daripadaa manusia, yang dianggap mengatur dan menguasai jalannya alam semesta. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A : 2012. Hlm 12)
3. Durkheim, agama adalah alam gaib yang tidak dapat diketahui dan tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia itu sendiri. Tegasnya agama adalah suatu bagian dari ilmu pengetahuan yang tidak dapat diperoleh dengan hanya tenaga pikiran saja. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A : 2012. Hlm 12)
4. Sidi Gazalba, agama ialah kepercayaan kepada yang kudus, menyatakan diri berhubungan dengannya dalam bentuk ritus, kultus, dan permohonan, dan membentuk sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu. (Dedi Supriyadi dan Mustofa Hasan: 2012. Hlm 12)
5. Prof. Musthafa Abd Raziq, agama adalah terjemahan dari kata din yang berarti peraturan-peraturan yang terdiri atas kepercayaan-kepercayaan yang berhubungan dengan keadaan-keadaan yang suci. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A : 2012. Hlm 13)
6. Muhammad Abdul Qadir Ahmad, agama yang diambil dari pengertian din al-haq ialah sistem hidup yang diterima dan diridhai Allah, yaitu sistem yang hanya diciptakan Allah dan manusia tunduk dan patuh kepada-Nya. (Dedi Supriyadi dan Mustofa Hasan: 2012. Hlm 12)
7. A.M. Saefuddin, agama merupakan kebutuhan paling esensial manusia yang bersifat universal. Menurutnya agama adalah kesadaran spiritual yang didalamnya ada satu kenyataan diluar kenyataan yang tampak ini, yaitu bahwa manusia selalu berharap belas kasih-Nya, bimbingan tangan-Nya, serta belaian-Nya. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A : 2012. Hlm 13)
8. Sutan Takdir Alisjahbana, agama adalah suatu sistem kelakuan dan perhubungan manusia yang berpokok pada perhubungan manusia dengan rahasia kekuatan dan kegaiban yang tiada berhingga luas, dalam, dan mesranya di sekitarnya, sehingga memberi arti kepada hidupnya dan kepada alam semesta yang mengelilingnya. (Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A : 2012. Hlm 13)

Rujukan
Bakhtiar, Amsal. Filsafat Agama: Wisata Pemikiran dan Kepercayaan Manusia. Jakarta: Rajawali Pers. 2012
Dedi Supriyadi dan Mustofa Hasan. Filsafat Agama. Bandung: Pustaka Setia. 2012
Aminuddin, Aliaras Wahid dan Moh. Rofiq. Pendidikan Agama Islam. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2006

Penulis: Muhamad Yunus
Mahasiswa Semester 1 Kelas B Prodi
Perbankan Syariah IAIN Metro

 

Catatan

  1. Sudah menjawab pertanyaan
  2. Plagiasi 7%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *