Karakter Islam dalam Ilmu Pengetahuan

KARAKTER ISAM DALAM ILMU PENGETAHUAN

KONSEP ILMU PENGTAHUAN, TEKNOLOGI, DAN SENI (IPTEKS)
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat tiga istilah yang saling berkaitan, yaitu pengetahuan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Pengetahuan adalah segala fenomena alam yng dapat dicapai oleh indra kita, sedangkan ilmu pengetahuan adalah segala fenomena alam yang dapat dicapai oleh indra kita berdasarkan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah metode yang digunakan untuk melakukan penelitian suatu objek dalam bidang ilmu tertentu. Teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan dalam bentuk alat atau wahana kehidupan. Teknologi juga sebagai wujud peradaban manusia disetiap zamannya.

Kata ilmu dengan berbagai bentuknya dalam AL-QUR’AN terulang sebanyak 854 kali. Setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Oleh karna itu orang yang sudah ahli dalam bidang tertentu disebut sebagai spesialis ahli atau pakar.

Beberapa tafsir yang dikutip dari ensilopedia Indonesia, setruktur sains yaitu:
• Sains kealaman: astronomi; fisika (mekanika, bunyi, cahaya, dan optik), fisika nuklir; kimia (kimia organik, kimia teknik); ilmu bumi (paleontology, ekologi, geofisika, geokimia, mineralogy, geografi) ilmu hayat; (biofisika, botani, zoology); antropologi (budaya, ekonomi, politik) pisikolog (pendidikan, anak, abnormal)

• Humaniora: seni (abstrak, grafika, pahat, tari); hokum (pidana, tata usaha Negara, adat); filsafat (etika, logika, dan estetika); agama (Islam, Kristen, Hindu, Budha)

Tujuan dari semua itu dikembangkan ialah untuk menunjukan saling berhubungan dari segala yang ada. Dengan kesatupaduan alam, orang dapat menuju keesaan Allah SWT.

Seni atau kesenian adalah ekspresi jiwa dalam bentuk keindahan. Hukum asal seni adalah mubah karna seni sendiri adalah keindahan. Salah satu fungsi hidup manusia adalah bagaimana dia dapat membumikan sifat-sifatNya dalam kehidupan. Oleh karna itu, bagaimana manusia dapat mengekspresikan keindahan dalam segala kegiatannya. Termasuk pengembangan kesenian dalam berbagai bentuknya.

Seni yang lepas dari tauhidullah adalah seni yang landasannyanafsu dan thagut. Tentu umat islam dilarang mengembangkan kesenian yang landasannya adalah thagut dan pemenuhan hasrat nafsu dan syahwat. Karya yang memenuhi syarat-syarat estetis, menurut penilaian islam, merupakan karya ibadah apabila bercirikan:

a) Ikhlas sebagai titik tolak.
b) mardhatillah sebagai titik tuju, dan
c) amal shaleh sebagai garis amal (Endang saefuddin Ansari.

Bagi seorang muslim, seni adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Tujuan kesenian adalah sama dengan tujuan hidup itu sendiri. Tujuan hidup setiap muslim adalah kebahagian sepiritual dan material didunia dan diahirat, rahmat bagi segenap alam, di bawah naungan keridhaan Allah SWT.

IMAN, ILMU DAN AMAL SEBAGAI KESATUAN
Iman adalah kepercayaan terhadap wujud yang mutlak yang menjadi tujuan hidup manusia. Iman adalah potensi dasar yang harus dikembangkan dalam bentuk amal. Iman tanpa amal sama dengan potensi yang tidak dikembangkan. Supaya pengembangan iman bermakna, berhasil, dan berguna, diperlukan ilmu. Ilmu merupakan penggerak untuk majunya islam.
Islam melihat ipteks dan agama adalah sesuatu yang memiliki kaitan. Agama menjadi landasan segala prilaku manusia termasuk didalamnya sains dan teknologi. Islam melihat sains amat penting karna dengan teknologi dan sains manusia dan sains dapat mengenal Tuhannya. Dan membawa manusia kepada sifat piker dan zikir, membantu manusia memenuhi keperluan material untuk kehidupannya.

KEUTAMAAN ORANG BERILMU
Potensi yang paling utama dalam diri manusia adalah akal. Menurut Ibnu Arabi, adalah puncak kesempurnaan ciptaan Tuhan ketika akal berfungsi untuk berfikir, dan hasil pemikirannya itu adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Orang yang berilmu diibaratkan orang yang hidup dan orang yang tidak berilmu diibaratkan orang yang mati. Barang siapa berilmu lalu ia mengamalkannya dan memanfaatkannya dengan orang lain, maka ia bagaikan matahari yang menerangi dirinya dan orang lain.

TANGGUNG JAWAB ILMUWAN TERHADAP ALAM LINGKUNGAN
Tugas manusia dimuka bumi adalah memakmurkan dunia sekaligus menjaga keseimbangan alam dan lingkungan tempat mereka tinggal. Manusia diberi kebebasan untuk memanfaatkan sumberdaya yang yang ada dan memanfaatkan untuk kehidupan manusia dengan tidak menimbulkan efek negative terhadap lingkungan karna alam diciptakan untuk kehidupan manusia. Untuk hal tersebut diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. (H. Rois Mahfud; 2011, 177-183).

Al-QUR’AN DAN IPTEK
A. Logam Besi Sebagai Perangkat Tekhnologi
Besi dan berbagai jenis logam lainnya adalah ciptaan Allah yang jika dipanaskan akan mencair dan apabila didinginkan akan membeku, sehingga besi itu dapat diubah ke dalam berbagai bentuk yang diinginkan manusia, sesuai dengan inovasi yang mereka kembangkan. Dari besi, manusia bisa membuat mobi, kereta api, kapal laut, dan bahkan pesawat terbang. Banyak perkakas rumah tangga yang terbuat dari besi dan berbagai jenis logam lainnya.
B. Teknologi Ilmu Teknik Sipil
Geologi teknik yang mencakup gunung sebaai pasak bumi penahan gempa dan rekayasa lalu lintas berupa sungai dan jalan sebagai penunjuk arah manusia.
C. Teknologi Supra Power
Peristiwa Isra dan Mi’raj adalah perjalanan jarak jauh yang ditempuh dengan waktu sekejap. Isra berarti perjalanan horizontal dari Masjidil Haram Mekah sampai Masjidil Aqsha Palestina. Mi’raj adalah perjalanan vertical melewati tujuh langit sampai di Sidratul Muntaha. Perjalanan ini hanya ditempuh waktu semalam saja. (Alim:2014,60-63)
D. Sains dalam Al Qur’an
Ada dua pandangan mengenai masalah apakah Al-Qur’an memuat seluruh ilmu kealaman atau sains sehingga dapat dijadikan rujukan.
Pertama, Al-Qur’an sebagai sumber sains. Pendapat ini didiukung salah satunya oleh Al-Ghazali. Dalam Ihya Ulumuddin, beliau mengutip Ibnu Mas’ud yang mengatakan “Jika seseorang ingin memiliki pengetahuan mengenai masa depan dan masa lampau, selayaknya ia merenungkan Al-Quran”.
Kedua, Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk. Pandangan Al-Quran sebagai sumber sains telah dikritik banyak ulama. Golshani mengungkapkan beberapa point yang dapat disimpulkan dari kritik-kritik tersebut. (Minarti:2013,118)
1. Meski dalam Al-Quran terdapat banyak isyarat-isyarat sains, namun Al-Quran bukan diturunkan untuk mengajari ensiklopedia sains.
2. Tidaklah dibenarkan menafsirkan Al-Quran dengan cara yang tidak diketahui orang-orang Arab pada masa nabi.

 

 

Mahfud,Rois.2011. “Pendidikan Agama Islam”.Jakarta:Penerbit Erlangga
Minarti,Sri.2013.“Ilmu Pendidikan Islam”.Jakarta:Paragonatama Jaya
Alim,Akhmad.2014.“Sains dan Teknologi Islam”.Bandung:PT Remaja Rosdakarya

Karakter Islam Dalam Ilmu Pengetahuan
Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Ulangan Tengah Semester
Mata Kuliah
METODOLOGI STUDI ISLAM
Dosen Pengampu: M. Nasrudin, M.H.

Disusun Oleh:
FIKRI ADE SAPUTRA 1602100121

Program Studi S1 Perbankan Syariah

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI
(STAIN) JURAI SIWO METRO
TAHUN 2016/2017

 

Catatan

  1. Sudah menjawab pertanyaan
  2. plagiasi 11%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *