Ilham dalam Islam

Ilham adalah pengetahuan yang diberikan Allah kepada manusia tidak melalui akal pikiran, melainkan dengan bisikan ke dalam hati atau jiwa sesorang baik untuk hal – hal yang berhubungan dengan ketakwaan maupun kefasikan. Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia berupa kefasikan dan ketakwaan. Beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya. Kata setengah ulama ilham itu ialah menuangkan suatu pengentahuan dalam jiwa yang meminta supaya dikerjakan oleh orang yang menerimanya dengan tidak lebih dahulu dilakukan ijtihad dan menyelidiki hujjah – hujjah agama. Yang demikan itu terkadang – kadang diperoleh dengan jalan kasyaf dan terkadang – kadang diperoleh dengan tidak memakai perantara malaikat menurut cara yang tertentu yang Tuhan pergunakan beserta tiap – tiap maujud (Hadhiri SP: 2005, 69).

Kata ilham berasal dari kata yang berarti menelan. Keika berubah kewazan if’al, yakni alhma yulhimu ilhaman, maka kata ilham bermakna menelan dalam arti menghujamkan ke dalam jiwa, Allah berfirman : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS. Asy-Syams : 8) Muhammad Rasyid Ridha dalam  Al-Wahyul Muhammadi memberikan pengertian,  bahwa ilham adalah suatu perasaan emosional yang diyakini oleh jiwa yang karnanya jiwa itu terdorong untuk melakukan yang dikehendakinya oleh dorongan ilham itu, tanpa disertai kesadaran jiwa sendiri dari mana datangnya, keadaannya hampir sama dengan  perasaan lapar, dahaga, sedih, senang dan sebagainya.

Ilham itu suatu perasaan halus yang diyakini jiwa dan terdorong untuk memenuhinya, dengan tidak merasa dari mana datangnya. Dia lebih mirip kepada perasaan lapar, haus, gundah dan senang. Ilham terjadi tidak disandarkan dan tidak pula bersandar kepada pengetahuan yang hasil dari menyelami dalil – dalil agama, adalah gurisan – gurisan hati yang diciptakan Allah dalam jiwa orang yang berakal lalu ia sadar dan memahamkan maksud dengan secepat mungkin (Ash Shiddieqy: 2003, 17).

Dalam Al Quran menyatakan kepada siapa Allah akan memberikan ilham :

Hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan (ingatlah), Allah mengajar kamu dan Allah senantiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. (Al Baqarah ayat 282)

Dan Rasulullah pernah bersabda :

Barangsiapa yang mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui (Hadits riwayat Imam Ahmad dalam kitab  Al-hikam)

Jika kita meyakini segala sesuatu itu datang dari maha pencipta. Sudah tentu mudah untuk menjawab persoalan ini. Tidak ada sesuatu apapun yang sebenarnya datang atau yang kita terima ini kecuali ia datang dari yang maha pencipta dan maha memeliki segala sesuatu yakni ALLAH SWT. Secara mudahnya kita faham bahwa yang mendatangkan ilham kepada kita adalah Allah SWT. Namun, kita perlu ada ilmu ilmu asas dahulu sebelum Allah SWT mengaruniakan ilham kedalam benak fikiran kita. Asas kepada segala bentuk ilmu adalah Al Quran dan hadis.

Al Quran adalah ilmu asas dan juga sebagai panduan asas kepada kita agar ilham yang dikuruniakan itu memberi manfaat kepada diri kita maupun kepada orang lain. Ilham boleh datang melalui berbagai arah. Ada yang mendapatnya ketika tidur melalui mimpi, ada juga yang mendapatnya ketika bertafakur, ada juga yang datang pada waktu biasa dalam kehidupan kita sehari hari, ada yang merasakan ia datang dalam bentuk bisikan halus. Apapun bentuk atau cara ilham itu sampai kedalam otak fikiran kita, ia seolah olah muncul dengan sendirinya. Tidak melalui perantaraan, dan tidak juga berdasarkan pembelajaran melalui buku buku. Namun begitu ilham yang disangkakan itu mungkin sebenarnya bisikan syaitan yang mencoba merusak pemikiran kita. Boleh juga ia datang melalui syaitan, jin atau makhluk makhluk lain namun ia adalah berdasarkan keizinan Allah juga, kerana Allah jugalah yang menciptakan mereka dan berhak keatas mereka.

Contohnya begini, Allah mengilhamkan mahkluk ciptaannya tentang suatu perkara, dan kemudian mahluk itu bisikkan kepada manusia melalui kelebihan yang diberi Allah kepadanya. Di situlah datangnya fungsi Al Quran dan hadis yang menjadi asas dan panduan kepada kita menerima sesuatu ilham. ilham atau inspirasi bukan berada di dalam pikiran, tapi berada di dalam hati. Dan tidak semua aktivitas manusia digerakkan oleh pikiran. Salah satunya adalah inspirasi atau ilham yang datangnya dari Allah, diberikan langsung kepada manusia melalui bisikan hati. Karena itu lebih tepat jika kita katakan: “Semua berawal dari apa yang kita niatkan, bukan dari apa yang kita pikirkan (Abdullah: 2011,84)

 

DAFTAR PUSTAKA

HADHIRI SP, Choiruddin. Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an II. Jakarta: Gema Insani Pres. 2005.

ASH SHIDDIEQY, Teungku Muhammad. Sejarah Dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra. 2003

ABDULLAH, Mawardi. Ulumul Qur’an. Bandung: PT Remaja Rosdayaka. 2011

 

Catatan dosen

  1. Tema sudah masuk, pembahasan sudah masuk juga
  2. Tapi plagiasi sangat tinggi, sampai 50%
  3. Baca buku dengan baik. Cerna dan pahami. Lalu tutup buku itu dan tulislah apa yang kamu pahami dengan kata-katamu sendiri.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *