Fungsi dan Peran Wahyu dalam Islam

Wahyu berasal dari bahasa Arab yaitu al-wahy yang artinya suara, atau dapat juga berarti bisikan ,tulisan dan kitab.Fungsi dan peran wahyu dalam islam merupakan suatu hal yang perlu diketahui oleh umat islam. Wahyu didefinisika sebagai kabar atau informasi dari Allah SWT atau bisa diartikan sebagi petunjuk yang diturunkan oleh allah kepada para nabi dan rasull untuk menyelesaikan masalah umat.Pada dasarnya Allah SWt memberikan wahyu kepada para hambanya bukan hanya kepada Rasull saja, tetapi Allah menganugerahkan wahyu kepada hamba-hamba yang tulus sekalipun ia bukan nabi (Ali:tanpa tahun,240). Allah memberikan wahyu kepada rasull bisa secara langsung atau melalui perantara. Wahyu digunakan untuk acuan dalam berfikir. Penerima wahyu Allah adalah orang-orang yang dipilih secara langsung oleh Allah. Wahyu berupa tulisan yang dimaksud dengan tulisan ialah apa yang disampaikan tuhan kepada utusannya (nasution:1986,15). Nabi adalah seseorang yang diberi kemampuan untuk berhubungan dengan Allah.

Fungsi wahyu adalah untuk membenarkan atau meluruskan hal-hal yang sedang dihadapi oleh manusia. Wahyu yang disampaikan oleh Allah bisa berupa syariat atau larangan. Tidak ada wahyu yang brtentangan dengan akal. Wahy adalah kebenaran yang bersifat mutlak. Wahyu yang diturunkan kepada nabi muhammad dinamakan Al-Qur’an. Wahyu secara garis besar berisi tentang aqidah, prinsip-prinsip keimanan, hukum-hukum syariat, hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, ahlak, budi pekerti, ilmu pengetahuan, sejarah islam pada zaman dahulu, dan juga informasi tentang hal-hal yang kan terjadi dimasa mendatang. Wahyu diterima melalui penglihatan dan pendengaran.

Adapun cara turunnya wahyu dengan tiga cara, yaitu melalui hati seseorang yang ditanamkan ke dalam dada manusia oleh Allah, dari belakang tabir seprti yang terjadi pada nabi Musa, dan melalui utusan Allah seperti malaikat. Pada saat menyampaikan wahyu malaikat bisa datang dalam mimpi ataupun secara langsung menunjukkan wujud aslinya atau juga bisa dengan suara seperti (Nasution:1986,18)loncengWahyu didektekan kepada nabi muhammad saw oleh suara yang diyakini berasal dari jibril (mohammed:1960,8). Wahyu yang mewajibkan manusia untuk mengetahui Tuhan dan berterimkasih kepada-Nya, selain memberikan penjelasan secara terperinci, kedatangan wahyu dapat berfungsi sebagai pendukung terhadap akal hanya manusia yang di anugerahkan secara khusus yaiu mendapatkan wahyu dari Tuhan. Wahyu dalam islam memiliki peran yang penting karena islam adalah agaa samawi atau agama yang berasal dari wahyu. Wahyu merupakan hal yang memperinci hukum dan apa yang akan didapatkan oleh manusia di akhirat tanpa adanya wahyu manusia tidak akan mengetahui hal-hal yang baik dan buruk. Karena wahyu berisikan tentang apa yang harus dilakukan manusia yang sesuia dengan syariat islam. Wahyu juga hanya bisa dipahami oleh akal. Tanpa adanya akal wahyu tidak akan bisa ditelaah oleh manusia. Maka dari itu antara akal dan wahyu saling terkait satu sama lain.

 

 

 

Daftar Pustaka

Nasution, harun. 1986. Akal dan wahyu dalam islam. Jakarta:UI PRESS

Mohammed. 1960. The man and his faith. New York: Harper and Raw

Muhammad, Ali Maulana. Ismologi (Dinul Islam). Jakarta : Darul Kubil Islamiyah

 

Catatan

  1. Sebaiknya fokus pada fungsi wahyu
  2. Plagiasi 0%

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *