Aspek-aspek Sasaran Studi Islam

  1. ASPEK AGAMA

Ada banyak definisi agama. Nurcholis Madjid berpendapat bahwa dalam agama islam mengakui adanya pluralisme. Menurutnya pluralisme adalah sebuah aturan tuhan yang tidak akan berubah sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Dan islam adalah agama yang kitab sucinya dengan tegas mengakui hak agama lain, kecuali yang berdasarkan peganisme dan syirik, untuk hidup dan menjalankan agama masing-masing dengan penuh kesungguhan. “Sungguh, kami yang menurunkan kitab Taurat; didalamnya ada petunjuk dan cahaya. Yang dengan kitab itu para Nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, tetapi takutlah kepadaku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayatku dengan harga murah. Barang siapa yang tidak memutuskan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” (QS.Al-Maidah : 44)

Dalam aspek agama disamping mengakui adanya pluralisme sebagai suatu kenyataan, juga mengakui adanya universalisme. Yakni mengajarkan kepercayaan kepada tuhan dan hari akhir, menyuruh berbuat baik dan mengajak pada keselamatan. Inilah selanjutnya yang dapat dijadikan landasan untuk membangun konsep toleransi dalam beragama. H.M.Quraish Shihab berpendapat bahwa dengan menggali ajaran-ajaran agama , meninggalkan fanatisme buta , serta berpijak pada kenyataan, jalan akan dapat dirumuskan. Tuhan yang maha itulah yang menciptakan seluruh manusia. Pandangan ini menjadi modal besar.  Disamping itu, diyakini secara penuh oleh setiap penganut agama bahwa tuhan merupakan sumber ajaran agama , tidak membutuhkan pengabdian manusia. Ketaatan dan kedurhakaan manusia tidak menambah atau mengurangi kesempurnaannya. (Abuddin Nata: 2012. 80-81)

  1. ASPEK IBADAH

Ibadah adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan mentaati perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, dan mengamalkan segala yang diizinkan-Nya. Ibadah ada yang umum dan ada yang khusus. Yang umum ialah segala amalan yang diijinkan Allah, yang khusus ialah apa yang ditetapkan Allah akan perinciannya, tingkat, dan cara-cara yang tertentu.  Ibadah yang akan dibahas dalam bagian ini adalah ibadah khusus. Dalam yurisprudensi islam telah ditetapkan bahwa dalam urusan ibadah tidak boleh ada kreativitas. Bilangan sholat lima waktu serta tatacara mengerjakannya, ketentuan ibadah haji dan tatacara mengerjakannya misalnya adalah termasuk masalah ibadah yang tata cara mengerjakannya telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Ketentuan ibadah demikian itu termasuk ajaran islam dimana akal manusia tidak perlu campur tangan, melainkan hak dan otoritas tuhan sepenuhnya. (Abuddin Nata: 2012. 81-83)

  1. ASPEK AKIDAH

Yang dapat diketahui melalui bidang akidah ini adalah bahwa akidah islam bersifat murni baik dalam isinya maupun prosesnya. Akidah dalam islam meliputi keyakinan dalam hati tentang Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah,  ucapan dengan lisan dalam bentuk dua kalimah syahadat dan perbuatan dengan amal sholeh. Akidah dalam islam selanjutnya harus berpengaruh kedalam segala aktivitas yang dilakukan manusia, sehingga berbagai aktivitas tersebut bernilai ibadah. Dalam hubungan ini Yusuf Al-Qhardawi mengatakan bahwa iman menurut pengertian yang sebenarnya ialah kepercayaan yang meresap kedalam hati, dengan penuh keyakinan, tidak bercampur syak atau ragu, serta memberi pengaruh bagi pandangan hidup, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari. (Abuddin Nata: 2012. 83-85)

  1. ASPEK ILMU DAN KEBUDAYAAN

Dalam bidang ilmu dan teknologi, islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk bersikap terbuka. Sekalipun islam itu bukan timur dan bukan barat, ini tidak berarti kita harus menutup diri dari keduanya. Dalam bidang ilmu dan kebudayaan, islam menjadi mata rantai yang penting dalam sejarah peradaban dunia. Banyak contoh yang dapat dijadikan bukti tentang peranan islam sebagai mata rantai peradaban dunia islam misalnya mengembangkan ilmu kedokteran dari cina, sistem pemerintahan dari persia, logika yunani, dll. Tentu saja dan proses pengembangan itu terjadi dialektika internal. Jadi untuk pengkajian tertentu islam menolak logika yunani yang sangat rasional untuk digantikan dengan cara berpikir intuitif yang lebih menekankan rasa seperti yang dikenal dalam tasawuf. (Abuddin Nata: 2012. 85-86)

  1. ASPEK PENDIDIKAN

Dalam aspek ini, islam memiliki rumusan yang jelas dalam bidang tujuan, kurikulum, guru, metode, sarana, dll.  Semua aspek yang berkaitan dengan pendidikan ini dapat dipahami dari kandungan surah Al-Alaq. Didalam Alquran dapat dijumpai berbagai metode pendidikan seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi, nasihat,dll.

  1. ASPEK SOSIAL

Ajaran islam dalam aspek ini termasuk yang paling menonjol karena seluruh bidang islam yang telah disebutkan diatas pada akhirnya ditunjukan untuk kesejahteraan manusia. Namun, khusus dalam bidang sosial ini islam menjunjung tinggi tolong menolong, saling menasihati tentang hak dan kesabaran, kesetiakawanan, kesamaan derajat, tenggang rasa dan kebersamaan dalam pandangan islam, ukuran ketinggian derajat manusia tidak ditentukan nenek moyang, warna kulit dan lain sebagainya yang berbau rasialis, tetapi ditentukan oleh ketakwaan yang ditunjukan oleh prestasi kerjanya yang bermanfaat bagi manusia. (Abuddin Nata: 2012. 88)

  1. ASPEK EKONOMI

Pandangan islam mengenai kehidupan dibidang ekonomi itu dicerminkan dalam ajaran fikih yang menjelaskan tentang bagaimana menjalankan sesuatu usaha ataupun ajaran islam mengenai berzakat juga dalam konteks ekonomi. Dalam teologi islam, bahwa alam raya dan segala isinya sebagai ladang untuk mencari kehidupan yang suci dalam arti tidak haram untuk dimanfaatkan. Alam raya dengan segala keindahannnya ini sesuatu yang diciptakan tuhan untuk dimanfaatkan manusia. Bukan sekali-kali untuk dijadikan objek penyembahan sebagaimana dijumpai pada masyarakat primitif. (M.Yatimin Abdullah: 2006. 24)

  1. ASPEK KESEHATAN

Ajaran islam tentang kesehatan berpedoman pada prinsip pencegahan lebih diutamakan daripada penyembuhan. Berkenaan dengan konteks kesehatan ini ditemukan sekian banyak petunjuk dari kitab suci dan sunnah Nabi Saw. Yang pada dasarnya mengarah pada upaya pencegahan. Untuk upaya pencegahan tersebut islam menekankan segi kebersihan lahir dan batin.  (Abuddin Nata: `2012. 91)

  1. ASPEK POLITIK

Islam tidak mengajarkan ketaatan buta terhadap pemimpin. Islam menghendaki suatu ketaatan kritis, yaitu ketaatan yang didasarkan pada kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya maka wajib ditaati. Selanjutnya jika pemimpin itu bertentangan dengan kehendak Allah dan Rasul-Nya, maka boleh dikritik atau diberikan saran agar kembali kejalan yang benar dengan cara-cara persuasif. Jika cara tersebut tidak dihiraukan oleh pemimpin tersebut, maka boeh saja untuk tidak dipatuhi. Umat islam boleh mengenal politik, tetapi berpolitik yang sportif dan tidak mengenal money politic yang merugikan demokrasi. (M. Yatimin Abdullah: 2006. 30)

  1. ASPEK PEKERJAAN

Dalam bidang ini, islam memandang bahwa kerja sebagai ibadah kepada Allah Swt. Atas dasar ini maka kerja yang dikehendaki islam adalah kerja yang bermutu, terarah pada pengabdian terhadap Allah Swt dan kerja yang bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu islam tidak menekankan pada banyaknya pekerjaan, tetapi pada kualitas manfaat kerja. Nabi Muhammad Saw mengingatkan bahwa amal yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Untuk menghasilkan produk pekerjaan yang bermutu, islam memandang kerja yang dilakukan adalah kerja profesional, yaitu kerja yang didukung ilmu pengetahuan, keahlian, pengalaman, kesungguhan, dll. (Abuddin Nata: 2012. 93)

Rujukan

Al-Qur’an

Nata, Abuddin. 2012. metodologi studi islam. Jakarta:Rajawali Pers.

Abdullah, M Yatimin. 2006. Studi Islam Kontemporer. Jakarta:Amzah.

 

NAMA : CUCU PURNAMA SARI

NPM : 1602100018

Mahasiswa semester 1 kelas B prodi S1 Perbankan Syariah IAIN Metro

 

Catatan Dosen

  1. Tulisan sudah sesuai dengan tema. Konten cukup sesuai.
  2. Masih banyak salah ketik dan eja.
  3. Plagiasi 40%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *