Kajian Islam Normatif

 

  1. Pengertian Kajian Islam Normatif

Kajian islam secara normatif dapat diartikan dengan mempelajari ajaran agama islam secara mendasar pada sumber-sumber yang ada seperti Al-Qur’an dan Hadist. Sedangkan normatif yaitu sesuai dengan kaidah atau aturan-aturan yang berlaku. Jadi kajian islam normatif adalah mempelajari atau mengkaji ajaran agama islam yang sesuai dengan kaidah atau aturan-aturan yang berlaku yang tidak terkait ruang dan waktu.

Kajian islam normatif bersifat sakral, mutlak harus dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang ada dan utuh yaitu tidak dapat ditawar seperti menambah ajaran atau menguranginya. Bila itu terjadi akan menyebabkan bid’ah yaitu melakukan ajaran yang tidak sesuai dengan dasar yang ada, hal itu akan meyebabkan kesesatan. Kajian ini juga bersifat kaku atau rigid, dan juga bersifat universal yaitu menyeluruh artinya ajaran islam dalam kajian islam normatif sudah diakui kebenarannya oleh seluruh umat muslim, maka kajian islam normatif juga biasa disebut dengan kajian islam secara universal.

Dasar dari kajian ini adalah Al-Qur’an dan Hadist yang sudah pasti kebenarannya. Kajian islam ini mengkaji tentang sesuatu yang berkaitan dengan akhlak, muamalah dan segala sesuatu tentang ibadah yang berkaitan dengan Allah SWT. Sebagai salah satu contoh kajian islam normatif yaitu ada di dalam pesantren.

  1. Wujud Kajian Islam Normatif

Wujud dari kajian islam normatif berkaitan dengan banyak aspek yang selalu berhubungan dengan ibadah kepada Allah SWT yang kebenarannya mutlak dan diakui oleh seluruh umat islam. Berikut beberapa contoh wujud kajian islam normatif :

 

ASPEK UNIVERSAL
Theologi Tuhan umat muslim hanya satu yaitu Allah SWT
Kitab Kitab suci umat islam yaitu Al-Qur’an (Ali,1996:259)
Malaikat Umat islam wajib mengimani adanya Malaikat Allah
Rezeki Segala bentuk rezeki datangnya dari Allah SWT
Sholat Membaca Niat
Takbir
Membaca iftitah, membaca Al-Fatihah
Membaca tahiyat
Umat islam wajib shalat dalam keadaan apapun
Dalam shalat berjamaah ada imamnya
Puasa Niat
Wajib membayar hutang puasa atau denda bila tidak melaksanakan puasa dibulan ramadhan
Menyegerakan berbuka
Ekonomi (perdagangan) Dalam berdagang harus bersikap jujur dan benar (sidiq) (Hafidhuddin,2003:78)
Budaya Mengucapkan salam bila bertemu dengan sesama muslim
Akhlak Bersikap sopan dan patuh kepada orang tua
Kiblat Ka’bah
Waktu sholat Acuan matahari
Tempat ibadah umat islam Masjid
Sosial Memuliakan tamu
Menikah Ijab kabul dan mahar
Zakat fitrah Memberi beras 2,5kg atau uang yang setara perkepala
Doa Umat islam hanya berdoa dan meminta kepada Allah SWT
Umrah Berkunjung ke Ka’bah
Hanya dilaksanakan di Mekkah, waktunya bisa kapan saja
Zikir Untuk mengingat dan mengagungkan Allah SWT
I’tikaf Dilakukan di masjid
Dilaksanakan pada malam ke 10 terakhir yaitu malam ke 20 atau 21 dibulan Ramadhan

 

  1. Tujuan Mengkaji Islam Normatif
  1. Dapat menghubungkan manusia dengan Allah dan menambah kepatuhan kepada Allah SWT dari ibadah yang dilakukan seperti sholat, puasa, zakat, haji dan lainnya.
  2. Sebagai sarana memelihara kebersihan dan kesucian badan dan rohani.
  3. Membentuk rasa kebersamaan sosial diantara orang-orang yang berbeda usia maupun kekayaan seperti sholat berjamaah dan lainnya (Ahmad,2008:155).
  4. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  5. Senantiasa mengingat Allah.
  6. Menghindarkan diri dari kesesatan dunia.
  7. Agar mendapat manfaat dari ibadah yang dilakukan.
  8. Agar manusia mampu menerapkan ajaran islam yang diyakininya dalam kehidupan sehari-hari serta agar mendapatkan jawaban dari segala permasalahan yang ada di dunia.

 

  1. Cara mengkaji Ajaran Islam Normatif
  1. Memahami isi dari Al-Qur’an itu sendiri.
  2. Memperbanyak membaca buku yang berkaitan dengan ibadah dalam agama islam.
  3. Mendengarkan ceramah yang berkaitan dengan agama islam.
  4. Berbincang-bincang dengan ahli agama.
  5. Berdiskusi dengan sesama teman.
  6. Belajar dari suatu instansi formal seperti pesantren.

 

 

Daftar Pustaka

Ahmad, Muhammad Abdul Qadir.2008. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Rineka Cipta

Ali, Maulana Muhammad. 1996. Islamologi. Jakarta: Darul Kutubil Islamiyah

Hafidhuddin, Didin. 2003. Islam Aplikatif. Jakarta: Gema Insani

 

Annisa Bella Widiyanti Semester 1 kelas B S1 Perbankan Syariah

 

Catatan

  1. Tulisan sudah sesuai tema dan bagus
  2. Plagiasi 0%

Yang Tak Kalah Menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *