Fungsi Ijma’ sebagai Sumber Ajaran Islam

DEFINISI IJMA’

  1. Ijma’ berarti atau ketetapan hati untuk melakukan sesuatu atau keputusan berbuat sesuatu
  2. Ijma’ dengan arti kesepakatan atau konsensus (Razin: 2014, 89-90).

SYARAT- SYARAT IJMA’

  1. Yang Bersepakat adalah Para Mujtahid

Secara umum, mujtahid itu diartikan sebagai para ulama yang mempunyai kemampuan dalam meng-istinbath hukum dari dalil-dalil syara’. Dalam kitab jam’ul jawani disebutkan bahwa yang dimaksut mujtahid adalah orang yang faqih.

  1. Yang Bersepakat adalah Seluruh Mujtahid

Sebagai ulama berpandangan bahwa ijma’ itu sah bila dilakukan oleh sebagian besar mujtahid, karena yang dimaksut kesepakatan ijma’, termasuk pula kesepakatan sebagian besar dari mereka. Sebagian ulama yang lain berpandangan bahwa kesepakatan   sebagianbesarmujtahid adalah hujjah, meskipun tidak dikategorikan sebagai ijma’.

  1. Para Mujtahid Harus Umat Muhammad SAW

Para ulama berbeda pendapat tentang arti umat Muhammad SAW. Yang dimaksut Muhammad adalah orang orangmukallah dari golongan ahl Al-halli wa Al-aqdi, ada juga yang berpendapat bahwa mereka adalah orang-orang mukalaf dari golongan Muhammad. Arti jelas yang dimaksut mukalaf adalah muslim, berakal, dan telah baligh.

  1. Dilakukan Setelah Wafatnya Nabi

Ijma’ itu tidak terjadi ketika Nabi masih hidup, karena Nabi senantiasa menyepakati perbuatan-perbuatan para sahabat yang dipandang baik, dan dianggap sebagai syari’at.

  1. Kesepakatan mereka harus berhubungan dengan syari’at

Maksutnya, kesepakatan mereka haruslah kesepakatan yang ada kaitanya dengan syari’at, seperti tentang wajib, sunah, makruh, haram, dan lain-lain.

MACAM-MACAM IJMA’

  1. Ijma’ Sharih

Yaitu semua mujtahid mengemukakan pendapat mereka masing-masing, kemudian menyepakati salah satunya. Hal itu terjadi bila semua mujtahid berkumpul disuatu tempat kemudian masing-masing mengeluarkan pendapat terhadap masalah yang ingin diketahui hukumnya.

  1. Ijma’ Sukuti

Yaitu pendapat dari sebagian ulama tentang suatu masalah yang diketahui oleh para mujtahid lainya, tapi mereka diam, tidak menyepakati ataupun menolak pendapat tersebut secara jelas.

KEHUJJAHAN IJMA’ MENURUT PANDANGAN PARA ULAMA

Ada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kehujjahan ijma’. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebur, para ulama berbeda pendapat.

  1. Kehujjahan Ijma’ Sharih

Jamhur telah sepakat bahwa ijma’ sharih itu merupakan hujjah secara qath’i, wajib mengamalkanya dan haram menentangnya. Bila sudah terjadi ijma’ suatu masalah akan menjadi hukum qath’i yang tidak boleh ditentang dan menjadi masalah yang tidak boleh di ijtihad lagi.

  1. Kehujjahan Ijma’ Sukuti

Ijma’ sukuti telah dipertentangkan kehujjahannya dikalangan para ulama. Sebagian dari mereka tidak memandang sukuti sebagai hujjah, bahkan tidak menyatakan sebagai ijma’.

  1. Kemungkinan Adanya Ijma’

Para ulama berbeda pendapat tentang kemungkinan adanya ijma’ dan kewajiban melaksanakanya (Syafe’i: 2010, 70-81).

DASAR-DASAR IJMA’

Menurut malik, ijma’ adalah para sahabat nabi dan para tabi’in yang tinggal di madinah. Mazhab Syi’ah tidak menerima ijma’ kecuali berasal dari keluarga nabi. Ijma’ menurut mereka adalah konsensus yang mewujudkan pandangan ima yang sempurna.

FUNGSI IJMA’

Fungsi ijma’ yaitu memiliki otoritas menentukan keputusan hakim benar atau salah. Pada dasarnya ijma’ menurut ulama mempunyai kekuatan dalam menetapkan hukum dan memiliki pendapat tersendiri. Qiyas tidak dapat mencapai status hukum kecuali didukung oleh ijma’. Fungsi ijma’ bersifat madiri, ijma’ memiliki andil besar bagi syari’ah dalam menghapuskan pertimbangan nilai pribadi (Muslehuddin: 1991, 117-118).

RUJUKAN

Razin Musnad. Ushul Fiqh 1. Yogyakarta: STAIN Jurai Siwo Metro. 2014

Syafe’i Rachmat. Ilmu Ushul Fiqh. Bandung: Pustaka Setia. 2010

Muslehuddin Muhammad. Filsafat Hukum Islam dan Pemikiran Orientalis. Yogyakarta: Tiara Wacana. 1991

 

YESINTA

1602100207

Mahasiswi Semester 1 Kelas B Prodi S1

Perbankan Syari’ah IAIN Metro

 

Cattaan

  1. Sudah menjawab pertanyaan
  2. Plagiasi 5%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *