Karakteristik Islam dalam Dunia Politik

KARAKTERISTIK ISLAM DALAM DUNIA POLITIK

 

Tugas ini untuk memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester

Mata Kuliah Metodologi Studi Islam

Dosen Pengampu: M. Nasrudin, M.H.

Disusun Oleh: DIMAS RAHMAT RAMADHAN (1602100108)

Kelas/semester: A/1

PROGAM STUDI S1 PERBANKAN SYARI’AH (PBS) T.A 2016/2017

 

Karakteristik islam dalam dunia politik ?

 

Hukum Islam dan politik adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu masyarakat Islam. Hukum Islam tanpa dukungan politik sulit digali dan diterapkan. Politik yang mengabaikan hukum Islam akan mengakibatkan kekacauan dalam masyarakat. Semakin baik hubungan Islam dan politik semakin besar peluang hukum Islam diaktualisasikan, dan semakin renggang hubungan Islam dan politik, semakin kecil peluang hukum Islam diterapkan.
Berlakunya hukum Islam di Indonesia telah mengalami pasang surut seiring dengan politik hukum yang diterapkan oleh kekuasaan negara. Bahkan di balik semua itu, berakar pada kekuatan sosial budaya yang berinteraksi dalam proses pengambilan keputusan politik. Namun demikian, hukum Islam telah mengalami perkembangan secara berkesinambungan, baik melalui jalur infrastruktur politik maupun suprastruktur politik dengan dukungan kekuatan sosial budaya. Politik yang adil dalam setiap umat manusia adalah mengatur  urusan negri dan luar negri dengan sistem dan peraturan yang menjamin keamanan individu dan golongan serta asas keadilan diantara meraka, merealisasikan kemaslahatan, menghantarkan mereka agar lebih maju dan mengatur hubungan dengan olrang lain. Islam menjamin politik ini, agar dasar islam dijadikan acuan sistem asas keadilan, merealisasikan kemaslahattan manusia disetiap jaman dan tempat. Hal itu terdapat 2 bukti: pertama sumber islam adalah al-quran, meskipun al-quran tidak menjelaskan hal tersebut secara rinci, tetapi menetapkan dasar-dasar dan kaidah tentang sistem tentang mengatur urusan umat dalam pemerintahan, kaidah-kaidah relavan dalam situasi dan kondisi yang bersifat majmu karena setiap manusia berusaha dan menuntut suatu kemaslahatan.(khallaf:1994.11-14)

Politik dalam Islam menjuruskan kegiatan ummah kepada usaha untuk mendukung dan melaksanakan syariat Allah melalui sistem kenegaraan dan pemerintahaan.
Adapun asas-asas dalam politik Islam ialah
1. Hakimiyyah Ilahiyyah
Hakimiyyah atau memberikan kuasa pengadilan dan kedaulatan hukum tertinggi dalam sistem politik Islam hanyalah hak mutlak Allah. Hakimiyyah Ilahiyyah membawa erti bahawa teras utama kepada sistem politik Islam ialah tauhid kepada Allah di segi Rububiyyah dan Uluhiyyah.

Prinsip Politik dalam Islam:
Prinsip-prinsip politik dalam Islam, diantaranya
a. Musyawarah
Asas musyawarah itu yang paling utama adalah berkenaan dengan pemilihan ketua negara dan oarang-oarang yang akan menjawat tugas-tugas utama dalam pentadbiran ummah. Asas musyawarah yang kedua adalah berkenaan dengan penentuan jalan dan cara pelaksanaan undang-undang yang telah dimaktubkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Asas musyawarah yang seterusnya adalah berkenaan dengan jalan-jalan bagi menetukan perkara-perkara baru yang timbul di dalangan ummah melalui proses ijtihad.
b. Keadilan
keadilan prinsip ini adalah berkaitan dengan keadilan sosial yang dijamin oleh sistem sosial dan sistem ekonomi Islam. Dalam pelaksanaannya yang luas, prinsip keadilan yang terkandung dalam sistem politik Islam meliputi dan merangkumi segala jenis perhubungan yang berlaku dalam kehidupan manusia, termasuk keadilan di antara rakyat dan pemerintah, di antara dua pihak yang bersebgketa di hadapan pihak pengadilan, di antara pasangan suami isteri dan di antara ibu bapa dan anak-anaknya.kewajipan berlaku adil dan menjauhi perbuatan zalim adalah di antara asas utama dalam sistem sosial Islam.
c.Kebebasan

Kebebasan yang telah dipelihara oleh sistem politik islam ialah kebebasan yang berterskan kepada makruf dan kebajikan. Menegakan prinsip kebebasan yang sebenarnya adalah tujuan terpenting bagi sistem politik dan pemerintahan itu sendiri serta menjadi asas-asas utama bagi undang-undang perlembagaan negara islam.(Tahqiq:2004.51-52)

Sampai saat ini, umat Islam berbeda pendapat tentang kedudukan politik dalam syari’at Islam, paling tidak dalam hubungan antara Islam dan ketatanegaraan. Dalam hal ini ada tiga aliran/pendapat,antara lain :

– Pendapat pertama yang berpendirian, bahwa Islam bukanlah semata-mata agama dalam pengertian Barat, yakni hanya menyangkut hubungan antara manusia dan Tuhan, sebaliknya Islam adalah agama yang sempurna dan lengkap dengan pengaturan bagi segala aspek kehidupan manusia, termasuk kehidupan bernegara.

-Pendapat kedua yang berpendirian, bahwa Islam adalah agama dalam  pengertian Barat, yang tidak ada hubungannya dengan urusan kenegaraan. Menurut pendapat ini, Nabi Muhammad SAW hanyalah seorang Rasul  biasa, seperti hal nya Rasul-rsul sebelumnya, dengan tugas tunggal mengajak manusia kembali. ~Karakteristik dalam Politik Islam
Islam sangat menegaskan akan persamaan harkat dan martabat manusia. Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa sesama manusia itu adalah sama derajatnya di hadapan Allah SWT. yang menentukan tinggi rendahnya derajat seseorang adalah ketakwaannya kepada AllahSWT.

Musyawarah
Musyawarah dilakukan untuk mencapai kemufakatan dari berbagai masalah yang dihadapi. Hal ini penting karena dapat mempererat hubungan kaum muslimin. Rasulullah mencontohkan bahwa pemimpin tidaklah harus bersikap otoriter dan menunjukkan keegoan diri.
KetaatanterhadapPemimpin
Dalam hal ini kita telah banyak diajarkan Allah dan Rasul-Nya untuk taat pada pemimpin. Akan tetapi kata taat disini memiliki batasan, artinya ketaatan terhadap pemimpin apabila ia (pemimpin) tidak melanggar syariat
Pengawasan (kontrol sosial) terhadap pemerintah secara produktif
Maksudnya, ketika pemimpin mempunyai kesalahan dalam mengemban masalah rakyat, maka kita sebagai rakyat wajib mengkritik secara konstruktif, dan tidak bermaksud untuk mencela.(Eickelman:1998.175-177)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

-Khallaf, Abdul Wahhab.1994.Politik Hukum Islam.Yogyakarta:PT.Tiara Wacana Yogya.
-Tahqiq, Nanang.2004.Politik Islam.Jakarta:kencana.
-Eickelman, Dale F.1998.Politik Islam:wacana kekuasaan dan hagemoni dalam masyarakat islam.Yogyakarta:PT.Tiara Wacana Yogya.

 

Catatan

  1. Temanya tentang karakteristik Islam dalam dunia politik, bukan tentang politik hukum Islam.
  2. 56% plagiat. 
  3. Buku ini dikutip di paragraf nomor berapa?
  4. -Eickelman, Dale F.1998.Politik Islam:wacana kekuasaan dan hagemoni dalam masyarakat islam.Yogyakarta:PT.Tiara Wacana Yogya.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *