Fungsi Pengetahuan dalam Islam

Nama              : Farah Fa’adillah

Semester 1, Kelas B, Prodi S1-Perbankan Syariah

Daftar Pustaka

1) Jalaluddin. 2013. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Rajawali

2) Susanto,P. 2011. Filsafat Ilmu. Jakarta: Bumi Aksara

3) Al-Qaradhawi Yusuf. 2004. Konsep Islam Solusi Utama Bagi Umat. Jakarta: Senaya       Abadi

 

Definisi Pengetahuan

Pengetahuan adalah produk dari tahu,yakni mengerti sesudah melihat, menyaksikan atau mengalami. Manusia memperoleh pengetahuan melalui berbagai cara. Adakalanya, pengetahuan itu diperoleh melalui pengalaman yang berulang-ulang terhadap sesuatu peristiwa atau kejadian. Ada juga pengetahuan diperoleh dari usaha dalam mengatasi masalah yang berhubungan dengan kebutuhan hidup. Atau juga pengetahuan dapat juga diperoleh dari percobaan-percobaan sederhana atau dikenal dengan trial and eror. (Jalaluddin,2013: 85)

Istiah ilmu pengetahuan di ambil dari bahasa Arab ; “alima,ya’lamu,’ilman”yang berarti mengerti atau memahami benar-benar. Dalam bahasa Inggris istilah ilmu berasal dari kata science, yang bersal dari bahasa latin scienta yang berarti mempelajari dan mengetahui. Dengan kata lain, ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang dilaksanakan dengan metode tertentu yang akhirnya menghasilkan pengetahuan. Adapun akitvitas manusia yang dapat mengembangkan pengetahuan di pengaruhi oleh beberapa fakta, antara lain bahasa, dan penalaran.

Karena dua hal inilah, manusia terus melakukan pengembangan pengetahuan untuk memperoleh kenikmatan, kesenangan, kemudahan dan kebahagiaan dengan inovasi yang di lakukan manusia yang kemudian berusaha memecahkan masalah-masalah yang terjadi di lingkungan dan mengembangkan kerangka berfikir tertentu untuk menghasilkan ilmu. (Susanto,2011:76-78)

Dalam suatu negara Islam harus diletakkan rencana dalam pengetahuan keislaman yang bertumpu pada hal-hal berikut ini :

  1. Meletakkan aturan pengetahuan keislaman menjadi satu,tidak bercampur aduk dari segi sumber dan semangatnya,agar dapat menciptakan kesatuan pikiran bagi para kader umat,yaitu akal yang islami.
  2. Menjadikan bentuk pengajaran dalam setiap tingkatan dengan bentuk yang islami.
  3. Menciptakan kesadaran keislaman secara umum
  4. Menyikapi sistem-sistem lainnya yang menyerang dunia islam,baik itu demokrasi liberal maupun sosialis-Marxisme
  5. Mengaitkan antara agama dan kehidupan dengan mengetengahkan problematika kontemporer yang beragam,ditinjau dalam sudut pandang islam
  6. Memilih cara dan metode-metode terbaik yang cocok untuk mengajarkan agama dan menancapkannya di dalam jiwa.

Meletakkan program membuat ensiklopedia islam secara umum dengan motode modern untuk menjaga pengetahuan islam dengan berbagai seginya. Diantara hal itu adalah sebagai berikut :

  1. Ensiklopedia Islam Umum yang ditulis oleh para ulama Islam dari berbagai negara Islam dalam beragam pengetahuan tentang wawasan keislaman untuk menandingi buku Wawasan Pengetahuan Islam yang telah ditulis oleh para orientalis.
  2. Ensiklopedia yang dilengkapi dengan penggunaan bab-bab yang baru dan daftar isi beserta penjelasan yang fokus untuk membantu kaum muslimin memahami Sunnah Nabi dan rahasianya. Dengan ini,orang-orang dapat selamat dari hadist-hadits yang palsu dan lemah,yang merusak akal pikiran dan memperkeruh sumber pengetahuan islam.
  3. Ensiklopedia Fiqih Islam, yaitu buku yag membahas fiqih islam dalam berbagai mazhab dan bermacam pendapatnya,yang diikuti maupun yang tidak, beserta penjelasan dalil-dalilnya dari Al-Qur’an dan Hadits.
  4. Ensiklopedia Sejarah Islam. Sejarah Islam dimulai dari masa Nabi, lalu masa Khulafaur Rasyidin dan seterusnya. Penulisan sejarah ini harus direvisi kembali dengan metode baru, dan memperbaiki sumber atau rujukan, serta memperkuat sanad-sanadnya. ( Al-Qaradhawi,2004:35-37)

C.A.Qadir memberikan 3 hal pokok yang menjadi persyaratan ilmu pengetahuan,yaitu:

  1. Tentang persamaan hak dalam mencari ilmu.Dalam khazanah islam setiap muslim di wajibkan untuk mencari ilmu,tanpa mempersoalkan usia atau jenis kelamin,semua orang beriman,laki-laki perempun,agar terus belajar selama hidupnya ,sejak alam buaian hingga sampai ke liang lahat(kubur)
  2. Mengenai persyaratan mengenaiilmu yang berkenaan dengan pengamatanatau eksperimen,dapat disaksikan bahwa manusia sejak awalnya sudah mulai mengamati terbit tenggelamnya matahari ,pergantian musim,perbedaan waktu (siang dan malam).pernyataan pernyatan ini dapat di perkuat dengan landasan al-qur’an seperti yang tercantum dalam beberapa surat,seperti Q.S.2:164,Q.S. 6:95, Q.S. 13:45
  3. Mengenai persyaratan pentingnya pengetahuan dan kesasihan pengalaman indrawi,hak pada persyarataan ke tiga ini Alquran menganjurkan pembacanya agar alam semesta ini di teliti .oleh karena itu,Alquran sangatmenghargai adanya kegiatan ilmiah, selain itu, Al-quran menyatakan bahwa segala hal yang berada di langit dan bumi disediakan bagi menusia sehingga manusia dapat memanfaatkan untuk kepentingan bersama. ( Susanto,2011:80)

 

Pentingnya Belajar Menurut Al Quran dalam Surat Al Alaq Ayat 1-5

Wahyu pertama ini juga mangungatkan,bahwa allah telah memuliakan/menjunjung tinggi martabt manusia melalui baca.artinya denagn proses belajar mengajar itu manusia dapat menguasai ilmu pengetahuan dan dengan ilmu pengetahuan ini manusia dapat mengetahui rahasia alam (e.book)

Agama dengan karakteristiknya sendiri pula memberiakn jawaban atas segala persoalan asasi yang di pertanyakan manusia,baik tentang alam maupun tentang manusia dan tentang tuhan. Agama memberikan jawaban tentang banyak (berbagai) soal asasi yang sama sekali tidak terjawab oleh ilmu yang di pertanyakan karena hanya tuhan lah yang bersifat bijaksana.manusia hanya berusaha untuk mencari kebijaksanaan,mencari kebenaran,dengan cara yang ilmiah. (Qutub,2011:1343)

 

Fungsi pengetahuan dalam islam sebagai berikut :

  • Mampu memahami dan menfsirkan isi Hadist dan Al-Qur’an
  • Tahu cara melakukan,melaksanakan ibadah
  • Dapat mengetahui sejarah islam pada zaman dahulu
  • Dapat mengetahui dan mengkaji hukum-hukum islam
  • Tahu bagaimana mengetahui ahklak yang mulia atau tidak
  • Dapat mempelajari penerapan nilai-nilai islam dalam masyarakat
  • Meyakinkan dan mengetahui bahwa Allah SWT itu ada
  • Dapat mengkaji dan mengetahui sosial ekonomi dari sudut pandang islam
  • Dapat mengkaji agama islam
  • Menambah khazanah intelektualitas bagi ummat Islam

 

Catatan

  1. Sudah menjawab pertanyaan dengan baik.
  2. Plagiasi 6%.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *