Islam sebagai Realitas Sosial

Nama                           : wahyu rifai

NPM                           :1602100203

Prodi                           : S1 perbankan syariah

MK                              : Metodologi Studi Islam
Dosen pengampu        : M. Nasrudin, SHI, M. Pd.

 

ISLAM SEBAGAI REALITA SOSIAL

Islam sebagai realitas sosial, pada dasarnya bertumpu pada konsep sosiolagi agama. Pada zaman dahulu sosiologi agama mempelajari hubungan timbal balik antara agama dan masyarakat. Masyarakat mempengaruhi agama, dan agama mempengaruhi masyarakat. Belakangan sosiologi agama mempelajari bukan soal hubungan timbal balik, melainkan lebih kepada pengaruh agama terhadap tingkah laku masyarakat. Bagaimana Agama sebagai sistem nilai yang mempengaruhi tingkah laku masyarakat (Mudzhar, 1998:16).

Masyarakat dan agama berperan dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul di masyarakat yang tidak dapat dipecahkan, karena ada keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu agama islam sebagai peran dapat menjalankan fungsinya sehingga masyarakat merasa aman dan stabil. Islam dalam kehidupan sosial sangatlah penting,  masyarakat tidak akan bisa sejahtera tanpa adanya agama islam yang menjadi panutannya, karena didalam islam terdapat aturan-aturan yang bersumber dari Al-qur’an dan hadits yang tidak perlu diragukan kebenarannya. Masyarakat akan berperilaku baik jika agamanya juga baik. Maksudnya, agama mempengaruhi perilaku masyarakat karena adanya aturan-aturan agama yang membimbing manusia menjadi lebih baik.

Pendekatan dan pemahaman terhadap fenomena keberagaman manusia adalah seperti halnya seseorang mendekati dan memahami ”objeck” agama dari berbagai sudut pengamatan yang berbeda-beda. Sejalan dengan pemikiran di atas, Moh. Shofan dalam bukunya Jalan ketiga Pemikiran Islam, mengatakan bahwa agama adalah kebebasan pribadi yang bersangkutan dan Islam melarang pemaksaan satu pendapat, satu keyakinan kepada orang lain (Shofan, 2006:18-19).

Islam sebagai realitas sosial tentu melarang pemaksaan satu pendapat. Islam menganjurkan untuk menghargai pendapat orang lain. Islam di kehidupan sosial juga menganjurkan saling menghormati antar umat beragama, dan saling tolong-menolong walaupun berbeda agama. Namun demikian Islam hanya menyuruh umatnya untuk saling berhubungan sosial antar umat beragama, saling toleransi antar umat agama lain, tapi hanya sekedar toleransi dan saling tolong-menolong. Karena islam dengan agama lain berbeda tuhan yang disembah berbeda dan cara beribadah berbeda, jadi masalah agama tidak bisa dicampur dengan agama lain.

Gambaran dan fenomena manusia beragama, sebenarnya tidaklah semudah dan sesederhana seperti yang biasa dibayangkan oleh banyak orang (Abdullah, 1999:23-24).

Perlu adanya kemauan dan kesadaran manusia dalam mempelajari tentang islam, supaya islam dapat bermanfaat dikalangan masyarakat. Oleh karena itu islam sangatlah penting dalam berkehidupan di masyarakat sosial supaya masyarakat tidak melakukan hal-hal yang negatif, begitupun dengan sebaliknya islam juga membutuhkan hubungan sosial, karena manusia juga tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Islam pun tidak akan berkembang tanpa adanya hubungan sosial. Jadi kesimpulan Islam sebagai realita sosial yaitu islam menganjurkan sikap toleransi saling tolong menolong antar umat beragama dalam berhubungan sosial.

 

Catatan dosen

  1. Tulisan sudah sesuai dengan tema. Tetapi konten lebih mengarah pada aspek sikap setelah mempelajari sosiologi agama, bukan bagaimana mengkaji agama sebagai realitas sosial.
  2. Plagiasi hanya 19%. bagus…

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *