Islam sebagai Realitas Budaya

NAMA : WANTI NINGSIH
NPM : 1602100076
Program Studi : S1 Perbankan Syariah/ SEMESTER 1
KELAS : A

ISLAM SEBAGAI REALITAS BUDAYA

A. Pengertian Budaya
Ditinjau dari bahasa indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi dan akal. Pendapat lain mengatakan, bahwa kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budidaya, yang berarti daya dan budi. Karena itu mereka membedakan antara budaya dan kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa;dan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa tersebut. (Drs. Joko Tri Prasetya, dkk,2011,28)

Di dalam masyarakat ramai kebudayaan sering diartikan sebagai the general body bof the arts, yang meliputi seni sastra, seni musik, seni pahat, seni rupa, pengetahuan filsafat atau bagian-bagian yang indah dari kehidupan manusia.Sepintas lalu definisi-definisi tersebut kelihatan berbeda-beda, namun sebenarnya sama, yaitu mengakui adanya ciptaan manusia.Dapatlah kirannya ini kita tarik kesimpulan bahwa : kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Antara hakikat manusia dan pengembangan diri (kebudayaan) saling terjalin hubungan atau korelasi yang tidak dapat dipisahkan.Dalam perkembangannya, kebudayaan sering dipengaruhi oleh banyak faktor seperti tempat, waktu, kondisi masyarakat, dan lain-lain sehingga lahirlah suatu bentuk kebudayaan khusus seperti kebudayaan islam.

Kebudayaan lahir dari olah akal budi,jiwa atau hati nurani manusia. Bentuk kebudayaan tersebut selalu mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang di yakini, yang di rasa, dan diharapkan memberikan kebaikan dalam hidup.

B. Kebudayaan dan Agama
Agama dalam pengertian “addien”, sumbernya adalah wahyu dari Tuhan. Sedangkan kebudayaan sumbernya dari manusia ( merupakan hasil, cipta, rasa dan karsa manusia) . Jadi agama tidak dapat dimasukkan ke dalam lingkungan kebudayaan selama manusia berpendapat bahwa Tuhan tak dapat dimasukkan ke dalam hasil cipta manusia.

Bagi orang yang ber-Tuhan, Alam semesta menurut mereka adalah ciptaan Tuhan. Dengan demikian Agama dapat ikut mempengaruhi terciptanya kebudayaan, sedangkan kebudayaan itu tidak dapat mencipta agama. Sebagaimana halnya bahwa Tuhan dapat mempengaruhi manusia, akantetapi manusia tidak dapat mempengaruhi Tuhan. Kebudayaan menurut Islam adalah mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam nyata. Namun, selain mengatur manusia dengan manusia dan alam nyata.Islam juga mengatur hubungan dengan alam ghaib, terutama dengan yang Maha Esa.

Dalam islam tidak seperti pada masyarakat yang menganut agama bumi (ardhi), agama bukan kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Jika kebudayaan merupakan hasil, cipta, rasa dan karsa manusia, maka agama Islam adalah wahyu dari Tuhan.(Drs. Fadil SJ, M.Ag,2008,20-21)

Pengaruh Islam tidak hanya pada kepercayaan dan adat istiadat sehari-hari, bahkan sampai pada bidang hukum dan upacara-upacaranya,misalnya: hari besar Islam, upacara kematian, slamatan-slamatan, mengubur mayat, doa, waqaf, warisan letak masjid dan sebagainya.. (Drs. Joko Tri Prasetya, dkk,2011,50)

Kebudayaan dianggab tidak bertentangan dengan Islam, karena cukup banyak ayat dalam AL-Qur’an dan hadist yang mendorong manusia untuk belajar dan menggunakan akalnya untuk melahirkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini berarti Islam membenarkan penalaran akal pikiran dan mendorong semangat intelektualisme.

Islam diturunkan kepada Rasulullah SAW agar disampaikan kepada seluruh umat manusia dan menjadi petunjuk kebenaran bagi umat manusia sampai akhir masa.Rasulullah SAW adalah orang arab yang hidup dalam kebudayaan arab.Oleh karena itu, beliau berbicara dalam bahasa Arab dan berpakaian mode pakaian masyarakat arab. Begitu pula orang Indonesia. Perbedaan yang lahir dari kekhususan kelompok masyarakat atau bangsa, dalam ajaran Islam tidak dianggap sebagai penyimpangan atau bertentangan dengan ajaran Islam sepanjang tetap mencerminkan nilai-nilai ajaran yang didasari oleh dalil-dalil dari AL-Qur’an dan hadist, seperti bahasa komunikasi, model pakaian dan lain-lain. Kebudayaan Islam boleh beragam, berkembang dan berubah-ubah , tetapi syariat Islam hanyalah satu dan tetap sehingga di manapun dan kapanpun umat Islam hidup syariatnya tetap sama. (Drs.H.Rois Mahfud, M.Pd,2011,187)

 

Catatan

  1. Tema yang diminta adalah Islam sebagai realitas budaya. Sementara tulisan ini berbicara tentang hubungan antara agama dan kebudayaan. Tema yang 
  2. Plagiasi masih ada 46%.
  3. Daftar pustaka tidak ada. 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *