Dimensi Partikular dalam Islam

YANG PARTICULAR DALAM ISLAM
Tugas Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester
Mata Kuliah Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu :
M. Nasrudin, M. H.

Disusun Oleh :

Amalia Nur Hidayah (1602100004)

Kelas/Semester : A/1

J U R U S A N SYARIAH
PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARI’AH (PBS)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) JURAI SIWO METRO
T.A 2016/2017

Yang Particular Dalam Islam
Dalam Ajaran Agama islam memiliki dua karakteristik yaitu secara universal dan secara partikular. Agama islam secara universal yang berarti umum, sedangkan secara partikular yang berarti berubah / dimasing-masing berubah. Maksud dari partikular dalam islam yaitu mengenai cara, metode, aplikasi, budaya, politik, sosial dan historis dimasing-masing dimensi / tempat yang dapat berbeda-beda. Saya akan mengeksplor mengenai Particular Dalam Islam, yaitu :
A. Cara
Cara takbiratul ihram bagi pria dan wanita, jika pria mengangkat tangan hingga sejajar dengan bahu sedangkan wanita cukup mengangkat tangan nya sampai pundak atau mengapit bagian dada. Dan pada dasarnya takbiratul ihram bagi pria dan wanita mempunyai tujuan sama yakni beribadah kepada Allah SWT.
B. Metode
Dalam berbagai macam ilmu pengetahuan seperti ilmu psikologi, ilmu kimia, ilmu fisika, ilmu antropologi, dan lain sebagainya memiliki metode nya masing-masing Sudiyono,2009:182). Dalam hadist Rasullah SAW. Bersabda yang artinya “Mudahkanlah dan jangan engkau persulit, berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu. Saling taatlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan hubungan kamu (Sudiyono,2009:183). Hadist tersebut menjelaskan bahwa dalam melakukan metode pendidikan islam harus berdasarkan kepada prinsip:
1.Mempermudah dan tidak mempersulit.
2. Menggembirakan, tidak menyusahkan.
3. Dalam mengambil keputusan untuk selalu memiliki kesatuan pandangan agar tidak saling berselisih.
C. Politik
Di Indonesia Presiden pertama RI yakni Ir. Soekarno berargumen jika agama diperbolehkan hadir dalam wilayah publik, ia akan hanya menjadi alat politik orang-orang yang berkepentingan dan menimbulkan manusia untuk membeda-beda kan bagi pemeluk selain agama publik tersebut. Menurut Soekarno, yang mesti ditonjolkan dalam agama (misalnya islam) adalah semangatnya,karakter agama yang harus masuk akal, berbudaya, dan berkembang. Sedangkan di Turki berpendapat sama dengan pemikir politik yakni Zia Gokalp (1875-1924). Ia menyatakan pemisahan masalah keyakinan dan ibadah dengan hubungan sosial termasuk kedalam bagian politik (Kamil,2013:30)

Putra-putri masa kini telah berpolitik tinggi, ia tidak lagi memandang bahwa politik islam hanya satu-satunya jalan politik untuk mengabdi bagi agama dan bangsa (Thohari,2009:30). Mereka telah mendirikan lembaga-lembaga seperti Bank Muamalat Indonesia, labelisasi halal, UU peradilan agama, dan beberapa lembaga-lembaga lainnya. Meski baru muncul dan belum berjalan dengan ssepenuhnya tapi ini merupakan jejak langkah dari kaum modernisasi (Thohari,2009:31).
D.Budaya
Dinegara barat budaya orang berpesta dengan meminum minuman alkohol, sedangkan di indonesia tidak diperbolehkan akan hal itu karna negara indonesia memiliki landasan pada Al-qur’an.
Faktor-Faktor adanya perubahan :
a). Tempat
secara universal kiblat nya seorang muslim adalah sama yaitu ka’bah, sedangkan secara partikular dapat berbeda-beda dengan mengandalkan arah mata angin.
b). Waktu
perhitungan waktu tepat nya solat di indonesia dengan negara bagian timur (Mekah) akan berbeda, hal ini dikarenakan belahan bumi yang berada antara siang dan malam.
c). Sistem Sosial
d). Sistem Politik
sistem politik di indonesia berbeda dengan sistem politik di Negara lainnya, karna setiap negara memiliki sistem politik nya masing-masing. Di Indonesia memiliki sistem politik berupa lembaga-lembaga diantara nya MPR, DPR, DPRD, DPD, MA,dan MK.
e). Sistem Ekonomi

DAFTAR PUSTAKA
Kamil, Sukron. 2013. Pemikiran Politik Islam Tematik. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
Sudiyono. 2009. Ilmu Pendididkan Islam. Mataram Raya : PT. Rineka Cipta
Thohari, Hajriyanto. 2009. Muhammadiyah Dan Pergulatan Politik Islam Modernis. Jakarta Pusat : Studi Agama Dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah

 

Catatan

  1. Tulisan ini sudah menjawab pertanyaan.
  2. Hanya 4% plagiasi.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *