Karakter Akidah dalam Islam

NAMA : ANNISA PUTRI
PRODI : S1 PBS / A
NPM : 1602100008
UTS METODELOGI STUDI ISLAM
KARAKTER ISLAM DALAM AQIDAH

 

Karakter islam yang dapat di ketahui melalui bidang akidah ini adalah bahwa akidah islam bersifat murni baik dalam isinya maupun prosesnya. Yang di akui dan di yakini sebagai tuhan yang wajib disembah hanya Allah. Keyakinan tersebut sedikitpun tidak boleh di berikan kepada orang lain. Karena akan berakibat musyrik yang berdampak pada motivasi kerja yang tidak sepenuhnya didasarkan atas panggilan Allah. Akidah demikian itulah yang akan melahirkan bentuk pengabdian hanya pada Allah, yang selanjutnya berjiwa bebas, merdeka dan tidak tunduk pada manusia dan lainnya yang menggantikan posisi Tuhan. (Nata : 2012, 84).

Menurut bahasa akidah berasal dari bahasa arab: ‘aqada, ya’qidu, ‘uqdatan, wa’aqidatan artinya ikatan atau perjanjian. Maksudnya sesuatu yang menjadi tempat bagi hati dan hati nurani terikat kepadanya. Istilah aqidah juga digunakan untuk menyebut kepercayaan lagi mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan, yaitu apa-apa yang di percayai oleh seseorang, di ikat kuat oleh sanubari nya. (Masykurillah : 2013, 1). Hasan albana mengatakan bahwa aqidah adalah beberapa yang harus di yakini kebenarannya oleh hati, sehingga dapat mendatangkan ketentraman, keyakinan yang tidak bercampur dengan keraguan-raguan. (Masykurillah : 2013, 2).

Selanjutnya tauhid berasal dari kata kerja (wahhada) (yuwahihidu) infinitifnya (tauhidan), munurut terminologi tauhid berarti pembenaran total bahwa Allah adalah maha esa, esa pada dzat dan sifatnya. Allah lah penyandang atribut ketuhanan dan kekuasaan mutlak atas seluruh makhluk. Tauhid dengan pengertian di atas merupakan akidah yang harus diyakini dan harus di ikrarkan oleh seseorang yang telah mengaku dirinya sebagai muslim. Karena, tauhid di maksud terlambang dalam kalimat la ilaha illa allah. (Masykurillah : 2013, 2). Ilmu tauhid dalah ilmu yang membahas tentang keesaan Allah SWT.

Sementara itu Al-farabi mendefinisikan ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang Dzat dan sifat-sifat Allah serta eksistensi semua yang mukmin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin Islam. (Rozak : 2016, 21).

Adapun ruang lingkup pembahasan ilmu kalam mencakup beberapa hal yaitu;
1. Hal-hal yang berhubungan dengan Allah swt antara lain tentang takdir.
2. Hal-hal yang berhubungan dengan rasul allah sebagai penyambung ataupun pembawa risalah kepada manusia, seperti malaikat, nabi rasul dan beberapa kitab suci.
3. Hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan yang akan datang, seperti adanya kebangkitan, siksa kubur, surga dan neraka.

Rukun iman ada enam yaitu:
1. Iman kepada Allah swt.
Dalam agama islam pokok utamanya adalah bahwa kita harus mengenal Allah, yakni kita wajib percaya bahwasannya ialah tuhan yang sesungguhnya, dan tidak ada tuhan yang lain yang patut di sembah kecuali dia. (Munir : 2013, 1).
2. Iman kepada malaikat.
Allah yang maha kuasa itu menciptakan jenis makhluk yang bernama malaikat, dari nur atau cahaya. Kita wajib percaya, bahwa Allah SWT. Mempunyai banyak malaikat sebagai makhluknya yang lain. Mereka itulah pesuruh-pesuruh Allah, yang mengurus segala yang diperintahkan oleh-nya, malaikat adalah makhluk allah yang paling mulia. (Munir : 2013, 23).
3. Iman kepada kitab-kitab Allah.
Kita wajib mempercayai bahwa Allah SWT. Telah menurunkan beberapa kitab kepada beberapa utusan-nya unti memperbaiki kehidupan duniawi manusia dan menuntun mereka kepada agama yang benar. (Munir : 2013, 24).
4. Iman kepada Nabi dan Rasul.
Kita wajib mempercayai bahwa Allah yang maha bijaksana telah mengutus beberapa nabi dan rasul untuk menuntun manusia untuk ke jalan yang lurus. Pada hakekatnya nabi tersebut sama seperti manusia, mereka juga makan, minum, beristri, beranak, berniaga dan sebagainya. Hanya bedanya mereka adalah manusia-manusia pilihan Allahyang menerima wahyu dari-nya. (Munir: 2013, 27).
5. Iman kepada hari akhir.
Kita wajib percaya akan adanya hari akhir dan segala yang akan terjadi di dalamnya, seperti kehancuran dan berakhirnya alam semesta ini, dan adanya alam kubur, maksyar, hisaab (perhitungan) amal, pembalasan, neraka, surga dan sebagainya. (Munir : 2013, 28).
6. Iman kepada Qadha’ dan Qadhar.
Kita wajib percaya bahwa Alah telah menjadikan segala sesuatu dengaan rencananya. Segala sesuatu ditentukan sebelum terjadinya menurut kehendaknya. Dengan demikian segala amalan hamba Allah itu terlaksana menurut qadha’ dan qadhar dari Allah. Qadha’ artinya penetapan hukum atau pemutusan dan penghakiman sesuatu. Sedangkan Qadhar artinya kadar dan ukuran tertentu. (Munir : 2013, 38).

Kemudian dalam kajian tauhid sebagai suatu ilmu, tauhid terbagi 4 macam:
1. Tauhid Rububiyyah adalah iman kepada Allah SWT. Sebagai pencipta, penguasa, dan mengatur segala urusan yang ada di alam semesta, menghidupkan dan mematikan dan hal-hal yang termasuk perkara takdir, dan menetapkan hukum alam (sunnatullah).
2. Tauhid Al Asma wa’al Sifat adalah penetapan dan pengakuan yang mantap atas nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT. Yang luhur berdasarkan petunjuk Allah SWT. Dalam Al-Qur’an dan petunjuk Rasullah saw dalam hadistnya.
3. Tauhid Uluhiyyah adalah meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT.
4. Tauhid Qauli atau Amali adalah tauhid tidak hanya sebatas keyakinan dalam hati, melainkan harus diikrarkan sengan lisan, dan diwujudkan melalui perbuatan.

 

DAFTAR PUSTAKA
Masykurillah. 2013. Ilmu Tauhid Pokok-Pokok Keimanan. Bandar Lampung : Anugrah Utama Raharja.
Nata Abuddin. 2012. Metedologi Studi Islam. Jakarta : Rajawali Pers.
Rozak Abduh, Rosihon Anwar. 2013.Ilmu Kalam. Bandung : Pustaka Setia.
Munir A, Sudarsono. 2013. Dasar-Dasar Agama Islam. Jakarta : Rineka Cipta.

 

Catatan

  1. Tulisan sudah sesuai tema.
  2. Masih ada salah eja dan ketik, misalnya di- yang dipisah dan digabung atau kata asing yang harusnya ditulis miring.
  3. Plagiasi 29%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *