Dimensi Universal dalam Islam

 

Nama         : Ade Sela Purnama

Npm           :1602100001

Prodi/kelas: S1-PBS/A(semester1)

 

YANG UNIVERSAL DALAM ISLAM

Dalam pandangan para penganutnya, agama diakui sebagai ajaran yang berasal dari tuhan yang di dalam nya mengandung berbagai petunjuk bagi kehidupan manusia (Abuddin Nata:2001,7) dan itulah yang membuat hal yang universal dalam islam timbul. Contohnya adalah ketauhidan . tauhid itu berarti mengesakan Allah. Definisi islam yang di definisikan oleh al- Syaikh adalah sebuah ungkapan sikap pasrah, dalam arti kata sikap tunduk dan patuh kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan tauhid (Ibrahim Al-syaikh Salih Al-khuraisiy:2000,28) Secara umum ajaran agama selalu mengajarkan untuk mengesakan tuhan nya. Mau itu agama islam ataupun agama lain nya. Contoh lain dalam hal universal dalam islam adalah berbuat baik. Islam selalu mengajarkan kita untuk berbuat baik. Baik dalam hal apapun contuhnya menolong orang lain, bersedekah perbuatan baik adalah hal harus kita lakukan karena akan ada balasan atau pahala yang diberikan Allah kepada nhambanya yang selalu berbuat baik.

Contoh lain nya yang universal dalam islam adalah toleransi. Agama menghendaki suatu kehidupan manusia yang tidak hanya mementingkan materi saja tanpa mementingkan rohaniah atau mementingkan rohaniah nya saja tanpa mementingkan dunia(abuddin Nata:2001,13-14). Rasa toleransi adalah contoh perilaku yang harus kita terapkan agar kita bisa menyeimbangkan anatara hubungan kita dengan manusia dan hubungan kita dengan tuhan. Mengapa disebut universal karena dalam agama lain pun selalu rasa toleransi dikedepan kan, contoh rasa toleransi adalah misal nya kita hidup bertetangga jika kita memiliki tetangga yang lain kepoercayaam maka kita harus tetap menghormati, tidak boleh mengusik atau menghalang-halangi saat mereka akan ibadah.

Masi banyak lagi contoh yang universal dalam islam seperti ibadah, salah satu alasan mengapa manusia memrlukan agama, secara psikologis manusia memiliki naluri untuk mempercayai kekuatan lain yang ada di luar dirinya. Dalam bahasa agama potensi tersebut dinamakan potensi bertuhan atau potensi beragama lihat (Q.S al-A’raf,7:172) (abuddin Nata:2001,13-14).

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.

Dalam ayat itu dijelaskan bahwa mencari dan mengenal tuhan merupakan sebuah fitrah yang sebelumnya telah di tanamkan allah kepada semua umat manusiia. Fitrah itu akan tetap ada dalamjiwa manusia dan tidak akan terpengaruh oleh berbagai perubahan kehidupan manusia sepanjang sejarah ,bahkan oleh majunya teknologi dan peradaban, dan cara agar kita mengenal tuhan kita adalah beribadah. Hal utama inilah yang harus kita jalanakan sebagai umat yang percaya akan adanya tuhan. Secara universal beribadah pasti dilakukan oleh semua umat yang memiliki tuhan. Dan ajaran islam adalah satusatunya ajaran yang sangat ideal dan pernah dibuktikan dalam sejarah dan manfaat nya dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia.

 

Catatan 

  1. Tema sudah sesuai, meski elaborasi tentang mengapa ada aspek universal dalam agama.
  2. Daftar pustaka belum ada
  3. Plagiasi hanya 14%.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *